SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang Gunung Endut di Kabupaten Lebak sebagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Lelang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan potensi energi panas bumi untuk pembangkitan tenaga listrik.
WKP merupakan wilayah yang ditawarkan Kementerian ESDM secara terbuka untuk menentukan badan usaha yang berhak memperoleh Izin Panas Bumi (IPB). Izin tersebut digunakan untuk mengusahakan sumber daya panas bumi bagi pembangkitan tenaga listrik atau pemanfaatan tidak langsung.
Selain Gunung Endut, Kementerian ESDM juga melelang 13 WKP lainnya. Lelang dilakukan untuk memilih badan usaha yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi sebagai pengembang panas bumi.
Informasi lelang diumumkan melalui Sistem Informasi Panas Bumi (Genesis) atau Geothermal Energy Information System. Platform digital milik Kementerian ESDM tersebut menyediakan layanan data, lelang WKP, serta registrasi rantai pasok barang dan jasa sektor panas bumi.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah awal yang harus dilakukan dalam merealisasikan proyek di 14 lokasi WKP tersebut.
Menurutnya, komunikasi sejak awal dengan pemerintah daerah penting untuk mencegah hambatan birokrasi ketika proyek mulai berjalan di lapangan.
“Terus tadi 14 lokasi yang kita sampaikan, itu proses pertama tentu saja kita komunikasi ke Pemda dulu. Makanya saya tadi minta titipkan untuk per lokasi-lokasi tersebut, termasuk yang sekarang on-going (sedang berjalan), itu komunikasi dengan Pemda harus secepatnya,” ujar Eniya, dikutip Rabu 2 September 2026.
Gunung Endut memiliki potensi panas bumi yang ditandai dengan keberadaan sejumlah manifestasi berupa mata air panas. Suhu mata air panas di kawasan tersebut tercatat berkisar 56 hingga 90 derajat Celsius.
Sejumlah penelitian mengenai potensi panas bumi Gunung Endut telah dilakukan sebelumnya. Pada 2021, Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) kembali melakukan survei untuk melengkapi data geosains di kawasan tersebut.
Survei tersebut mencakup pengumpulan data geologi, geokimia, geofisika, serta teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).
Berdasarkan hasil kajian, kondisi geologi Gunung Endut terdiri atas batuan vulkanik dan endapan permukaan yang berumur Tersier hingga Kuarter. Analisis struktur geologi juga menunjukkan keberadaan sejumlah struktur, seperti sesar geser, sesar normal, lipatan, dan fitur melingkar (circular feature).
Keberadaan struktur geologi tersebut dinilai dapat menjadi jalur keluarnya fluida hidrotermal pada sistem panas bumi Gunung Endut. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya manifestasi mata air panas dan alterasi batuan di kawasan tersebut.
Zonasi alterasi batuan yang ditemukan didominasi mineral lempung hasil ubahan akibat pengaruh fluida dengan tingkat keasaman dari asam hingga netral dan rentang temperatur rendah hingga tinggi.
Potensi tersebut menjadi salah satu dasar dilakukannya pengembangan lebih lanjut terhadap WKP Gunung Endut melalui proses lelang yang dilakukan Kementerian ESDM.
Editor: Mastur Huda

