TANGERANG – Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Ahmad Nawawi menyatakan, Gema MA mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberantas korupsi tanpa tebang pilih agar memberikan efek jera kepada pelakunya.
“Kami juga meminta pejabat publik yang beragama Islam dapat menjadi teladan dalam berpolitik yang santun, bebas dari ujaran kebencian, kaya inovasi, dan bebas korupsi, sehingga menjadi panutan umat Islam dalam berpolitik,” kata Nawawi, Senin (19/9), melalui keterangan tertulis dalam kaitan hasil Rakernas I Gema MA pada 16-18 September 2016 di Kota Tangerang.
Kepada generasi muda yang diamanahi sebagai pejabat publik, lanjut Nawawi, agar mampu menjadi lokomotif perubahan yang cepat, terarah, dan bebas narkoba agar dapat menjadi role model generasi muda Indonesia.
“Kami meminta kader Gema MA di seluruh Indonesia untuk terus berkontribusi merawat Indonesia yang majemuk dengan tetap dalam bingkai NKRI, terlibat aktif mendukung setiap kebijakan pemerintah yang pro rakyat, tetapi tetap kritis pada kebijakan yang melawan hati nurani rakyat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rakernas I DPP Gema MA dengan tema “Satu Abad Mathla’ul Anwar Berkiprah untuk Bangsa” dirangkai dengan Dialog Kebangsaan Gema MA yang menghadirkan narasumber Staf Khusus Kemenpora Zainul Nasihin, Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Prof. Dr. Bambang Pranowo, Dosen Pasca Sarjana IPB Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, MM, dan Staf Ahli Walikota Tangerang Selatan. Rakernas diikuti oleh seluruh Pengurus DPP Gema MA dan perwakilan 32 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gema MA se-Indonesia.
Pada acara pembukaan Rakernas dihadiri Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, pejabat Pemprov Banten, dan pemeri tah daerah di Banten.
“Rakernas merupakan wadah organisasi untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi kegiatan organisasi, baik di tingkat pusat ataupun di daerah, sehingga diharapkan program kerja organisasi dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Nawawi.
Sebagai bagian dari elemen bangsa yang telah berusia satu abad, Mathlaul Anwar bagaikan miniatur umat Islam di Indonesia yang majemuk. Dengan demikian Mathla’ul Anwar diharapkan dapat terus menampung umat Islam dari segala golongan tanpa membeda-bedakan mazhab, apalagi afiliasi partai politik Islam.
“DPP Gema MA siap menjadi serat perekat bangsa yang dewasa ini hampir terpecah belah oleh politik identitas,” kata Nawawi. (Aas)












