slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kisah Meri Susilawati, Pekerja Akses Tali Wanita

Redaksi by Redaksi
27-09-2016 10:59:15
in Berita Utama, Featured, Umum
Kisah Meri Susilawati, Pekerja Akses Tali Wanita

Meri Susilawati di atas ketinggian saat menjalankan tugas untuk membersihkan gedung.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Sejumlah pekerjaan menantang maut tak semua ditekuni kaum pria. Meri Susilawati contohnya. Wanita berusia 36 tahun ini masih aktif sebagai pekerja akses tali. Banyak gedung pencakar langit di Jakarta sudah dia taklukkan.

TOGAR HARAHAP – Ciputat

Baca Juga :

Cerita Pegawai PLN: Sempat Syok, Teman Meninggal Kesetrum

BISA dibilang sangat jarang orang yang bercita-cita ingin menjadi pekerja akses tali. Demikian juga Meri Susilawati. Cita-cita dia sebenarnya ingin jadi desainer busana.

Ceritanya berawal saat dia merantau dari Padang, Sumatera Barat, ke Jakarta tahun 2000. Dia mendapatkan tawaran menjalani pekerjaan ekstrem ini. Baginya ini pilihan hidup. Sebuah pekerjaan yang didominasi kaum adam itu, membuat jiwa petualangnya muncul.

Tahun 2008, ia mengikuti pelatihan bersama sebuah perusahaan perlengkapan outbound asal Perancis, Petzl. Bekal ini menjadikannya semakin dikenal sebagai pekerja akses tali. Sejumlah gedung seperti BNI 46 dan SCBD Sudirman pernah dia taklukkan. Termasuk gedung-gedung tinggi di BSD City, Kota Tangsel.

Lalu di tahun 2012, ia mengambil sertifikat ke Assosiation Rope Access Indonesia (ARAI) dan mulai bekerja di sejumlah kilang minyak. Tubuhnya yang mungil terlihat lincah saat bergelantungan. Ia mampu menaksir titik atau point di sebuah gedung sebelum melakukan perawatan. “Total saya bergelantungan di gedung hampir delapan tahun lamanya,” papar dia.

Meski demikian, bekerja di tengah lingkungan maskulin tak serta merta membuat karakternya menjadi pria seutuhnya. Bahkan dirinya masih tetap merawat rambutnya tetap panjang untuk membedakan dirinya dengan pria.

Meski kadang ia harus senewen, karena kerap dipanggil mas-mas saat bertugas. “Kaget saja mereka, enggak tahu kalau saya perempuan. Padahal potongan rambut panjang begini,” kata Meri seraya tertawa.

Di tengah kesibukannya bergelantungan di atas gedung, ia tetap melakukan hobinya yakni membuat rancangan pakaian dan menjahit. Terkadang, rancangan tersebut ia ubah menjadi gaun resmi saat pergi memenuhi undangan pernikahan. “Biasanya hobi ini saya lakukan saat libur, Mas,” paparnya.

Baginya, pekerjaan yang ia geluti saat ini tak mengenal gender. Tak ada diskriminasi. Semua orang bisa melakukannya. Meski demikian, ia tak melupakan kodratnya sebagai wanita. Sisi kewanitaannya pernah tersentuh saat mendengar neneknya berbicara mengenai kodrat sebagai wanita Minang. “Di adat kami, seorang wanita harus memiliki kemampuan memasak dan menjahit yang harus dikuasai perempuan. Apalagi saat menikah, keahlian ini harus dilakukan,” katanya.

Meri tak melihat bekal yang diberikan neneknya sejak kecil mengerangkeng dirinya dalam stigma perempuan dan laki-laki. Justru menurut dia itu jadi kelebihan lain bagi perempuan yang bisa bekerja di lingkungan laki-laki. “Dalam setiap pekerjaan saya tetap berbaur dengan rekan kerja di lapangan sembari mendengarkan kisah kehidupan mereka,” ujarnya. Obsesinya menjadi pengajar dan instruktur di bidang rope access.

Hal senada diungkapkan Mukhlisin (29). Sejak lulus dari SMA Banjar Patroman, Kabupaten Banjar, Jawa Barat, tahun 2006, ia lalu melanjutkan studinya di Fakultas Ushuluddin jurusan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah. Kegiatan panjat tebing di Kelompok Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Kemahasiswaan (KMPLHK) Kembara lnsani lbnu Battutah (Ranita) di kampusnya membuatnya jatuh hati dengan dunia tali temali tersebut. “Dari sana saya dapat ilmu, meski harus mati-matian menyelesaikan skripsi,” ujarnya seraya bercanda.

