CIKUPA – Sudaryanto (52), pria yang berprofesi sebagai sekuriti ini dengan cekatan mengevakuasi rekannya dari kobaran api yang membakar ruang pengisian tiner dan cat di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (15/4/2016).
PT Warna Prima yang memproduksi cat dan tiner tempatnya bekerja terbakar. Asep (35) rekannya memberitahu salah satu alat yang ada di dalam pabrik tersebut meledak dan mengakibatkan api menjalar ke mana-mana.
Asap hitam tak membuat Sudaryanto dan belasan rekannya patah arang menyelamatkan rekannya. Masih ada 50 orang yang belum dievakuasi.
Mereka diminta memakai masker. Namun, ada yang membuat mereka lebih khawatir. Sebuah gudang penyimpanan cat yang berada 50 meter dari lokasi terancam meledak akibat api semakin membesar.
Parahnya lagi, gudang tersebut berada hanya semeter dari pemukiman warga RT 07/08. Kecemasan para pegawai bertambah. Tiga kali bunyi ledakan terdengar.
Polisi dan petugas pemadam kebakaran yang datang 15 menit kemudian, langsung mengevakuasi warga. Hingga kejadian selesai, Alex pemilik perusahaan tak terlihat batang hidungnya.
Sebuah palang kayu di taruh di ujung gang dan jalan utama untuk menghalangi para warga mendekat. Sementara, bau larutan menyebar seisi kawasan industri Cukanggalih dan membuat dada sesak.
”Suara ledakan saya dengar dari ruang Solven (pengisian, red). Nggak lama kemudian, ada asap dan api langsung membesar. Saya langsung panggil kawan-kawan untuk keluar,” kata Asep.
Asep langsung menyiramkan air ke seluruh tubuh pegawai sesaat mereka berhasil dievakuasi. Dijelaskannya, bau dan asap pembersih cat itu membuat manusia terkena dehidrasi tinggi. ”Langsung saya perintahkan untuk beli air mineral biar kondisinya stabil,” kata dia.
Kepada Radar Banten, supervisor pengawas Hendra mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran. Namun, dugaan besar kebakaran diakibatkan adanya percikaan api saat produksi berlangsung. ”Paling ke sana arahnya, saya dan kawan-kawan masih lihat dulu,” terangnya.
Petugas Damkar yang sudah datang langsung mengelilingi pusat api. Gardu dan objek yang bisa memercikkan api langsung dipadamkan. Dalam kasus ini, kebakaran bahan kimia mendapatkan perlakuan khusus.
Seperti menyemprot sekeliling gedung terbakar dengan membuat lubangan air. ”Jadi nggak bisa main hajar begitu saja, perlu dikepung baru siram tengahnya,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana.
Sementara, Kapolsek Curug Kompol Hadi Wiyono mengatakan, sampai saat ini api masih terlihat. Sedikitnya delapan unit mobil pemadam kebakaran sudah ada di lokasi. Sempat terdengar ledakan sebanyak tiga kali. ”Evakuasi karyawan yang kebanyakan laki-laki sudah dilakukan,” ujarnya.
Hadi menambahkan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. ”Kami meminta agar warga tidak terlalu dekat dengan lokasi kejadian karena bahaya,” jelasnya.
Terpisah, sebanyak 40 warga yang berada disekitar kawasan berbondong-bondong memindahkan barang-barang mereka. Kebanyakan dari mereka adalah karyawan pabrik di kawasan tersebut.
Meski tak ada korban jiwa, hal ini membuat warga sementara pindah untuk beberapa waktu. ”Mau pindah sebentar dulu mas, takut apinya nyambar saja,” terang Aini warga setempat. (Togar Harahap/Radar Banten)







