slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Nuklir Takut Radiasi, Panas Bumi Takut Spa

Redaksi by Redaksi
11-04-2016 11:03:44
in Bisnis, Ekonomi
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh Dahlan Iskan

Hati-hati. Banyak babi melintas di sini. Itulah papan peringatan baru di kawasan timur Provinsi Fukushima. Utamanya di dekat Minamisoma. Kota kecil yang paling menderita akibat tsunami besar lima tahun lalu. Ditambah bencana susulan dua hari kemudian: bocornya radiasi nuklir. Dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di situ.

Baca Juga :

Taubatan Pajak Nasuha secara Bersama

New Hope Dahlan Iskan: Penantian Besar di Akhir Bulan September

New Hope Dahlan Iskan : Kiai Ahong dari Makam Wali Ningxia

New Hope Dahlan Iskan: Kejutan Jokowi di Shanghai

Saya berkunjung ke lokasi itu minggu lalu. Dalam perjalanan menuju Amerika Serikat. Dari Tokyo saya naik kereta Shinkansen dulu, 1,5 jam. Ke kota Fukushima. Lalu naik mobil. Dua jam. Ke arah pantai timurnya.

Babi kini memang berkembang liar di kawasan yang banyak hutannya itu. Juga kera. Berlompatan di pinggir jalan.

Manusia memang meninggalkan kawasan ini. Puluhan ribu orang meninggal karena tsunami. Lebih banyak lagi mengungsi takut radiasi. Terutama mereka yang berada di dalam radius 20 km dari PLTN.

Sejak itu babi yang semula menjadi ternak mencari hidup sendiri-sendiri. Masuk hutan. Jadi babi hutan. Tidak ada lagi yang memelihara. Juga tidak ada lagi yang memotongnya.

Meski kawasan ini sudah tidak berpenghuni, saya melihat banyak kendaraan berlalu-lalang di sini. Termasuk di jalan yang hanya sekitar 2 km dari PLTN. Itulah kendaraan petugas pembersih radiasi nuklir. Jumlahnya 4.000 orang. Cukup terlihat ramai.

Mengelilingi kawasan ini, saya melihat banyak alat berat di ladang-ladang yang tidak ada tanamannya lagi. Tanah permukaan ladang itu dikupas. Dimasukkan karung. Ditumpuk. Diselimuti plastik. Satu tumpukan tingginya sekitar 3 meter. Lebar 8 meter. Panjang 24 meter. Ada yang lebih kecil dari itu. Atau lebih besar. Tergantung luas tanah yang dikupas.

Kawasan ini berbentuk bukit-bukit besar. Juga bukit-bukit kecil. Dengan hutan yang terawat. Di sela-sela bukit itulah terhampar ngarai-ngarai. Untuk perladangan. Dan perkampungan. Kawasan ini memang salah satu penghasil hortikultura utama di Jepang. Lautnya juga menghasilkan ikan salmon. Ada sungai besar di sini. Di musim tertentu salmon sedunia pulang. Ke muara sungai ini.

Apa nama sungai itu? Ny Zhizue Abe, penduduk asli di situ, tidak segera menjawab. Lama sekali dia mengingat-ingat. ”Namanya…ya…sungai salmon,” katanya tertawa. ”Penduduk di sini menyebutnya begitu,” tambahnya. ”Sejak nenek moyang kami.”

Ny Abe, ibu muda itu, adalah aktivis yang mengurus pengungsian penduduk sekitarnya. Juga seorang pengusaha gigih. Menurut Abe, masih belum ada yang berani menangkap salmon itu lagi. Takut tidak laku dijual. Tidak berani memakannya. Belum ada juga yang berani cocok tanam. Kecuali satu dua petani. Petani tua. Yang nekat. Mereka merasa itulah pekerjaannya turun-temurun.

Meski sudah lima tahun tidak berpenghuni, kampung-kampung itu tidak terasa berantakan. Rumah-rumah masih terlihat bagus. Mungkin karena kualitasnya bagus. Khas rumah Jepang.

Saya minta berhenti di beberapa tempat. Ingin melihat kegiatan pembersihan radiasi itu. Saya juga turun dari mobil. Di titik terdekat dari PLTN. Agak lama saya menatap pembangkit itu. Sambil berkhayal: seandainya genset cadangan dulu ditempatkan di atas bukit…

Sebenarnya sepanjang pantai timur Fukushima ini kondisinya juga berbukit. Ada lembah di setiap sela bukit-bukit itu. Kampung-kampung yang disapu tsunami adalah kampung-kampung yang berada di ngarai di sela-sela bukit. Sapuan tsunami kian dahsyat karena gelombang yang terhalang gunung menambah gelontoran ke ngarainya.

PLTN itu dibangun di bagian salah satu ngarainya. Bukan di bukitnya. Satu ngarai untuk PLTN ini tidak ada kampungnya. Hanya khusus untuk PLTN. Kampung terdekat adalah 2 km dari situ. Dipisahkan oleh bukit-bukitnya.

Tsunami sebenarnya terbukti tidak mampu merusak reaktor nuklirnya. Yang dibangun dengan kekuatan khusus. Bahkan, PLTN yang dibangun belakangan tahan terhadap bom. Seandainya pesawat sebesar Boeing 747 menabraknya sekalipun tidak akan rusak.

Yang terjadi di Fukushima adalah ini: jaringan listrik ”PLN” yang menuju ke situ terputus diterjang tsunami. Akibatnya: sistem pendingin reaktornya tidak bekerja. Memanas. Terus memanas. Hari kedua tidak terkendali. Reaktor meleleh. Radiasi pun bocor ke luar.

