• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Politik

Pengamat: Hati-hati, Jokowi Lebih Galak Ketimbang SBY

Redaksi by Redaksi
Senin, 3 November 2014 09:38
in Politik
0
Pengamat: Hati-hati, Jokowi Lebih Galak Ketimbang SBY
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp
JAKARTA – Pengamat politik dari Universias Indonesia Arbi Sanit mengatakan, langkah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan justru bisa merontokkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Arbi, pemerintahan Jokowi bisa berlanjut karena Koalisi Merah Putih (KMP). Sebab dalam pengambilan keputusan di DPR memerlukan jumlah kehadiran tertentu anggota DPR yang mayoritas KMP.

“Tanpa KIH di DPR, pemerintahan Jokowi masih bisa berjalan. Sebaliknya, tanpa KMP dipastikan pemerintahan Jokowi rontok. Sebab, untuk mengambil putusan di DPR memerlukan kuorum kehadiran anggota dalam jumlah tertentu. Tanpa KMP tidak akan ada keputusan yang bisa diambil DPR,” kata Arbi ketika dihubungi wartawan, Minggu (2/11/2014).

Dia mencontohkan, untuk pembahasan RUU APBN 2015 nanti, diperlukan kehadiran 2/3 anggota DPR. Kalau Jokowi atau menterinya lebih memilih untuk rapat dengan pimpinan alat kelengkapan dan komisi DPR tandingan, maka dipastikan tidak akan ada pengesahan UU APBN.

“Ini sama artinya Jokowi tidak punya uang sama sekali untuk menjalankan roda pemerintahan karena tidak punya legitimasi untuk menggunakannya,” jelas dia.

Karena itu tegas Arbi, penghambat pemerintahan bukan KMP, justru KIH yang mengusung Jokowi-JK.

“Kalau ada dua DPR, siapa yang mau getok palu? Ini kan candaan yang terlalu bodoh yang dilakukan pengusung Jokowi. Kalau terpancing, dia mau merusak kondisi politik yang sudah terbangun sangat baik dalam 10 tahun pemerintahan SBY. Kalau pemerintahan tidak jalan, jangan salahkan kalau KMP menjungkalkan dia,” tegas Arbi.

Terakhir, Arbi mengingatkan Jokowi untuk tidak terlalu mendengarkan saran-saran dari anak buahnya karena belum tentu anak buahnya benar.

“Coba masalah tukang tusuk sate itu, saran siapa itu? SBY saja 10 tahun berkuasa tidak pernah melakukan hal itu meski difitnah seperti apapun. Ini baru beberapa hari saja sudah memenjarakan orang. Makanya saya tegaskan hati-hati dengan Jokowi, dia lebih galak,” pungkasnya.(fas/jpnn)
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ini Makanan yang Dapat Meningkatkan Daya Ingat Anda

Next Post

Ini 3 Raperda yang Akan Disampaikan Walikota Serang ke Dewan

Next Post
Ini 3 Raperda yang Akan Disampaikan Walikota Serang ke Dewan

Ini 3 Raperda yang Akan Disampaikan Walikota Serang ke Dewan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

30 Tahun Mengajar, Dedi Herdiana Raih Satyalencana dan Masih Aktif di Kelas

30 Tahun Mengajar, Dedi Herdiana Raih Satyalencana dan Masih Aktif di Kelas

by Syaiful Adha
Selasa, 18 Agustus 2026 11:35
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga dekade mengabdi sebagai guru membuat Dedi Herdiana mengalami langsung perubahan dunia pendidikan, dari era pembelajaran...

Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dibahas DPRD Tangsel, Benyamin Hadir

Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dibahas DPRD Tangsel, Benyamin Hadir

by Syaiful Adha
Selasa, 18 Agustus 2026 11:28
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan DPRD Tangsel mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.