SERANG – Tahun 2017, anggaran untuk kebutuhan Kantor Bahasa Banten mengalami penurunan hingga 50 persen lebih. Hal tersebut berimbas pada beberapa program yang terpaksa harus dikurangi. Sehingga kegiatan untuk tahun ini lebih sedikit dibanding kegiatan pada tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Bahasa Banten M Luthfi Baihaqi mengatakan, pengurangan anggaran tahun ini disebabkan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pengurangan anggaran hingga 50 persen lebih, menyebabkan program yang telah di canangkan di kurangi.
“Ada efisiensi anggaran semua unit kerja, kalau dulu dana kita hampir separuhnya dana yang digelontorkan pada tahun ini, imbasnya program kita berkurang, jadi untuk even yang besar kami tidak adakan, jadi beberapa kegiatan terpaksa kita coret,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (28/2).
Menurutnya, selain berdampak pada berkurangnya program, pemangkasan anggaran tersebut juga berdampak pada peningkatan tupoksi di bidang bahasa dan sastra berkurang. Kemudian untuk pelayanan masyarakat dan peningkatan SDM mulai dari tenaga pendidik seperti kemahiran berbahasa sastra dan peningkatan pengapresiasinya juga berkurang.
“Ya banyak yang kita kurang-kurangi karena, melihat dari anggaran tadi, karena ada efisiensi,”ujarnya.
Saat ini, kantor Bahasa Banten hanya mendapatkan kucuran anggaran sekitar Rp 3,3 miliar. Sedangkan tahun 2016 kemarin pihaknya mendapatkan kucuran sekitar Rp10 miliar.
Ia menambahkan, jumlah anggaran tersebut, termasuk dengan penggajian pegawai yang besaranya sekitar 40 persen. “Jadi kita susah untuk buat kegiatan banyak, Pengurangannya 50 persen, tahun 2016 anggaran yang dikucurkan sekitar Rp10 milyar, untuk tahun 2017 hanya sekitar Rp3,3 Milyar, dana segitu sudah termasuk gaji pegawai yang besarannya sekitar40 persen, sisanya untuk program,” tambahnya. (Wirda)