Hingga di tahun 2014, ia bersama dua rekannya membangun perusahaan Skyrope. Gedung pertama yang ia bersihkan adalah German Centre. Awal bekerja, ia merasa grogi. Gedung setinggi 40 meter ini membuatnya darahnya mendesir. “Beruntung, saya bisa bersihkan semua,” katanya.

Mengenai pekerjaan, setiap hari seorang pekerja akses tali melewati empat jam sampai lima jam berada di atas ketinggian. Ini membuatnya kulitnya menghitam karena sering kena matahari langsung. “Semua pekerja Skyrope, rata-rata hitam. Tapi urusan nyali kita sungguh bertaji,” pungkasnya. (*)

Tags: Pekerjaan Menantang Maut
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Love Story: Terlalu Pilih-pilih, Berharap Dapat yang Lebih

Next Post

Peserta Bintan Golf Challenge 2016 Terpukau dengan Alam Bintan

Related Posts

Cerita Pegawai PLN: Sempat Syok, Teman Meninggal Kesetrum
Berita Utama

Cerita Pegawai PLN: Sempat Syok, Teman Meninggal Kesetrum

by Redaksi
Rabu, 28 September 2016 11:37

Jangan anggap sebelah mata pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Mereka bekerja mempertaruhkan nyawa untuk menjaga listrik tetap menyala. Berikut sepenggal...

Read moreDetails
Next Post
Peserta Bintan Golf Challenge 2016 Terpukau dengan Alam Bintan

Peserta Bintan Golf Challenge 2016 Terpukau dengan Alam Bintan

Ditanya Soal Pilgub, Begini Jawaban Istri Rano Karno

Setop Ujaran Kebencian Pada Momen Pilkada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

Selasa, 26 Mei 2026 18:55
PGN menilai fundamental bisnis gas bumi domestik tetap memiliki prospek jangka panjang yang positif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi.

Lewat RUPST 2025, PGN Setujui Pembagian Dividen Tunai Sebesar USD 172,29 Juta

Selasa, 26 Mei 2026 18:54
Ratusan Angkot di Cilegon Belum Perpanjang Izin Trayek

Ratusan Angkot di Cilegon Belum Perpanjang Izin Trayek

Selasa, 26 Mei 2026 18:28
Paska Ledakan di PT MCCI, Gema Al Khairiyah Minta Audit Izin Operasional Perusahaan 

Paska Ledakan di PT MCCI, Gema Al Khairiyah Minta Audit Izin Operasional Perusahaan 

Selasa, 26 Mei 2026 17:51
Wakil Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha untuk UMKM di RTH Tigaraksa

Wakil Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha untuk UMKM di RTH Tigaraksa

Selasa, 26 Mei 2026 17:29
Lima Desa di Kabupaten Serang Dapat Ambulan, Anggaran Diambil dari Mobil Dinas Bupati 

Lima Desa di Kabupaten Serang Dapat Ambulan, Anggaran Diambil dari Mobil Dinas Bupati 

Selasa, 26 Mei 2026 17:19
Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

Selasa, 26 Mei 2026 18:55
PGN menilai fundamental bisnis gas bumi domestik tetap memiliki prospek jangka panjang yang positif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi.

Lewat RUPST 2025, PGN Setujui Pembagian Dividen Tunai Sebesar USD 172,29 Juta

Selasa, 26 Mei 2026 18:54
Ratusan Angkot di Cilegon Belum Perpanjang Izin Trayek

Ratusan Angkot di Cilegon Belum Perpanjang Izin Trayek

Selasa, 26 Mei 2026 18:28
Paska Ledakan di PT MCCI, Gema Al Khairiyah Minta Audit Izin Operasional Perusahaan 

Paska Ledakan di PT MCCI, Gema Al Khairiyah Minta Audit Izin Operasional Perusahaan 

Selasa, 26 Mei 2026 17:51
Wakil Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha untuk UMKM di RTH Tigaraksa

Wakil Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha untuk UMKM di RTH Tigaraksa

Selasa, 26 Mei 2026 17:29
Lima Desa di Kabupaten Serang Dapat Ambulan, Anggaran Diambil dari Mobil Dinas Bupati 

Lima Desa di Kabupaten Serang Dapat Ambulan, Anggaran Diambil dari Mobil Dinas Bupati 

Selasa, 26 Mei 2026 17:19

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

Polda Banten Ungkap Penyebab Meledaknya PT MCCI

by Fahmi
Selasa, 26 Mei 2026 18:55

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pabrik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) meledak, pada Senin (26/5/2026). Ledakan pabrik kimia yang terletak Kelurahan Gerem,...

PGN menilai fundamental bisnis gas bumi domestik tetap memiliki prospek jangka panjang yang positif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi.

Lewat RUPST 2025, PGN Setujui Pembagian Dividen Tunai Sebesar USD 172,29 Juta

by Agung S Pambudi
Selasa, 26 Mei 2026 18:54

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak