LAMPUNG – Satgas Antinarkoba yang dicanangkan organisasi masyarakat Gerakan Nasional Antinarkoba (Granat) akan terus berlanjut di seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP Granat Henry Yosodiningrat mengungkapkan, pihaknya saat ini masih memprioritaskan Lampung sebagai daerah perintis gerakan satgas anti narkoba.
“Jadi kita fokus Lampung dulu selama setahun ini karena satgas anti narkoba kan perlu dibina,” kata dia kepada JawaPos.com, Senin (17/5).
Setelah sukses dibentuk di daerah sai bumi Rua Jurai ini, Henry memastikan akan kembali melanjutkan ke berbagai daerah di Indonesia terutama daerah perlintasan narkoba.
“Tentunya, ke depan akan dibentuk di Banten karena daerah perlintasan. Lalu, Sumatera Utara, Manado hingga seluruh Indonesia,” tegas anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Untuk saat ini, Henry menyebutkan terdapat 79.290 personil satgas anti narkoba dari 26.403 desa se-Lampung akan dikukuhkan Kapolri Jendral Badrodin Haiti di GSG Unila, Rabu (18/5).
Pemilihan satgas anti narkoba di Lampung bukan tanpa pertimbangan. Menurut Henry, Lampung merupakan masuk 10 besar peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, daerah perlintasan atau transit dari pulau Jawa menuju Sumatera begitu pun sebaliknya.
“Ini juga sesuai nawacita presiden ketiga yaitu membangun dari pinggiran. Makanya kita coba bentuk satgas antinarkoba setiap desa,” tandas dia. (JPG)







