• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Bisnis

Mendulang Rupiah dari Limbah Pelepah

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 11 Maret 2017 17:05
in Bisnis, Featured, Kombis
Mendulang Rupiah dari Limbah Pelepah

Abdul Hakim sedang menguas pelitur pada kerajinan kaligrafi berbahan kayu di kediamannya di Kaujon, Kota Serang, Jumat (10/3). FOTO: SUPRIYONO/RADAR BANTEN

Tak hanya kayu, limbah pelepah pisang pun disulap Abdul Hakim menjadi kerajinan yang mendulang rupiah. Sempat tertatih-tatih, usahanya dikerjakan dengan penuh telaten.

Supriyono – SERANG

RelatedPosts

Festival Jawara UMKM Banten 2026

UMKM Lebak Borong Tiga Penghargaan di Festival Jawara UMKM Banten 2026

Senin, 2 November 2026 11:26
Puluhan Anak Prasejahtera di Cilegon Dapat Paket Seragam Sekolah

Puluhan Anak Prasejahtera di Cilegon Dapat Paket Seragam Sekolah

Sabtu, 31 Oktober 2026 09:21
Pelatihan bendahara Kopdes Merah Putih Banten

Bendahara Kopdes Merah Putih di Banten Bakal Dapat Pelatihan Khusus

Rabu, 28 Oktober 2026 14:18
Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih: Jalan Rakyat atau Sekadar Papan Nama?

Rabu, 28 Oktober 2026 13:09

“Pahit kalau diingat, tapi indah kalau dirasakan,” ungkapan ini muncul saat Abdul Hakim berkisah pengalamannya membangun usaha kerajinan tangannya kepada Radar Banten yang mengunjungi kediamannya di Kaujon Buah Gede, Kota Serang, Jumat (10/3) siang.

Bagaimana tidak, usahanya yang dimulai hanya bermodal ide dan limbah pelepah pisang dari kebunnya, sempat tak menghasilkan uang sepeser pun selama tiga bulan lamanya. Padahal, di awal 1996 saat memulai usaha mandirinya itu, ia sudah memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya sebagai office boy di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.

Sementara, pada masa itu, Ismawati, istri Abdul Hakim, baru saja melahirkan buah hati pertamanya. Namun, kegigihan langkahnya menggeluti usaha itu secara mandiri membuatnya bertahan hingga berjalan 22 tahun lamanya. “Tiga bulan awal belum ada hasil sama sekali. Tapi, dijalani terus sampai setelah tiga tahun di Jakarta, kita pindah ke sini (Kota Serang-red),” kenang Hakim.

Masa-masa sulit itu juga dibenarkan Ismawati yang ikut menemani Hakim dari nol. Dengan penuh bangga, perempuan kelahiran Serang 42 tahun silam ini merasa bahagia memiliki suami yang pantang menyerah. “Kalau pertamanya ya pahit, tapi sekarang mah senang saja,” katanya sambil mengayunkan si bungsunya yang baru berusia satu tahun di pangkuannya.

Lantaran tak punya banyak modal, Ismawati menceritakan perjuangan suaminya yang sempat menggunakan lem perekat dari nasi dan tepung aci yang diolah sendiri. “Bahannya saja mengandalkan dari kebun,” katanya tersenyum.

Setelah mulai ada keuntungan, perlahan Hakim memperbaiki kualitas kerajinannya. Awalnya, yang hanya dikerjakan seadanya, ia terus memperbaiki. Bahkan menambah ornamen-ornamen pemanis dan memberi pengilat menggunakan pernis. “Kalau sekarang ya harus buat dengan sebaik mungkin. Karena kalau pembeli senang, kita ikut senang,” kata Ismawati.

Sembari menyuguhkan kopi hitam tanpa gula, penuh antusias Hakim menyambut cerita pengalaman yang dituturkan istrinya. Beberapa karyanya ia tunjukkan, mulai dari pernak-pernik berbahan pelepah pisang, celengan bambu, pernak-pernik badak bercula satu, dan kerajinan kaligrafi berbahan kayu.

Awalnya, Hakim memang mengandalkan bahan utama pelepah pisang. Belakangan, ia mengembangkan kerajinan lain dari limbah kayu dan bambu. “Sekarang saya tambah limbah peti (kayu palet-red) dijadikan kerajinan,” katanya sembari memperlihatkan kaligrafi bertuliskan ayat kursi yang masih sedikit basah setelah dipernis.

Ia tak menarget harus berapa banyak dalam sekian waktu. Dibantu oleh istri dan ketujuh anaknya, Hakim dapat membuat celengan sebanyak 20 biji dalam sehari. Sedangkan kaligrafi, ia hanya bisa membuat dua buah dalam sehari. “Itu mulai nulis, menempel, sampai pernis,” ujar Hakim.

Karena membuatnya cukup rumit, untuk kaligrafi kayu seukuran 50 sentimeter kali 40 sentimeter ia patok dengan harga Rp350 ribu. Sedangkan pernak-pernik lain ia patok harga mulai Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, sesuai besar kecilnya ukuran.

Perlahan-lahan dan telaten, Hakim memasarkan kerajinan tangannya dari kampung ke kampung mengenakan sepeda ontel. “Dijual di sekitar Serang saja. Keliling pakai ontel,” kata Hakim memperlihatkan sepeda bututnya yang terpakir di depan rumahnya yang terletak di sudut gang tak jauh dari SD Negeri 7 Serang di Kaujon. Hakim juga memasarkan barangnya ke daerah Jakarta, Bekasi, dan Depok.

Bukan soal uang yang didapat untuk memperbaiki taraf ekonominya, pria kelahiran Jakarta 48 tahun silam ini mengaku bangga bisa membuat kerajinan. Terlebih, bisa menjadi mandiri tanpa harus bergantung dengan bantuan pemerintah. “Selama ini resep saja. Ada kebanggaan, dagang dari usaha sendiri dan bikin pembeli puas,” ujarnya tersenyum.

Setelah menceritakan pengalamannya, Hakim mengajak Radar Banten melihat proses pengerjaan kerajinannya. Di atas saung bambu seukuran tiga meter persegi berbahan bambu di depan rumahnya, Hakim memperkenalkan bahan-bahan dan perkakasnya. Mulai dari gergaji, pahat, ukuran, ampelas, dan lain-lain.

Saung bambunya memang masih kecil, tapi di balik itu, Hakim punya cita-cita besar yang tercapai. Di saat pemerintah baru berwacana mengembangkan industri kreatif, Hakim dengan kemandiriannya secara nyata melakukannya. Bahkan, dengan tekadnya itu, ia ingin mengubah saung bambunya menjadi sanggar kerajinan. Mengenakan nama Sumber Utama Craft Indonesia (Suci), ia sudah mulai merintis pelatihan-pelatihan kerajinan. “Saya bermimpi punya sanggar kerajinan dan itu yang belum kesampaian,” ujar Hakim. (*)

Tags: wirausaha
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pohon Tumbang di Pendopo Bupati Serang Batal Dieksekusi

Next Post

Partai Berkarya Cilegon Lantik Pengurus DPC dan Ranting

Next Post
Partai Berkarya Cilegon Lantik Pengurus DPC dan Ranting

Partai Berkarya Cilegon Lantik Pengurus DPC dan Ranting

Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Pemkot Cilegon Seleksi 13 ASN untuk Mengisi Jabatan Kepala BKPSDM

Senin, 2 November 2026 11:52
Bendungan Karet Cibanten

Dukungan Presiden Prabowo dan Gubernur, Budi Rustandi Kawal Perbaikan Bendungan Karet Cibanten

Senin, 2 November 2026 18:32
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45
Kejari Pandeglang sita aset Rp7,5 miliar.

Kejar Aset hingga Bandung, Kejari Pandeglang Sita Harta Koruptor Rp7,5 Miliar

Senin, 2 November 2026 12:27
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

13 ASN Berebut Kursi Kepala Diskominfo Cilegon, Ini Daftarnya

Senin, 2 November 2026 11:44
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Desa Ekspor dan Desa Wisata di Banten

Tekan Stunting, Menteri Desa Yandri Dorong Pengembangan Desa Ekspor dan Wisata di Banten

by Yusuf Permana
Selasa, 3 November 2026 16:26
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu strategi yang didorong Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT)...

Penyegelan Lahan Tangsel

Satpol PP Segel Lahan Kebakaran Seberang Puspemkot Tangsel, Gubuk Bakal Dibongkar

by Syaiful Adha
Selasa, 3 November 2026 16:15
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyegel lahan yang terbakar di seberang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.