ENTAH sudah berapa kali Direktorat Jenderal Pajak menggelar sosialisasi tax amnesty.
Bahkan, sering kelompok masyarakat yang mengundang pembicara dari Ditjen Pajak untuk menyampaikan materi tentang program pengampunan pajak itu.
Siapakah yang paling antusias pada program tersebut? Pejabat? Konglomerat?
Ternyata bukan. Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mempunyai jawaban menarik soal siapa yang paling bersemangat ikut sosialisasi pengampunan pajak.
Ternyata, dalam dua bulan kampanye pengampunan pajak, yang paling antusias adalah ibu-ibu.
’’Ibu-ibu yang paling sering minta sosialisasi,’’ ujar Ken saat memaparkan program tax amnesty di Mabes TNI Cilangkap.
Alasannya sederhana. Mereka sangat ingin tahu jumlah sebenarnya harta para suami.
Memang ada deklarasi harta kekayaan dalam program tax amnesty.
’’Saya biar tahu seberapa banyak harta suami. Kok saya cuma dapat bagian kecil begini. Yang lain ke mana,’’ tutur Ken menirukan ibu-ibu yang ditemui.
Hal itu tentu membuat tentara peserta sosialisasi tertawa. Para istri tentara pun senyum-senyum.
Namun, harta suami itu tentu tidak bisa dibocorkan para petugas pajak. Termasuk kepada istri masing-masing.
’’Bapak belain suami saya ya?’’ protes ibu-ibu. ’’Saya bisa kena 5 tahun pidana kalau bocorkan rahasia suami ibu,’’ jelas pria kelahiran Malang itu. (jun/c15/oki/jpnn)









