KOTA JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penelitian, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Perangkat COCOON bagi seluruh tim peneliti pada Senin, 7 September 2026, di Lab Home Care Ruangan 809, Kampus Universitas Esa Unggul Jakarta.
Pelatihan ini menjadi tahap penting dalam mempersiapkan penelitian multicenter yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Bali. Melalui kegiatan tersebut, tim peneliti memperoleh pemahaman dan keterampilan mengenai penggunaan perangkat COCOON sesuai kebutuhan dan prosedur pelaksanaan penelitian.
Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas peneliti dan dukungan fasilitas riset menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Penelitian kesehatan membutuhkan kolaborasi, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Kehadiran perangkat COCOON sebagai hibah riset menjadi salah satu dukungan penting bagi tim peneliti Universitas Esa Unggul dalam mempersiapkan penelitian yang dilakukan secara sistematis dan berbasis metode ilmiah,” ujar Rektor.
Menurutnya, keterlibatan Universitas Esa Unggul dalam penelitian multicenter juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi riset dan menghasilkan kajian yang relevan dengan berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Persiapan Penelitian Intervensi Prediabetes
Penelitian “Phase IIA Pilot Randomized Controlled Trial Proposal: Hyperthermic Pod Intervention in Prediabetes (Multicenter: Jakarta & Bali)” dirancang untuk mengkaji penggunaan intervensi Hyperthermic Pod pada individu dengan kondisi prediabetes.
Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah seseorang berada di atas batas normal, tetapi belum memenuhi kriteria diagnosis diabetes. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dapat berkembang menjadi diabetes apabila tidak dikelola dengan baik.
Melalui rancangan penelitian randomized controlled trial, tim peneliti akan melakukan kajian ilmiah untuk mengevaluasi intervensi yang digunakan dalam penelitian. Karena itu, kesiapan penggunaan perangkat dan pemahaman tim peneliti terhadap prosedur operasional menjadi bagian penting sebelum penelitian dilaksanakan.
Pelatihan penggunaan perangkat COCOON diharapkan dapat membantu memastikan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama mengenai pengoperasian perangkat sebagai bagian dari persiapan penelitian.
COCOON sebagai Hibah Perangkat Riset
Perangkat COCOON Fitness Pod yang digunakan dalam penelitian merupakan hibah riset untuk mendukung pelaksanaan kajian tersebut. COCOON merupakan perangkat berbentuk kapsul yang dirancang sebagai sistem kebugaran dan relaksasi dengan sejumlah fitur, termasuk penggunaan panas, pijatan getar, dan teknologi inframerah.
Dalam konteks penelitian Universitas Esa Unggul, perangkat tersebut digunakan sebagai bagian dari intervensi yang akan dikaji secara ilmiah pada penelitian mengenai prediabetes. Karena penelitian masih berada dalam tahap persiapan, penggunaan perangkat COCOON dalam studi ini bertujuan untuk menghasilkan data dan bukti ilmiah terkait intervensi yang diteliti. Oleh karena itu, manfaat dan efektivitas intervensi terhadap kondisi prediabetes akan menjadi bagian dari proses pengkajian melalui metode penelitian yang telah dirancang.
Pelatihan Dipandu Trainer Wellness USA
Pelatihan penggunaan perangkat COCOON dipandu oleh Manny Vanegas Jr., MBA, Vice President – Western Region, Wellness USA. Seluruh tim peneliti mengikuti pelatihan untuk memperoleh pemahaman mengenai penggunaan perangkat sebelum memasuki tahapan penelitian. Kegiatan ini berlangsung di Lab Home Care, Ruangan 809, Universitas Esa Unggul Jakarta. Tim peneliti mengikuti pelatihan dengan pendekatan praktik untuk memahami pengoperasian perangkat sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan penelitian.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas tim agar pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan rancangan penelitian yang telah disusun.
Perkuat Kolaborasi Riset Jakarta dan Bali
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian multicenter yang melibatkan lokasi penelitian di Jakarta dan Bali. Pendekatan multicenter memberikan ruang bagi kolaborasi penelitian lintas wilayah serta mendukung pengumpulan data penelitian sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan.
Melalui penelitian ini, tim peneliti diharapkan dapat menghasilkan data ilmiah yang dapat memperkaya kajian mengenai berbagai pendekatan intervensi pada kondisi prediabetes. Pengembangan penelitian berbasis randomized controlled trial juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat budaya riset yang mengedepankan metode ilmiah dan pengambilan kesimpulan berdasarkan bukti.
Mendorong Riset Kesehatan Berbasis Inovasi
Kegiatan pelatihan penggunaan perangkat COCOON menunjukkan pentingnya kesiapan yang matang sebelum penelitian dilaksanakan. Selain ketersediaan perangkat, keberhasilan penelitian juga ditentukan oleh kesiapan tim, kesesuaian prosedur, dan konsistensi pelaksanaan metode penelitian. Melalui dukungan hibah perangkat riset dan kolaborasi dengan berbagai mitra, Universitas Esa Unggul terus mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Penelitian mengenai intervensi pada prediabetes ini menjadi bagian dari langkah Universitas Esa Unggul dalam memperkuat ekosistem riset kesehatan melalui pemanfaatan inovasi, pengembangan kapasitas peneliti, serta kolaborasi multidisiplin. Dengan dilaksanakannya pelatihan penggunaan perangkat COCOON, tim peneliti kini memasuki tahap persiapan yang semakin matang menuju pelaksanaan penelitian “Phase IIA Pilot Randomized Controlled Trial Proposal: Hyperthermic Pod Intervention in Prediabetes (Multicenter: Jakarta & Bali)”.
Melalui riset yang berbasis pada metode ilmiah dan didukung kolaborasi, Universitas Esa Unggul terus memperkuat perannya dalam menghasilkan penelitian yang relevan, inovatif, dan berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masa depan kesehatan masyarakat.












