• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Umum

Love Story: Dulu Kesal, Sekarang Menyesal

Redaksi by Redaksi
Kamis, 8 Desember 2016 10:05
in Umum

BUAH ketidaksabaran warga Pandeglang, Jenong (31), nama samaran, berbuntut penyesalan. Dipicu kekesalan terhadap suaminya, sebut saja Akong (32) yang memiliki sifat pemalas. Profesinya hanya menggeluti hobi yang dinilai tidak komersil, yakni menjaga studio musik warisan orangtua.

Kondisi itu, memaksa Jenong yang sudah dikaruniai satu anak itu, memilih bercerai dan menyandang status janda muda. Jenong mengaku, melayangkan gugatan cerai terhadap Akong karena sudah tak tahan. Nafkah yang didapat suaminya itu, dinilai tak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Untuk menghidupi anak istrinya, penghasilan Akong didapat dari kedatangan para pemain band yang ingin menyewa studio.

RelatedPosts

Penadahan modul tower

Pengadilan Negeri Serang Vonis Lisa 3 Bulan 15 Hari Kasus Modul BTS

Rabu, 23 September 2026 09:03
anak tercebur sumur Lebak

Tim SAR Evakuasi Anak Tercebur Sumur di Cibadak Lebak, Korban Meninggal

Rabu, 23 September 2026 06:53
Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Senin, 21 September 2026 21:19
Disdukcapil Kabupaten Serang

Program Aku Desa Digital Disdukcapil Kabupaten Serang Terus Diperluas

Senin, 21 September 2026 18:42

“Pendapatan dari studio musik itu kecil. Enggak lebih dari Rp100 ribu sehari. Dipotong biaya operasional, sisanya paling cukup buat makan doang,” keluhnya. Iya hidup kan buat nyari makan Mbak.

Lantaran itu, Jenong tak pernah punya kesempatan untuk menabung. Karena pendapatan Akong tak tentu, kadang naik kadang turun. Malah pendapatan Akong semakin lama semakin menurun, seiring semakin banyaknya saingan studio lain yang fasilitasnya lebih lengkap dan mampu memuaskan penyewa studio.

Kondisi itu pun, memengaruhi keuangan Jenong yang terus dilanda ekonomi sulit. Lantaran itu, Jenong memilih menyudahi rumah tangganya. Meskipun, selama kenal lelaki, Jenong mengaku, tak pernah mencintai sedalam cintanya terhadap Akong yang terjalin sejak SMA.

Jenong meninggalkan Akong dengan membawa anak semata wayangnya kembali ke rumah orangtua. Namun, dua tahun berlalu, Jenong merasakan penyesalan teramat dalam. Karena, ternyata usaha Akong di bidang musik maju pesat. Akong seketika berubah menjadi orang kaya baru dari hasil menggeluti hobinya sebagai seniman. Seniman benar ya, bukan senang nipu teman!

“Sekarang saya nyesal Mas sudah ninggalin suami. Padahal, saya masih sayang,” akunya dengan mata berkaca-kaca dan tampak sayu. Sayu itu maksudnya sayang uang. Hehehe.

Apalagi, menyadari Akong sekarang menjadi ayah yang bertanggung jawab terhadap anaknya. Yakni, rutin memberikan nafkah tiap bulan lebih dari cukup, membuat Jenong semakin meratapi penyesalan pernah meminta pisah. Kini, Jenong pun hanya bisa berharap Akong bisa memaafkan perbuatannya dan kembali kepelukannya.

“Andai diberi kesempatan kedua, enggak bakalan saya sia-siain lagi,” tegasnya. Ngarep.

Keakraban Jenong dan Akong sudah terjalin sejak SMA. Namun, di usia masing-masing yang masih belia saat itu, status mereka hanya teman biasa. Masing-masing sudah mempunyai pacar. Hanya saja, pertemanan mereka kerap dimanfaatkan sebagai ajang curhat-curhatan dan pelipur lara. Makanya, ketika mereka dipertemukan kembali menjelang dewasa setelah berpisah lama sejak SMA, tak perlu lama bagi keduanya membangun chemistry.

“Sekarang Akong beda, lebih dewasa. Makanya, kok lama-lama jadi demen,” terangnya. Asal jangan pagar makan tanaman aja.

Merasa nyambung dan kebetulan keduanya tengah menyandang status jomblo, mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Semakin intensnya komunikasi dan jalan bareng, sebulan kemudian mereka pun sepakat untuk jadian.

“Lagian, Akong kan lumayan ganteng. Keluarganya juga lumayan tajir,” ungkapnya. Eeaaa… ketahuan kan matre.

Awalnya, Jenong hanya terkesan dengan sifat dan karakter Akong yang gaul dan pandai bermain segala alat musik. Maklum, selama mereka berteman saat SMA, Jenong tak pernah tahu kalau Akong ahli di bidang permainan suara tersebut. Terutama, alat musik drum yang sering dimainkan Akong bersama grup bandnya. Atau lebih dikenal sebagai drummer.

