• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Presiden Jokowi: Hentikan Menyebar Kebencian di Medsos

Redaksi by Redaksi
Senin, 14 November 2016 10:05
in Berita Utama, Featured, Umum
0
Ini Yang diminta Jokowi Pada Ulama Banten

Presiden RI Joko Widodo saat berdialog dengan para ulama perwakilan Banten dan Jawa Barat di istana negara, Kamis (10/11). (Sumber foto: Humas Polda Banten)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

JAKARTA – Safari Presiden Joko Widodo ke sejumlah kalangan pascademo 4 November lalu belum usai. Kemarin (13/11), Jokowi bersafari ke acara yang diadakan dua parpol pendukung pemerintah, yakni PPP dan PAN. Jokowi kembali mengulas pentingnya persatuan bangsa dan saling menghargai antarpemeluk agama. Media sosial (medsos) yang kian menyebar kebencian juga menjadi perhatian.

Safari diawali dengan mendatangi Munas Alim Ulama dan Rapimnas PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar. ’’Setiap konferensi besar apa pun, G-20, APEC, selalu saya pakai sebagai pembuka,’’ tuturnya.

Selain itu, dia selalu mempromosikan bahwa di Indonesia, Islam bisa berjalan beriringan dengan demokrasi. Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan prinsip kebersamaan di tengah keragaman. Umat mayoritas harus melindungi yang minoritas, dan sebaliknya, minoritas wajib menghormati mayoritas.

Menurut Jokowi, satu hal yang perlu diredam saat ini adalah ujaran kebencian di media sosial. Khusus umat Islam, sebaiknya media sosial dijadikan sarana untuk syiar dakwah. Bukan untuk saling menghujat dan mencaci maki, apalagi memfitnah. ’’Saya biasanya menggunakan media sosial untuk hiburan, (lihat) yang lucu-lucu. Tapi kalau sudah bantai, bunuh, itu tidak Islami,’’ lanjutnya.

Sementara di Rapimnas PAN, Jokowi menuturkan, secara langsung maupun tidak langsung kasus Ahok membuat perhatian publik juga terkonsentrasi ke Pilkada DKI Jakarta. Padahal, masih ada 100 daerah lain yang juga menyelenggarakan pilkada. Daerah-daerah itu juga membutuhkan pengawasan yang sama dengan ibukota.

’’Jadi kenapa energi, konsentrasi kita habis hanya di Jakarta? Apa kalkukasinya? Kalau ada masalah yang berkaitan dengan hukum, serahkan kepada proses hukum,’’ tambahnya. Dia menjamin tidak akan ikut campur urusan hukum apa pun yang sedang berjalan. Yang penting, Indonesia tidak sampai terpecah belah.

Sementara itu, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menuturkan, umat Islam harus mampu menunjukkan akhlak yang baik sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw. Sebisa mungkin, umat Islam harus menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan.

Dia memuji aksi demonstrasi 4 November lalu yang menunjukkan cara damai umat Islam dalam mengungkapkan ketersinggungan. Di satu sisi, itu juga menggerakkan umat Islam untuk mempelajari Alquran, terutama soal kepemimpinan. ’’Bahkan di media sosial, banyak ustadz dan mufasir dadakan,’’ terangnya.

Dia hanya mengingatkan adanya pihak-pihak yang berpotensi menunggangi aksi-aksi semacam itu. ’’Kalau namanya pasukan itu berkonsentrasi dalam jumlah besar, rawan ditunggangi siapa pun tanpa kecuali,’’ lanjutnya.

Disinggung mengenai rencana aksi susulan 25 November mendatang, Romy mengutarakan, belum mengetahui secara pasti. Namun, pihaknya tetap akan memasukkan rencana aksi susulan itu sebagai salah satu bahasan dalam munas kali ini. ’’PPP punya caranya sendiri di parlemen,’’ tambahnya.

Sementara Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menuturkan, nuansa kedamaian dalam aksi 25 November memang perlu untuk dibentuk. Misalnya, dengan membawa simbol-simbol kedamaian. Seperti saat aksi damai 4 November, ada sejumlah demonstran yang membawa pamflet  dengan tulisan ’Kami datang karena cinta negeri Indonesia’. ”Hal semacam itu boleh,” tuturnya.

Dia kembali menegaskan, aparat kepolisian juga akan dirancang menjaga dengan kedamaian. Aparat yang bertugas menjaga aksi tidak diperbolehkan membawa senjata api apa pun. ”Jadi, semuanya mengarahkan untuk bisa berdamai,” ungkap mantan Kapolda Banten tersebut.

Sementara Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, Bareskrim bekerja dengan sangat profesional dalam kasus dugaan penistaan agama. Tidak ada yang mungkin bisa memengaruhi proses hukum. ”Kami all out,” tegasnya.

Bahkan, setelah gelar perkara terbuka terbatas selesai. Seluruh kejadian yang terjadi akan dipublikasikan. Sehingga, masyarakat bisa mengawasi proses hukum yang berjalan. ”Kami sangat transparan,” jelasnya. (JPG/Radar Banten)

Tags: Presiden Joko Widodo
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Service of Excellent! Trans Luxury Hotel Bandung Wakili Indonesia di #WHTA2016

Next Post

Wahidin Halim: Banten Harus Bebas dari Masalah Sampah

Next Post
Wahidin Halim: Banten Harus Bebas dari Masalah Sampah

Wahidin Halim: Banten Harus Bebas dari Masalah Sampah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Warga Sukadiri Tangerang Mengaku Jadi Korban TPPO di Libya, Minta Dipulangkan

Warga Sukadiri Tangerang Mengaku Jadi Korban TPPO di Libya, Minta Dipulangkan

by Mulyadi
Selasa, 11 Agustus 2026 09:29
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sumiyati (46), warga Kampung Kebon Cau, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mengaku menjadi korban tindak...

Aniaya Transpuan di Rangkasbitung, Polisi Amankan Satu Orang dan Buru Empat Pelaku Lain

Aniaya Transpuan di Rangkasbitung, Polisi Amankan Satu Orang dan Buru Empat Pelaku Lain

by Fahmi
Selasa, 11 Agustus 2026 09:09
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang transpuan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Empat...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.