• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

56 Anak di Kota Serang Terkena Gizi Buruk

Redaksi by Redaksi
Rabu, 14 September 2016 12:03
in Berita Utama, Featured, Umum
Net. ILUSTRASI

Net. ILUSTRASI

SERANG – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang tahun 2015, sebanyak 56 anak terkena gizi buruk. Selain itu, 997 anak lainnya mengalami gizi kurang. Jumlah tersebut merupakan dua persen dari jumlah balita di Kota Serang. Demikian disampaikan Kepala Seksi Gizi Remaja dan Usia Lanjut pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Eka Agustina saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/9).

Dijelaskannya, persebaran anak terkena gizi buruk berada hampir di seluruh kecamatan di Kota Serang. Yakni, tiga orang di Kecamatan Taktakan, lima orang di Kecamatan Curug, sembilan orang di Kecamatan Cipocok, sepuluh di Kecamatan Walantaka, 13 di Kecamatan Kasemen, dan 16 orang di Kecamatan Serang.

RelatedPosts

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

Rabu, 30 September 2026 07:41
Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Rabu, 30 September 2026 07:36
Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pengiriman 150 Ribu Benih Lobster ke Kejari Serang

Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pengiriman 150 Ribu Benih Lobster ke Kejari Serang

Rabu, 30 September 2026 07:10
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34

Eka mengatakan, masalah gizi buruk tidak bisa diselesaikan oleh Dinkes sendiri. Butuh melibatkan lintas sektoral untuk mengentaskan gizi buruk secara bersamaan. “Begini, sebenarnya masalah gizi itu bukan hanya gizi buruk, tetapi di Kota Serang juga gizi kurangnya banyak. Gizi buruk itu penanganannya khusus. Ada penanganan yang spesifik dan yang sensitif yang melibatkan lintas sektoral,” ujar Eka.

Penanganan spesifik merupakan penanganan yang dilakukan oleh Dinkes. Eka menuturkan, anak-anak yang mengalami gizi kurang akan diberikan makanan tambahan selama tiga bulan dan akan terus dipantau. Selain itu, diberikan makanan tambahan untuk ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis juga diberikan. “Itu agar kelak melahirkan bayi-bayi yang berat badannya normal atau cukup. Kita juga dirikan tahun ini 16 pos gizi yang tersebar di semua kecamatan. Penyuluhan juga sepertinya enggak kurang-kurang di setiap posyandu setiap bulannya.” terangnya

Eka menjelaskan, pendekatan sensitif merupakan penanganan yang melibatkan lintas sektoral. Masalah kemiskinan yang menjadi salah satu penyebab gizi buruk bukan lagi tugas Dinas Kesehatan. “Contohnya lagi, di wilayah Kasemen apakah sanitasinya sudah bagus? Nanti kalau sanitasinya tidak bagus, kewajibannya ada di DPU. Dia (DPU-red) berkewajiban untuk menyediakan sumber air minum yang bagus, sumber pembuangan air limbah yang bagus karena anak-anak balita itu rentan terhadap diare, dan ISPA. Jadi, anak tidak gampang sakit. Itu yang harus kita sampaikan ke teman-teman dinas yang lain bahwa di wilayah ini ada gizi buruk dan sama-sama untuk mengentaskannya,” urainya.

Eka juga menerangkan, gizi buruk dapat mengancam kualitas SDM Indonesia pada masa yang akan datang. Hal ini dikarekan anak-anak yang kekurangan gizi akan menyebabkan masalah pada tingkat kecerdasannya kelak. Kalau sudah di atas dua tahun, kita mungkin bisa perbaiki status gizinya. Tapi, kerusakan otaknya tidak bisa kita perbaiki,” terangnya.

Diketahui, masalah gizi buruk di Kota Serang menjadi sorotan lantaran saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerjanya ke Kota Serang pada Minggu (11/9). Tepatnya di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Presiden memberikan bantuan tambahan makanan untuk para ibu hamil, balita, dan anak-anak. Bantuan itu diberikan tak lain agar mereka memiliki gizi baik dan terjauh dari gizi buruk. Saat itu Jokowi menekankan pentingnya perbaikan gizi bagi anak. Ia mengaku prihatin karena di Banten termasuk Kota Serang di dalamnya masih ada anak yang menderita gizi buruk. “Ini penting untuk masa depan anak Indonesia. Kita akan terus galakkan demi mengurangi penderita gizi buruk. Saat ini kita melihat Indonesia darurat gizi buruk. Jadi, sejak ibu hamil kita harus persiapkan gizi yang baik untuk kehairan anaknya kelak,” kata Presiden saat itu. (Haris/Radar Banten)

Tags: Gizi BurukKota Serang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Soal Tugas di Pemkot Serang, Jangan Diskriminatif terhadap Perempuan

Next Post

Duh, Anak di Bawah Umur Sudah Berani Mencuri

Next Post
Duh, Anak di Bawah Umur Sudah Berani Mencuri

Duh, Anak di Bawah Umur Sudah Berani Mencuri

Pelantikan ASN Pemprov Banten

Sekda Banten Lantik 16 Pejabat Fungsional, Berikut Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 13:05
Penggunaan BBM

Polda Banten Gerebek Tempat yang Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM di Cilegon

Selasa, 29 September 2026 10:22
alan Tol Serang-Panimbang, Ruas Tol Rangkasbitung-Cileles

Konektivitas Banten Selatan Makin Dekat, Tol Rangkasbitung–Cileles Masuk Uji Laik Fungsi dan Operasi

Senin, 28 September 2026 19:56
konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Ditargetkan Rampung November 2026

Senin, 28 September 2026 14:28
dua PNS di lebak dikenakan indispiliner

Dua PNS Pemkab Lebak Indisipliner, Satu Dipecat

Selasa, 29 September 2026 16:37
2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

Senin, 28 September 2026 11:18
Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Senin, 28 September 2026 21:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

by Fahmi
Rabu, 30 September 2026 07:41
0

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Banten, Agus Mintono.

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 30 September 2026 07:36
0

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap awak kapal yang mengalami mati mesin di Perairan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu, 30 September 2026....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.