SERANG – DPP Partai Golkar sudah meminta DPD II kabupaten kota yang akan mengikuti Pilkada serentak 2018 untuk memberikan nama-nama yang berkembang sebagai bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah.
Menindaklanjuti surat itu, DPD Partai Golkar Kota Serang melayangkan surat balasan ke DPP. Berdasarkan informasi yang diterima Radar Banten, DPD Partai Golkar Kota Serang hanya memberikan satu nama ke DPP, yakni Vera Nurlaila Jaman yang tak lain adalah istri Walikota Serang Tb Haerul Jaman.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang Ratu Ria Maryana tidak menampik hal itu. “Nanti namanya setelah rapim (rapat pimpinan) baru akan kami publish,” ujar Ria, Rabu (12/4).
Ia hanya mengungkapkan, pihaknya sengaja memberikan satu nama agar para kader Golkar tidak bias dan fokus. Dipilihnya satu nama ini karena berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah komunikasi dengan DPD Partai Golkar Kota Serang. “Hanya ada satu nama yang sudah melakukan komunikasi dengan kami. Beliau juga sangat berkompeten dan itu yang kami sampaikan ke DPP,” tuturnya. Ia hanya mengungkapkan bahwa satu nama itu adalah kader Partai Golkar.
Disinggung apakah kemungkinan ada nama lain mengingat Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin juga meniatkan diri untuk mewarnai pilkada nanti, adik kandung Walikota Serang ini justru membalikkan pertanyaan. “Apakah Pak Subadri pernah berkomunikasi dengan DPD terkait niatnya itu?” ujar Ria.
Kata dia, rapim akan dihelat sekira Juni-Juli nanti setelah Golkar melakukan survei. Hasil rapim itu yang nantinya akan diusung sebagai bakal calon walikota-wakil walikota.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Serang Tb Ihwan Subhi menerangkan, penetapan satu nama yang disampaikan dalam surat balasan ke DPP itu berdasarkan rapat pengurus harian pada Senin (10/4) kemarin di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Serang. Dalam rapat yang dihadiri 13 orang itu, masing-masing dimintai persetujuan terkait satu nama yang disampaikan ke DPP. “Semuanya sepakat. Ada berita acaranya,” terang Ihwan.
Kata dia, walaupun ada beberapa nama yang muncul, baru satu yang melakukan komunikasi dengan DPD II. Padahal, pihaknya terbuka bagi para kader Golkar lain yang juga ingin maju pada pilkada nanti. “Tapi kalau tidak komunikasi dengan kami, kami tahu dari mana? Makanya, yang kami sampaikan ke DPP baru satu,” tandasnya.
Namun, dinamika politik di tubuh partai terbesar di Kota Serang itu dinamis. Selain nama Vera dan Subadri, ada juga kader muda lain yang muncul, yakni Sekjen DPD Partai Golkar Banten Bahrul Ulum.
Menanggapi itu, Ulum menjelaskan, DPP hanya meminta informasi perkembangan nama-nama yang beredar untuk pilkada nanti. “Bukan nama yang akan diusulkan. Itu prosesnya lewat rapimda atau rapat pleno, ada tahapannya nanti,” terangnya.
Surat DPP kepada para DPD II itu memang diketahui DPD I. Begitu pun surat balasan dari DPD II ke DPP. Surat balasan itu disampaikan DPD II langsung ke DPP dengan tembusan ke DPD I. Sementara untuk pengusungan bakal calon, surat yang disampaikan ke DPP melalui DPD I.
Disinggung mengenai namanya yang dinilai layak mewarnai pilkada di ibukota Provinsi Banten ini, Ulum mengatakan, keikutsertaannya tergantung teman-teman untuk mewakili kaum muda. “Ada dorongan dari teman-teman, tapi nanti dikomunikasikan lagi,” ujarnya. (Rostinah/Radar Banten)
