MAJA – Hingga saat ini, kilowatt hours (kWh) meter belum terpasang di rumah milik 360 kepala keluarga (KK) di Desa Curugbadak, Kecamatan Maja. Untuk menerangi rumahnya, ratusan KK itu harus menyambung kabel listrik dari rumah tetangga maupun kerabat terdekat.
“Ratusan KK itu ada di 13 kampung. Terdiri dari, dua puluh RT (rukun tetangga) dan lima RW (rukun warga),” kata Kepala Desa Curugbadak Agus Supandi di ruang kerjanya, kemarin (27/4/2016), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Untuk mengentaskan permasalahan ini, Agus mengaku, setiap tahun, selalu berusaha mengajukan bantuan melalui program listrik masuk desa (prolisdes). Permintaan pemasangan kWh meter itu disampaikan secara lisan maupun tertulis melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Lebak.
“Tahun ini, pemerintah desa sudah mendata warga yang belum memiliki kWh meter untuk diajukan lagi agar mendapatkan program lisdes,” katanya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Curugbadak Asamdi menambahkan, masih dua kampung di desanya yang belum memiliki tiang dan jaringan listrik. Yakni, Kampung Pabuaran dan Majalembur. “Warga sampai menyambung kabel listrik yang jaraknya lima ratus meter. Tiang jaringan listrik di Kampung Ciganjur juga perlu perbaikan, banyak yang rusak,” jelas Asamdi.
Sakiman, warga Kampung Ciganjur, mengakui jika kWh meter belum terpasang di rumahnya. Untuk menerangi rumahnya, dia ikut menyambung kabel dari rumah saudaranya yang telah memiliki kWh meter. “Saya berharap, tahun ini, dapat program lisdes,” ujarnya.(Ali/Radar Banten)









