PAGELARAN – Alun-alun Pagelaran yang berada di Kampung Ciamis, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran sangat tidak terawat. Selain dipenuhi banyak rumput, juga kerap dipenuhi genangan air hujan akibat buruknya saluran drainase. Padahal, sarana ini merupakan simpul wilayah atau tempat kegiatan masyarakat merayakan peringatan hari besar nasional (PHBN).
Ipit Priatna, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pagelaran menyesalkan buruknya sarana prasarana tersebut. Ia menduga, buruknya tempat itu akibat tidak jelas pengelola. “Kita bingung dengan kondisi Alun-alun terserbut. Aset kecamatan tetapi tidak pernah dirawat,” katanya, ditemui di sekretariatnya, Minggu (8/5), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Menurut Ipit, untuk menata Alun-alun Pagelaran memang butuh biaya besar. Karena harus dimulai dari perbaikan drainase hingga panggung utama (pancaniti). “Sarana (Alun-alun Pagelaran-red) ini penting. Sebab, selain sebagai tempat olahraga, juga kerap menjadi tempat kampanye umum para kandidat bupati dan gubernur,” katanya.
Anggota Persatuan Sepak Bola Pagelaran (PS Gelar) Dena mengaku, kewalahan melakukan perawatan Alun-alun Pagelaran, karena tidak ada anggaran. “Kalau drainasenya tidak diperbaiki, Alun-alun Pagelaran tetap akan tergenang air hujan. Oleh karena itu, terkait ini butuh perhatian dari semua lembaga,” katanya.
Ditemui di kantornya, Sekretaris Desa (Sekdes) Pagelaran, Furkon Fahmi mengaku dilema tentang siap pengelola Alun-Alun Pagelaran. Karena secara aset milik Kecamatan Pagelaran, tetapi untuk wilayah masuk pada wilayah desa. “Terlebih, untuk perawatan Alun-alun seperti perbaikan drainase dan lainnya, kami tidak memiliki anggarannya,” katanya.
Sementara, Camat Pagelaran Didit Supriadi belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler, selalu dalam keadaan tidak aktif. (Herman/Radar Banten)











