SERANG – Bertemu selama sekitar setengah jam, Gubernur Banten Rano Karno dan Walikota Serang Tb Haerul Jaman membantah membahas langkah politik keduanya dalam Pemilihan Gubernur Banten 2017. Topik yang dibahas kali ini, mengenai program pemerintah pusat.
“Tidak ada pembahasan pilgub, kalau pilgub kita lihat mekanismenya. Masa kalau membicarakan koalisi setengah jam, berpasangan dengan siapa. Semua mungkin saja. Saya tidak fokus ke arah politik. Hanya sedikit, kalau pun ada, sedikit lah,” ungkap Rano Karno kepada wartawan, usai melakukan pertemuan tertutup keduanya di Rumah Dinas Gubernur Banten, Ciceri Kota Serang, Rabu (20/7) sore.
Rano mengatakan, bahwa menyambut 12 program nasional yang akan mulai berjalan, ini hal tersebut memerlukan konsentrasi, termasuk rencana kunjungan Presiden Ke Banten mengunjungi Merah Putih, di Bayah, dan mungkin mau mampir ke Banten.
Beberapa waktu lalu, katanya, dirinya ada pertemuan di Istana meredeka, Presiden bercerita tentang kunjungan ke Kota Serang dan rencananya presiden akan ada alokasi dana untuk jalan-jalan desa. Dirinya hanya mengingatkan, dalam waktu dekat bakal ada pembangunan di Kampung Kebanyakan Kasemen, Kota Serang.
“Kalau namanya tokoh saya perlu masukan, masukan untuk pembangunan. 12 project nasional tidak main-main, orang mungkin masih menganggap itu jualan Pak Gubernur kali? Itu bukan jualan saya, itu harapan pusat yang diberikan ke Banten yang harus kita serius kawal. Kalau tidak, lepas kesempatan ini,” kata Rano.
Senada dikatakan Gubernur, Wali Kota Serang, Tb Haerul Jaman mengungkapkan, bahwa pada pertemuan tertutup yang berlangsung tersebut hanya sebatas membahas tentang program-program pemerintah.
“Tadi sudah disampaikan pak Gubernur obrolan-obrolan hanya tentang program-program pemerintah pusat dan kita harus mengawal sampai selesai. Termasuk tadi pak Gubernur mempertanyakan pungutan masuk sekolah negeri, ternyata itu tidak ada. Nggak ada menyampaikan tentang Pilgub,” kata Jaman. (Fauzan Dardiri)









