HANYA siswa yang memenuhi syarat yang diberi kesempatan dan diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Adapun kriteria peserta SNMPTN tersebut ditentukan berdasarkan pemeringkatan prestasi akademis yang dilakukan oleh panitia pusat.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia SNMPTN Ravik Karsidi di Jakarta, Rabu (8/3). Menurut Rektor UNS ini, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan siswa tidak bisa mendaftar SNMPTN. Faktor tersebut diantaranya karena status akreditasi sekolah dan evaluasi pemeringkatan siswa berdasarkan mata pelajaran pada semester 3, 4, dan 5 yang diujikan dalam UN 2016.
”Siswa yang mendaftar SNMPTN, harus mengisi beberapa hal. Yang pertama tentu memilih PTN dan program studi,” ungkap Ravik Karsidi. Kemudian, lanjut Ravik, peserta harus mengunggah foto, mengisi form pendaftaran, dan mengunggah bukti prestasi jika ada. Untuk pendaftar prodi olahraga dan seni, harus mengunggah portofolio.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Intan Ahmad mengatakan, pendaftaran SNMPTN bagi calon mahasiswa baru hingga saat ini berjalan baik. Dia mengingatkan, agar tidak terjadi kesalahan seperti yang terjadi di tahun lalu.
”Data sudah masuk, ya memang ada di panitia. Saat ini dalam proses, kita akan analisis. Prodi apa yang favorit dan tidak, biasanya ini bisa ketahui bila sudah selesai,” katanya, dilansir JawaPos.com.
Dia mengatakan, harus ada pemerataan pada prodi-prodi di perguruan tinggi. Tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan untuk pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dicontohkannya engineering sangat dibutuhkan saat ini, begitu pula prodi Teknik Sipil dan Teknik Elektro.
”Prodi Sosial, Bahasa Inggris juga diperlukan. Begitu pula kepariwisataan, kan itu membutuhkan banyak menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.
Dia menegaskan, agar tidak terjadi praktik kecurangan dalam SNMPTN dan SBMPTN. Hal itu, dapat dihindari dengan meningkatkan integritas panitia. ”Kalau sistemnya bagus tapi integritas panitianya bobrok ya percuma saja,” katanya. (nas/yuz/JPG)









