CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak selama libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) diwarnai sejumlah insiden.
Antara lain mobil penumpang dan truk muatan semen terjatuh ke laut, serta truk terguling saat akan naik kapal ferry. Penyebab kecelakaan karena faktor cuaca. Arus gelombang laut tinggi, angin kencan, dan hujan deras.
Berharap agar hal serupa tidak terjadi pada masa libur Idul Fitri pada April mendatang, stakeholder di Pelabuhan Merak, seperti Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), ASDP Indonesia Ferry dan stakeholder lainnya melakukan istigasah di Pelabuhan Merak, Kamis, 5 Januari 2023.
“Insiden terjadi faktornya karena alam. Yang menguasai alam siapa? Jadi kita memohon kepada penguasa alam,” ujar Ketua Gapasdap Banten Togar Napitupulu usai istigasah.
Melalui kegiatan itu, semua stakeholder memohon agar pada masa libur Idul Fitri nanti semua dilindungi, mulai dari kapal, petugas hingga penumpang.
Menurut Togar, istigasah akan kembali dilakukan menjelang arus libur Idul Fitri nanti.
“Terlepas ada insiden atau enggak, menurut saya perlu memohon ampun dan maaf, dan memohon ke depan agar tidak terjadi di kemudian hari,” papar Togar.
Kepala BPTD Banten Handjar Dwi Antoro menjelaskan, posko Nataru sudah berjalan dengan baik. Semua unsur sudah bekerja maksimal.
Menurutnya, berdasarkan evaluasi pelaksanaan posko Nataru, persoalan lalu lintas berhasil ditangani dengan baik. Hanya saja yang menjadi tantangan adalah cuaca.
“Sempat ada cuaca buruk, ada beberapa insiden,” papar Handjar.
Karena itu, melalui istigasah ini diharapkan Pelabuhan Merak diberikan kelancaran dan keamanan.
Reporter : Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi











