• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Miris! Ketika Anak 13 Tahun ‘Terpaksa’ Melahirkan Seorang Bayi

Redaksi by Redaksi
Kamis, 6 April 2017 10:33
in Berita Utama, Featured, Umum
Miris! Ketika Anak 13 Tahun ‘Terpaksa’ Melahirkan Seorang Bayi

Nasib anak-anak perempuan Indonesia yang terpaksa harus menikah di usia dini (M Salsabyl Adn/JAWAPOS)

WAJAHNYA yang imut masih terlihat pucat. Badannya ringkih, tergeletak di salah satu bangsal Rumah Sakit Majalaya Bandung Selatan Minggu lalu (2/4). SA, inisial namanya, sekilas tampak seperti sedang dirawat karena diare atau terkena serangan virus lain. Namun, SA tidak sedang dirawat karena sakit. Perempuan 13 tahun itu baru melahirkan dua hari sebelumnya.

Melahirkan pada usia 13 tahun? Ya…!

RelatedPosts

Universitas Esa Unggul

Dari Kampus ke Masyarakat, Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Praktikkan Ilmu Kesehatan di Senen

Selasa, 22 September 2026 20:38
Universitas Esa Unggul

Hibah COCOON Dorong Universitas Esa Unggul Kembangkan Riset Prediabetes

Selasa, 22 September 2026 20:30
amandemen UUD 1945

Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

Selasa, 22 September 2026 17:44
Hari Lalu Lintas 71

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Banten Tekankan Keselamatan Jadi Prioritas

Selasa, 22 September 2026 16:32

SA adalah potret buram anak Indonesia yang terpaksa menjalani pernikahan di usia anak. Suaminya, SP, juga masih sangat muda, 20 tahun. Bisa dibayangkan, betapa mereka sangat belum siap menjalani kehidupan sebagai ayah dan ibu. Secara fisik maupun mental.

Jumat (31/3) nyawanya berada dalam bahaya. Karena tulang panggulnya terlalu kecil, SA tidak bisa melahirkan normal. Dia tidak bisa melewati pembukaan enam. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan bayi dan sang ibu adalah operasi Caesar.

Siang itu SA ditemani suami. Juga beberapa kerabatnya. Setelah dua hari dirawat, dia akhirnya diizinkan pulang. Dia tinggal menunggu persetujuan dokter.

Dengan kemeja merah motif kotak dan bawahan sarung, SA berkali-kali tidur, lalu bangun menunggu tanda tangan dokter yang tak kunjung tiba. Ketika ditanya keadaan, dia berulang-ulang menyatakan baik-baik saja. “Sekarang cuma sedikit sakit. Tapi sudah nggak apa-apa,” ujarnya.

Soal perasaan, SA tetap saja berulang-ulang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Namun, kisah di balik perempuan yang sering tersenyum malu-malu tersebut tak seenteng yang terlihat.

Nasib SA bisa saja berbeda. Jika tidak ada kader desa sekaligus pendamping Sapa Institut, LSM yang memperhatikan masalah perempuan, membantu dia. Perempuan tersebut baru diketahui hamil saat usia kehamilannya mencapai tujuh bulan. Orang tua yang mengetahui hal itu pun tanpa pikir panjang menikahkan SA dengan SP melalui lebe, penghulu yang menikahkan secara agama.

Praktis, pernikahan tersebut membuat mereka berhenti sekolah. Masing-masing hanya mengantongi ijazah SMP. Masalah demi masalah kemudian bertubi-tubi datang. Karena latar belakang ekonomi kedua keluarga yang tak mampu, SA enggan memeriksakan kandungan.

Setelah beberapa bulan dibujuk sang kader, barulah dia berangkat untuk melakukan USG. Tapi, setelah pemeriksaan, justru dokter menemukan bahwa SA sudah mengalami pembukaan dan harus segera disiapkan untuk bersalin.

Lagi-lagi SA dibantu agar operasi bisa dilakukan tanpa biaya. Sebab, fasilitas BPJS Kesehatan yang dimiliki ditolak setelah SA tak bisa menyediakan surat nikah. Menyediakan uang Rp 12 juta untuk operasi juga bukan hal memungkinkan.

Sang suami kini hanya bekerja sebagai pengantar galon dengan bayaran Rp 1.000 per galon. Bapak SA bekerja serabutan, sedangkan sang ibu bekerja di pabrik tekstil dengan bayaran Rp 150 ribu per minggu.

Kalau saja tidak ada bantuan dari Sapa Institut, nyawa SA bisa tidak tertolong. Soal masa depan, SA hanya bisa bilang gimana nanti wae. Pun demikian bagaimana membesarkan anaknya yang belum dikasih nama itu. “Ya nanti dibantu sama ibu,” ucapnya pasrah.

Yang mungkin tak disadarinya, bagaimana kehidupannya bakal berubah dalam beberapa tahun ke depan. Apa yang mungkin disebut cinta remaja bisa jadi gubuk derita. (bil/mia/bay/c9/ang/JPG)

Tags: Pernikahan Usia Dini
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jupe Mesti Sabar…

Next Post

Rossa Ingin Dikenal di Seluruh Dunia lewat Lagu Berbahasa Inggris

Next Post
Rossa Ingin Dikenal di Seluruh Dunia lewat Lagu Berbahasa Inggris

Rossa Ingin Dikenal di Seluruh Dunia lewat Lagu Berbahasa Inggris

tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, DPRD Minta Dipotong

Selasa, 22 September 2026 13:14
tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, Dimyati: Kita Evaluasi

Selasa, 22 September 2026 14:06
DED Dikoreksi Kementerian PU, Pasar Badak Bakal Dibongkar Total

DED Dikoreksi Kementerian PU, Pasar Badak Bakal Dibongkar Total

Selasa, 22 September 2026 07:27
Pemkot Cilegon Kaji Skema Pemangkasan TPP ASN, Tak Akan Dipukul Rata

Pemkot Cilegon Kaji Skema Pemangkasan TPP ASN, Tak Akan Dipukul Rata

Selasa, 22 September 2026 13:36
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari

Selasa, 22 September 2026 10:58
Tukin ASN Banten dari 14 Bulan Jadi 13 Bulan, Sekda Banten: Bukan Potongan Bulanan

Tukin ASN Banten dari 14 Bulan Jadi 13 Bulan, Sekda Banten: Bukan Potongan Bulanan

Senin, 21 September 2026 06:41
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Universitas Esa Unggul

Dari Kampus ke Masyarakat, Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Praktikkan Ilmu Kesehatan di Senen

by Imay indari
Selasa, 22 September 2026 20:38
0

KOTA JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID - Pembelajaran farmasi tidak berhenti pada penguasaan obat dan ilmu kefarmasian di ruang kelas. Melalui Praktik Farmasi...

Universitas Esa Unggul

Hibah COCOON Dorong Universitas Esa Unggul Kembangkan Riset Prediabetes

by Imay indari
Selasa, 22 September 2026 20:30
0

KOTA JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID - Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penelitian, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Perangkat COCOON bagi seluruh...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.