JAKARTA – Tokoh perempuan terkemuka Tutty Alawiyah mengembuskan napas terakhir Rabu (4/5). Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan itu wafat pada usia 74 tahun di Rumah Sakit (RS) MMC, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Lily Kamalia, putri keempat Tutty, menyatakan bahwa sang ibu tercinta wafat setelah tak kuasa melawan infeksi usus dan paru-paru di tubuhnya.
“Dirawat di rumah sakit sudah hampir sebulan,” ujarnya saat ditemui di rumah duka di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Rabu (4/5).
Sepekan sebelum meninggal, lanjut Lily, kondisi almarhumah sebetulnya sempat membaik. Sampai saat dipindahkan ke ruang perawatan, almarhumah menyatakan keinginannya untuk pulang.
“Katanya pengin bertemu anak yatim, murid-muridnya, juga kampus,” ujarnya.
Karena kondisi sakitnya dinilai berangsur-angsur membaik, keluarga menuruti kemauan almarhumah yang ingin pulang pada Jumat lalu (29/4).
Namun, sehari kemudian kondisinya kembali drop. Tanpa pikir panjang, keluarga langsung membawanya kembali ke RS. “Dan tadi pagi (kemarin pagi, Red) Allah menjemput ibu pukul 07.15 WIB,” ucapnya dengan suara berat.
Di mata anak-anaknya, lanjut Lily, Tutty merupakan sosok yang terbaik. Kepeduliannya terhadap anak yatim sangat luar biasa.
Saat ini, ungkap Lily, ibunya mengasuh sekitar 200 anak. Mereka dihidupi, dididik, dan dibesarkan tanpa memungut biaya sepeser pun.
Karena itu, Lily bersama empat saudaranya bertekad melanjutkan yang sudah dilakukan sang bunda.
Setelah disalati di Masjid Kampus Asy-Syafiiyah Jakarta, jenazah almarhumah dimakamkan di kompleks makam keluarga di kawasan Pesantren Yatim Asy-Syafiiyah.
Tutty merupakan putri ulama besar Betawi KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i. Almarhumah dilahirkan di Jakarta pada 30 Maret 1942. Suaminya, H Achmad Chalib, lebih dahulu wafat pada 2012.
Selain menjadi menteri, alumnus IAIN Jakarta itu pernah duduk di MPR. Nama Tutty melejit setelah mendirikan sekaligus memimpin Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) pada 1981.(JPG)