Merasa ada kecocokan, keduanya sepakat melanjutkan hubungan ke arah lebih serius. Yakni, pernikahan dan membangun bahtera rumah tangga. Jenong yang berprofesi sebagai pramuniaga di mal, menerima Akong yang saat itu belum memiliki pekerjaan tetap alias pengangguran. Hanya mengandalkan penghasilan dari orang yang merental studio warisan orangtuanya.

“Pertama nikah sih, penghasilan dari sewa studio masih cukup. Pas punya anak makin kewalahan. Kebutuhan makin membengkak, terutama buat anak. Boro-boro bisa menabung, bisa makan saja sudah untung,” ungkapnya. Bukannya Akong berasal dari keluarga tajir?

“Iya memang, tapi semenjak ditinggal kedua orangtuanya sudah enggak ada yang bantu ekonomi Akong. Saudaranya juga sudah berpencar, jadi masing-masing. Warisannya cuma studio doang,” jelasnya. Oh begono.

Merasa semakin terhimpit ekonomi, Jenong lama-lama gerah. Apalagi, Akong tak pernah mau menuruti nasehat Jenong untuk mencari kerja selain hanya terpaku di rumah menjaga studio. Alasannya, Akong tidak percaya diri mencari kerja, karena ijazahnya hanya lulusan SMP. Sekolah Akong di jenjang SMA tidak sampai selesai, karena Akong diam-diam dikeluarkan pihak sekolah karena dulu sering absen sekolah tanpa alasan. Meskipun dinilai beralasan, tapi Jenong kesal dengan sikap Akong yang tidak punya niat untuk berusaha mencari penghasilan tambahan.

“Kalau dinasihati, dia entengnya bilang ‘sabar’, nanti juga ada waktunya. Pikir saya, memang sabar bisa bikin perut kenyang! Kesal kan jadinya,” ujarnya.

Jenong tidak pernah menyangka jika kesabaran Akong membuahkan hasil yang luar biasa. Setelah diceraikan Jenong, Akong sepertinya termotivasi untuk berbuat lebih demi mempertahankan hidupnya. Akong diketahui mendapatkan tambahan amunisi dari saudara-saudaranya yang memiliki kehidupan lebih mapan. Hobi yang digelutinya di bidang musik mulai dikembangkan. Akong diberi modal untuk membeli peralatan studio lebih lengkap. Bahkan, sampai menyediakan panggung dan sound system untuk disewakan untuk acara gede-gedean. Akong pun sukses mengembangkan usahanya tak lebih dari satu tahun.

“Pokoknya, Akong sekarang berubah 180 derajat. Untungnya, dia lebih perhatian sama anak. Cuma ke saya bicara seperlunya,” ketusnya. Ow ow ow, sabar ya Mbak. Yang penting ke anak masih sayang.

Kini Akong tampil beda. Akong makin kece dan perlente. Ke mana-mana membawa roda empat. Akong sudah tidak lagi seperti dulu. Mengantar Jenong ke mana-mana hanya menggunakan motor kesayangannya, yakni bebek 70-an yang sering mogok.

“Saya senang dengan perubahan Akong. Tapi, saya juga nyesel, kenapa dulu mutusin pisah. Coba kalau bertahan,” harapnya. Mungkin enggak jodoh aja kali Mbak. Bertahan juga, belum tentu berubah.

“Iya juga sih. Tapi, enggak apa-apa lah. Yang penting ke anak masih ingat,” tandasnya.

Tuh kan. Makanya, jangan underestimate (memandang rendah) dulu sama orang. Tuhan itu tidak tidur, bisa mengubah nasib seseorang semudah membalikkan tangan. Ya salam. (Nizar S/Radar Banten)

Tags: Love Story Desember
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ini Jenis Kanker yang Mengincar Orang Gemuk

Next Post

Kemenpar Umumkan Top 10 Kota Berdaya Saing Pariwisata

Next Post
Kemenpar Umumkan Top 10 Kota Berdaya Saing Pariwisata

Kemenpar Umumkan Top 10 Kota Berdaya Saing Pariwisata

Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
Kadispora Tangsel Mukroni mundur

Kadispora Tangsel Mukroni Mengundurkan Diri, H. Ika Ditunjuk Jadi Plt

Kamis, 1 Oktober 2026 13:33
Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 10:28
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

investasi Banten

Investasi Masuk Banten, Sudah Siapkah SDM Lokal?

by Yusuf Permana
Jumat, 2 Oktober 2026 18:59
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Arus investasi yang terus masuk ke Provinsi Banten membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan...

Jabatan Eselon II dan III Cilegon

Wali Kota Cilegon Segera Isi Jabatan Eselon Dua dan Tiga yang Kosong

by Adam Fadillah
Jumat, 2 Oktober 2026 18:14
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan jabatan eselon II dan III yang masih kosong di lingkungan Pemerintah Kota...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.