• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Mencari Uang, tapi Tidak Mengurusi Keuangan

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 5 November 2016 08:01
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan, Featured
Selamatkan Aset Strategis yang Disita Bank

MOMENTUM DAHLAN

SOSOK direktur utama mungkin bisa menimbulkan kesan sangat berkuasa di perusahaan. Termasuk berkuasa memerintahkan keluarnya uang. Memang ada yang begitu. Tapi ada juga Dirut yang kalah kuasa dengan pemilik perusahaan.

Masih ada lagi jenis Dirut yang lain. Yakni yang justru tidak mau melibatkan diri dalam proses di keuangan. Saya tergolong Dirut yang terakhir itu. Tidak mau mengurus manajemen keuangan.

RelatedPosts

lulusan SMK Banten

Pemprov Banten Siapkan Strategi Magang untuk Tingkatkan Serapan Lulusan SMK

Kamis, 8 Oktober 2026 11:05
Achmad Dimyati Natakusumah

Meriahkan HUT Ke-26 Banten, Wagub Dimyati Jadikan Catur Cerminan Kerja Birokrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 09:04
Pilar Tinjau Sejumlah Turap di Pondok Aren

Pilar Tinjau Sejumlah Turap di Pondok Aren

Kamis, 8 Oktober 2026 08:56
Pelepasan calon mahasiswa ke luar negeri

Bupati Tangerang Lepas Tujuh Siswa Berprestasi Kuliah ke Tiongkok

Kamis, 8 Oktober 2026 08:52

Sudah sejak di Jawa Pos begitu. Begitu juga di PT PWU. Dan juga kemudian di PT PLN. Mengapa? Saya ini menyadari sesadar-sadarnya bahwa background saya adalah wartawan. Background sebelum itu adalah aktivis kampus. Saya tidak pernah mendalami masalah keuangan. Tidak ahli keuangan. Saya hanya sebatas mengerti keuangan. Karena itu, saya tidak pernah mau ikut menandatangani cheque, tidak pernah mau membubuhkan acc di proses pencairan uang dan selalu minta bagian atau direktorat keuangan untuk mandiri dari intervensi, termasuk intervensi dari atasan.

Memang saya kadang membubuhkan disposisi di proses pengajuan dokumen permintaan uang. Tapi itu sebatas disposisi agar diproses. Bukan disposisi agar dicairkan. Untuk pencairan dana (atau pengeluaran cek), harus ada satu proses berikutnya: verifikasi dokumen, kebenarannya, prioritas atau bukan, ada dana atau tidak dan seterusnya. Semua proses ini ada di direktorat keuangan. Baru uang bisa keluar atau ditolak.

Seandainya uang kemudian keluar, tugas bagian keuangan juga untuk menagih dokumen administrasi pertanggungjawabannya. Saya tidak pernah mau melibatkan diri di proses ini. Dirut yang seperti itu kadang harus malu. Kadang diejek: Dirut apa itu kok tidak berkuasa. Tapi saya memang memilih tidak terlihat berkuasa. Tidak apa-apa.

Di PWU konsentrasi saya penuh untuk bidang yang paling sulit: bagaimana pabrik yang bobrok-bobrok itu bisa diperbaiki. Tidak mudah. Memerlukan ide, kiat, kerja keras, dan kontrol yang terus-menerus. Siang dan malam.

Hampir setiap malam, setelah bekerja di Jawa Pos, saya keliling pabrik-pabrik milik PT PWU. Pabrik karet, pabrik kulit, pabrik genting, pabrik es, pabrik kain kasa, dan banyak lagi. Yang semuanya sulit: mesinnya kuno, tenaganya menua, fisik pabriknya reyot, dan produksinya tidak bisa bersaing.

Pabrik karet di Ngagel, misalnya, kumuhnya bukan main. Keuangannya begitu sulit. Karyawannya begitu banyak. Kualitas produksinya begitu menyedihkan. Jam 01.00 tengah malam saya ke sana. Sedih sekali. Gelap.

Saat tengah malam itulah saya menemukan ide: akan saya larang pabrik itu memproduksi apa pun kecuali satu jenis produk saja. Banyaknya jenis produksi saat itu bikin ruwet saja. Produksi karet gelang, misalnya, terlalu njelimet dan uangnya kecil. Saya panggil manajemen. Tidak boleh lagi memproduksi macam-macam. Satu saja. Anda pilih sendiri. Biar fokus.

Akhirnya mereka memilih hanya memproduksi karet untuk bumper sandaran kapal di pelabuhan. ’’Bagus,’’ kata saya. Hentikan produksi yang berpuluh-puluh macam karet itu. Fokuslah di satu produk itu. Barangnya tidak rumit, besar-besar, harga per satuannya tinggi, pesaingnya sedikit.

Memang karyawan demo karena banyak yang menganggur. Tapi itulah tonggak kebangkitan pabrik karet Ngagel. Tahun berikutnya saya izinkan menambah satu jenis produk lagi: lapisan karet untuk pipa tambang emas.

Sekarang pabrik karet yang reyot itu ditinggalkan. Bangun pabrik karet baru yang modern. Bahkan menjadi satu-satunya pabrik steel conveyor belt di Indonesia. Bisa mengurangi ketergantungan pada impor.

Hal-hal seperti itulah yang harus lebih saya perhatikan. Untuk mencari uang. Bukan mengurus uang. Mengurus uang itu, untuk perusahaan sekelas PWU waktu itu, sangat gampang. Tidak perlu saya. Cari saja orang yang hati-hati, teliti, njelimet, cerewet, dan jujur. Di PWU saya merasa sudah punya orang yang seperti itu.

Seperti halnya pabrik karet, pabrik kulit yang ada di A.Yani juga sulit. Berbau, kumuh, dan reyot. Saya putuskan untuk ditutup. Pindah ke Pasuruan. Jadi satu dengan pabrik kulit yang ada di sana. Yang kondisinya juga ampun-ampun. Lokasi aset yang strategis bekas pabrik kulit itu lantas kami bangun gedung Jatim Expo (JX International) yang gagah itu.

Seandainya saya ikut mengurus keuangan, saya tidak akan mampu memikirkan semua itu. Saya memang biasa lebih menekuni bidang ’’mencari uang’’ untuk kemajuan perusahaan daripada ’’mengatur uang’’-nya. (*)

Tags: Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Belitung, Danau Toba, Bromo Didorong Kemenpar Jadi Geopark Dunia

Next Post

WH-Andika Berkomitmen Turunkan Angka Pengangguran di Banten

Next Post
WH-Andika Berkomitmen Turunkan Angka Pengangguran di Banten

WH-Andika Berkomitmen Turunkan Angka Pengangguran di Banten

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Rabu, 7 Oktober 2026 20:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

hama padi Banten

Serangan Hama di Pontang Dikendalikan, Distan Banten Targetkan Produksi Padi Naik

by Yusuf Permana
Kamis, 8 Oktober 2026 11:23
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten memperkuat pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada pertanaman padi di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang....

PTPN IV

Info Loker: PTPN IV Bakal Rekrut Ratusan Pekerja dari Banten

by Fahmi
Kamis, 8 Oktober 2026 11:18
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Info lowongan kerja (loker). PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV bakal rekrut ratusan pekerja untuk menggantikan pekerja lama...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.