UNTUK meningkatkan investasi di Banten, Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan upaya promosi potensi investasi pada penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri. Tingginya realisasi investasi asing (PMA), membuktikan bahwa Banten telah berhasil menjadi magnet bagi investor asing. Salah satu negara yang ‘jatuh hati’ dan memilih Banten sebagai tujuan investasi adalah Australia. Perusahaan Australia, National Port Corporation Limited (NPCL) memiliki minat yang besar untuk bekerjasama dengan Pelindo II mengelola Pelabuhan Bojonegara.
NPCL merupakan perusahaan swasta asal Australia yang bergerak dalam bidang usaha operator pelabuhan agrikultural, aquakultur, pertambangan dan energi khususnya batubara di Australia Barat. Gubernur Provinsi Banten Rano Karno secara langsung sudah meminta dukungan kepada Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN agar proyek Bojonegara terus didorong oleh pemerintah pusat.
“Pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung rencana investasi NPCL di Bojonegara tersebut,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso pada wartawan, Rabu (4/5) di BKPMPT Banten.
Gubernur, imbuh babar, sudah meminta perusahaan agar segera memulai investasinya di Banten. Secara khusus, Gubernur Provinsi Banten Rano Karno menugaskan Kepala BKPMPT Banten untuk terjun dan mengawal kesungguhan minat investasi NPCL dan aktif dalam berbagai pertemuan koordinasi yang dilakukan Pelindo II atau kementerian BUMN.
Pergerakan investasi di Provinsi Banten terus mengalami tren kenaikan bahkan mengalami peningkatan di tahun 2016. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordininasi Penanaman Modal (BKPM) Per Januari-Maret Triwulan I tahun 2016, nilai investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp12,15 triliun dengan 378 proyek. PMA Banten tertinggi ke-3 secara nasional setelah Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilai investasinya mencapai Rp4,2 triliun dengan 90 proyek. PMDN Banten tertinggi ke-4 secara nasional setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Tahun lalu, peringkat PMDN Banten menduduki peringkat ke-6. Sama halnya dengan PMA, tahun lalu PMA Banten dalam urutan ke-4 secara nasional. “Artinya, keduanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata Babar Suharso.
Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMDN adalah industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebanyak 19 proyek dengan nilai investasi Rp632 miliar. Sementara PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 336 proyek dengan nilai investasi 3.6 juta dolar AS. (ADVERTORIAL/BKPMPT Provinsi Banten)










