LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pegiat pariwisata di Sawarna, Kecamatan Bayah, Lili Suhaeli mengeluhkan kondisi Pantai Ciantir dan Sungai Cisawarna yang dipenuhi sampah.
Sampah rumah tangga dan sampah dari hutan mengambang di sepanjang Sungai Cisawarna, sehingga dikhawatirkan dapat mencemari air sungai dan pantai.
“Saya prihatin, Sungai Cisawarna dan Pantai Ciantir dipenuhi sampah. Sehingga membuat sungai dan pantai menjadi kotor,” kata Lili kepada Radar Banten, Minggu 9 April 2023.
Untuk itu, dia bersama Pemerintah Desa Sawarna, Balawista, pengelola wisata, dan masyarakat untuk membersihkan sampah di sungai dan areal pantai. Apalagi dalam 12 hari ke depan, Pantai Ciantir Sawarna akan dikunjungi ribuan orang yang menikmati libur lebaran. Jika kondisi pantai dan sungai kotor maka akan membuat wisatawan tidak nyaman berwisata di Sawarna.
“Sebelum lebaran, saya akan mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah desa untuk melakukan gotong royong membersihkan sampah di lingkungan pantai. Jangan sampai, sampah-sampah tersebut dibiarkan berserakan dan mengotori pantai,” tegasnya.
Dijelaskan Lili, sampah yang mengambang dan berserakan di pantai berasal dari hulu Sungai Cisawarna. Sampah rumah tangga dan sampah dari hutan tersebut terbawa arus banjir beberapa hari lalu. Kemudian, sampah masuk ke laut dan terbawa ombak ke pantai. Akhirnya sampah mengotori Pantai Ciantir Sawarna.
“Karena itu, kami minta kepada masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cisawarna untuk tidak buang sampah sembarangan. Jangan buang sampah ke sungai, karena dampaknya akan buruk bagi masyarakat dan pariwisata,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, akan ada musyawarah di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. Musyawarah tersebut untuk membahas persoalan sampah dan kesiapan pengelola wisata dalam menghadapi musim libur lebaran.
“Lebaran tahun ini kunjungan wisatawan diprediksi akan membeludak. Karena itu, semuanya harus dipersiapkan. Jangan sampai masalah sampah dapat menimbulkan imej negatif terhadap Pantai Sawarna,” ungkapnya.
Rendy, Ketua Unit Balawista Sawarna menyatakan, kegiatan bersih-bersih akan dilakukan satu minggu sebelum lebaran. Tujuannya agar pantai dan sungai di Sawarna bersih, sehingga membuat wisatawan nyaman berlibur di Sawarna.
“Kita harus berupaya agar wisatawan nyaman berlibur di sini. Jangan sampai mereka kapok dan akhirnya enggak datang lagi ke sini,” tegasnya.
Terkait keamanan pantai, Rendy dan tim Balawista akan berupaya maksimal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan ketika berenang di pantai. Namun, dia mengingatkan kepada wisatawan untuk selalu mematuhi arahan dari Balawista. Hal itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut di Pantai Sawarna.
“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan yang berkunjung ke Sawarna. Karena itu, tim Balawista akan siaga,” tukasnya.
Reporter/Editor : Mastur











