SERANG – Ribuan warga Banten pada Selasa (22/11) kemarin istigasah bersama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Alun-alun Barat Kota Serang. Acara digelar oleh Forum Umat Islam Banten.
Nah, pada Jumat (25/11) pagi nanti juga akan ada istigasah yang dilaksanakan Polda Banten di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang. Kata Kapolda Banten Kombes Listyo Sigit Prabowo istigasah bersama alim ulama di Bantani ini akan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Pada acara tersebut akan mengundang para ormas dan alim ulama serta perwakilan-perwakilan dari Provinsi Banten. “Kami undang semua yang berkaitan agar acara berjalan dengan kondusif,” katanya.
Menurutnya, istigasah dilakukan mengingat akan ada aksi umat Islam lanjutan pada 2 Desember . “Kemarin kami sudah lakukan diskusi dengan para tokoh dan ulama untuk membahas mengenai demo 2 Desember, yang merupakan kelanjutan demo 4 November lalu mengenai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok,” ungkap Kapolda di pendopo gubernur Banten, Rabu (23/11).
Mengenai rencana aksi 2 Desember (212) di Jakarta, ia menyarakan aksi itu tidak menganggu ketertiban umum.
“Saran saya mari kita lakukan di Banten saja, misalnya di Alun-alun kita lakukan istigasah bersama-sama,” ujarnya.
Kemarin, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pada acara istigasah di Alun-alun Barat Kota Serang, menyatakan bahwa konstitusi adalah produk pemikiran insani yang tidak boleh bertentangan dengan ayat suci.
“Manakala ayat konstitusi sejalan dengan ayat suci dan tidak bertentangan dengan Alquran dan As-sunah maka kita sebagai warga negara Indonesia wajib mengikutinya selama tidak bertentangan dengan syariat Islam,” ujar Habib Rizieq sebagaimana. diberitakan Radar Banten.
Ia pun bertanya kepada jamaah. “Siap membela konstitusi? Siap tegakkan konstitusi?” tanya Habib. Hadirin dengan kompak dan bersemangat mengatakan, “Siap!” diiringi kumandang takbir yang menggema.
Habib mengimbau masyarakat khususnya generasi muda untuk menanamkan dalam hati yang paling dalam bahwa hukum yang paling tinggi adalah hukum Allah. “Tidak ada satu pun hukum yang lebih baik, lebih indah daripada hukum Allah,” katanya.
“Siap tunduk dengan hukum Allah?” tanya Habib kepada hadirin. Dengan kompak masyarakat menjawab “Siap!” yang kembali diiringi dengan kumandang takbir dan salawat Nabi. Habib kembali menekankan jangan sekali-kali menghina ayat suci.
Kata Habib, di antara aturan Allah yang harus ditaati adalah aturan yang tertera dalam Surat Almaidah ayat 51. Habib mengklaim, tidak salah jika kiai atau ulama berbicara tentang Surat Almaidah ayat 51 di masjid, majelis taklim, atau pada tablig akbar. “Itu adalah benar. Jadi, bukan politisasi karena kita menyebarkan dan memberi penjelasan ayat suci sudah sesuai koridor,” ucap Habib.
Terkait aksi massa yang akan dilakukan pada 2 Desember di Jakarta, Habib menegaskan bukan gerakan makar. “Kita akan salat Jumat bersama di Jakarta, zikir, gelar sejadah, masa dibilang mau makar?” pungkasnya. (Wirda/Radar Banten)