Apakah tidak ada genset cadangan? Ada. Genset cadangan inilah yang terkena tsunami. Seandainya genset cadangan itu diletakkan di bagian bukitnya, dan kabel menuju reaktor ditanam dalam, mungkin bisa lain ceritanya. Wallahu a’lam.

Memang tidak ada angka yang menyebutkan korban meninggal karena radiasi. Semua korban, 18.000 orang, meninggal karena tsunami. Bukan karena nuklir. Ditambah akibat kepanikan dua hari setelah tsunami. Yakni ketika berita ini tersiar: reaktor nuklir meleleh.

Mereka lari. Mengungsi. Dan diungsikan. Pengungsi tsunami diungsikan lagi. Panik. Mencekam. Menakutkan. Sejak itu 54 PLTN di seluruh Jepang dihentikan. Krisis listrik di mana-mana. Sekitar 15 persen kebutuhan listrik Jepang berasal dari nuklir.

Trauma itu berangsur menurun. Dimakan waktu. Penduduk mulai kembali ke kampungnya. Tapi, yang berada di jarak 20 km dari PLTN masih belum diizinkan pulang. Kecuali yang nekat. Seperti petani tua tadi.

Di luar itu kehidupan mulai normal. Bahkan, ekonomi menggeliat lebih ramai. Banyak proyek. Ny Abe membuka kembali bisnis pemakamannya. Bahkan membuka usaha baru: kontraktor, restoran, hotel, fasilitas kesehatan, termasuk bisnis oksigen.

Semua daerah pantai yang landai ditanggul. Sibuk sekali. Proyek tanggul sepanjang ratusan kilometer.

Kini satu per satu PLTN mengajukan izin operasi lagi. Sudah 25 yang mengajukan. Termasuk PLTN Genka. Yang dibangun mepet dengan kota. Bahkan, di belakang tembok kompleks Genka pun sudah penuh dengan penduduk. Saya pernah masuk ke PLTN ini tujuh tahun yang lalu. Dan melihat penduduk sekitarnya masih damai saat itu.

Mereka yang mengajukan izin itu adalah yang merasa sudah melakukan pengecekan keamanan. Yang sangat rumit. Dan teliti. Tapi, sampai hari ini baru dua yang diizinkan. Yang di Provinsi Kagoshima. Wilayah selatan. Masih satu provinsi dengan Genka, tapi di sisi pantai yang berbeda.

Penentangan tenaga nuklir masih sangat kuat. Yang di Kagoshima itu pun masih didemo. Di depan pintu gerbangnya. Tiap hari. Sesekali demo itu diikuti artis. Atau mantan perdana menteri.

Kelihatannya masa depan PLTN sangat suram. Terutama yang menggunakan bahan bakar uranium. Yang kalau tidak dijaga kedinginannya memanas tidak terkendali.

Tapi, penggunaan nuklir sulit juga dihindari.

Itulah sebabnya, kini bahan bakar torium bakal naik panggung. Menggantikan uranium. Torium tidak seperti uranium. Tidak akan memanas bila tidak ada pendinginnya. Kita punya sumber torium di dalam negeri.

Jepang sendiri saat itu belum melirik torium. Jepang zaman itu memang kepepet. Haus listrik. Dahaga energi. Untuk ekonomi. Itulah tahun-tahun di mana ekonomi Jepang sedang tumbuh gila-gilaan. Di atas 10 persen setiap tahun. Selama hampir 15 tahun. Antara 1955-1973. Mirip dengan Tiongkok antara 1995-2012.

Saat itulah Jepang memasuki era nuklir. Dengan bahan bakar uranium. Kini, setelah ekonomi Jepang maju dan rakyatnya modern, mereka menolak nuklir. Kebetulan ekonominya juga tidak terlalu tumbuh lagi. Sudah digeser Tiongkok.

Jepang sebenarnya punya banyak sumber energi panas bumi. Tapi sulit dapat izin. Dari penduduk setempat. Mereka menentang panas bumi jadi listrik. Terutama mereka yang punya usaha vila dan spa. Atau usaha pemandian air hangat di gunung. (*)

Tags: New Hope Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Setahun Nikah, Sudah Minta Sertifikat Rumah

Next Post

Aplikasi MyTelkomsel Hadir Dengan Tampilan Baru

Related Posts

New Hope Dahlan Iskan: Penantian Besar di Akhir Bulan September
Berita Utama

Taubatan Pajak Nasuha secara Bersama

by Redaksi
Senin, 26 September 2016 08:03

APAKAH setiap orang yang ikut tax amnesty berarti selama ini menggelapkan pajak? Banyak yang menyangka begitu. Tapi belum tentu. Saya...

Read moreDetails

New Hope Dahlan Iskan: Penantian Besar di Akhir Bulan September

New Hope Dahlan Iskan : Kiai Ahong dari Makam Wali Ningxia

New Hope Dahlan Iskan: Kejutan Jokowi di Shanghai

Menantu di Tengah Banyak Kontradiksi

Pengampunan Pajak dengan Sedekah Krishi Kalyan

Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding

Pengakuan dari Tangis dalam Pelukan

New Hope Dahlan Iskan: Di Saat Ali Meninggal, Komedi Tidak Mati

Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun

Next Post
Aplikasi MyTelkomsel Hadir Dengan Tampilan Baru

Aplikasi MyTelkomsel Hadir Dengan Tampilan Baru

Datangi Sekolah, Pansus LKPj Walikota Serang Cek Realisasi Pembangunan

Datangi Sekolah, Pansus LKPj Walikota Serang Cek Realisasi Pembangunan

Gula

Dua Awak Truk Ekspedisi Terlibat Penggelapan 35 Ton Gula

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28
mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

by Yusuf Permana
Selasa, 21 April 2026 20:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Banten mulai memanaskan mesin partai menjelang agenda politik ke...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak