SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sampaikan enam alternatif pengembangan dan penataan Kawasan Cagar Budaya Banten Lama agar menjadi daya tarik wisata.
“Ada enam alternatif pengembangan Kawasan Banten Lama yang dapat menjadi daya tarik wisata. Antara lain ; obyek wisata pantai atau pesisir pantai, obyek wisata marina atau pelabuhan, obyek wisata hutan bakau, obyek wisata kuliner, obyek wisata rekreasi keluarga atau outbond di sekitar dekat dengan kawasan keratin dan obyek wisata rekreasi air atau waterboom di sekitar dekat dengan kawasan keraton,” ungkap Jaman dalam sambutan Rakor Penataan Kawasan Cagar Budaya, Kamis (17/3/2016).
Jaman menjelaskan, untuk melakukan penataan di Kawasan Banten Lama, Pemkot Serang bekerja sama dengan instansi terkait, baik instansi vertikal maupun horizontal mempunyai tekad dan keinginan yang kuat dalam hal penataan banten lama, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi misi Kota Serang dan menyejahterakan masyarakat Kota Serang.
“Saat ini, kawasan Banten lama terkenal sebagai daerah tujuan wisata religi di Provinsi Banten, yang ramai dikunjungi terutama saat hari-hari besar keagamaan,” kata Jaman.
Adanya hubungan kawasan sejarah dan kawasan religi, tambah Jaman, menyebabkan kawasan Banten Lama menjadi salah satu kawasan pariwisata di Kota Serang yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, sehingga kawasan Banten Lama ditetapkan sebagai kawasan strategis kota yang memiliki pengaruh penting di dalam pengembangan sosial budaya masyarakat dan pelestarian cagar budaya.
“Mengingat kondisi Banten Lama saat ini, maka dipandang perlu untuk merelokasi kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi Kawasan Cagar Budaya Banten Lama dan Revitalisasi serta penataan Kawasan Banten Lama,” tandasnya.
Jaman berharap, dengan adanya Penataan Kawasan Banten Lama, diharapkan dapat menciptakan kawasan menjadi lebih nyaman, bersih dan serasi dengan lingkungan sekitarnya, dengan demikian kawasan akan menjadi obyek tujuan wisata yang diandalkan dan menjadi obyek yang mempunyai daya tarik wisata untuk dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (Fauzan Dardiri)












