SETU – Tahun depan, iradiator gamma serbaguna akan berdiri di kawasan Puspitek, Setu, Kota Tangsel. Itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan iradiator oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, kemarin.
Dilansir dari Harian Radar Banten, Proyek ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dengan Izotop-Hongaria. Diharapkan setelah pembangunan iradiasi di Puspiptek akan berlanjut ke daerah lain. Saat ini di Indonesia baru ada satu iradiasi gamma komersial yang lokasinya di Karawang dan itu milik perusahaan asing
Iradiator Gamma merupakan komponen alat sterilisasi dan pengawetan bahan pangan, obat serta alat kesehatan. Sinar gamma dipancarkan memberikan perlindungan bahan pangan dari bakteri.
Ditambahkan Menristekdikti, pemerintah harus merogoh anggaran hingga Rp96 miliar, untuk proyek yang rencananya selesai dua tahun ini. “Berdirinya Iradiator Gamma menjadi penyemangat para peneliti BATAN untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional,” terangnya.
Menristekdikti berharap setelah Iradiator Gamma berdiri, bisa dimanfaatkan peneliti dan warga Indonesia, khususnya Kota Tangsel sebagai proyek ketahanan pangan nasional. Bukti, pemerintah menggalakkan energi terbarukan (newreable energy) untuk peningkatan ekonomi nasional secara berkelanjutan. “Pemerintah telah mengkonsep, pembagian hasil penelitian 60 persen masuk ke lembaga dan 40 persen royalti peneliti,” katanya.
Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto menambahkan Iradiator Gamma ini, pertama kali di Indonesia yang dikelola pemerintah. Iradiator Gamma Puspiptek, sebanyak 80 persen menggunakan asli produk Indonesia. Sedangkan 20 persen dari pemerintah Hungaria. “Sudah 30 tahun, pemerintah Indonesia nyaris tidak ada pembangunan reaktor,” ujarnya.
Berdirinya iradiator yang dikelola pemerintah, lanjut Djarot, bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Terutama pelaku usaha makanan, bisa menekan kerugian produk sebesar 40 persen. “Sinar gamma dapat membunuh bakteri yang membuat busuk produk makanan, sehingga bisa tahan lama,” ucapnya.
Sementara, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke seluruh usaha kecil menengah (UKM) agar produknya memiliki kualitas lebih unggul. “Kami akan bekerjasama dengan BATAN, agar memberikan pendampingan dan pembinaan UKM membuat produk unggul,” katanya. (RB/mg-25/asp)









