JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat. Pada perdagangan di pasar spot Selasa (27/9), kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) diperdagangkan di kisaran Rp12.900 hingga Rp12.936, sebelum ditutup di Rp12.955.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyebutkan, ada beberapa faktor yang memicu penguatan rupiah. Dari dalam negeri, penguatan rupiah dimulai dari tingginya arus modal masuk bersih tahun ini.
“Total Januari sampai September sudah Rp151 triliun dibanding periode yang sama (tahun lalu) Rp 39 triliun,” ujarnya seusai ratas ekonomi digital di Kantor Presiden, Selasa (27/9), seperti dilansir JawaPos.com. Faktor lainnya adalah pengaruh program amnesti pajak yang dilihat baik oleh pasar. Program tersebut sejauh ini menunjukkan tren positif.
Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, antusiasme warga Indonesia untuk berpartisipasi dalam program tax amnesty menjadi salah satu faktor penguatan nilai tukar rupiah. “Arahnya pasti ke sana. Rupiah menguat, IHSG (indeks harga saham gabungan) menguat,” ujarnya.
Darmin menyatakan, tren penguatan rupiah sudah dimulai awal Agustus. Tren penguatan tidak berlangsung drastis, tetapi bertahap. “Jangan terlalu cepat penguatannya,” tutur dia. (JPG)

