SERANG – Perusahaan sistem pembayaran dengan aplikasi PayTren yang mulai dicetuskan pada tahun 2016 lalu oleh ustad kondang, Yusuf Mansur yang juga merupakan Direktur Utama PT Cerita Sentosa Internasional kini sedang menjadi perhatian banyak orang. Itu terbukti dari banyaknya pengguna aplikasi transaksi tersebut.
“Ini PayTren kan termasuk dalam perusahaan gateway, saat ini sudah 1,3 juta Pengguna, namun untuk kedepannya kita targetkan dapat mencapai 1 milaiar pengguna aplikasi ini. Khususnya tidak hanya dalam lingkup domestik, kami juga targetkan bisa go internasional” kata Yusuf Mansur, saat ditemui seusai meninggal acara isra mi’raj, di MAN 2 Kota Serang, Rabu (3/5).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bisnis sistem pembayaran yang ia geluti ini juga menggandeng industri lain, seperti pariwisata, traveling hingga transportasi.
“Sekarang sudah tersebar di 17 negara, yaitu Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. Untuk perhari kurang lebih ada sampai dengan 5.000 pengguna yang bergabung, dan yang melakukan transaksi sekitar 40-60 ribu transaksi dengan nilai rata-rata Rp 2-3 miliar per hari,” ujarnya.
Kendati demikian ia berharap, bisnis yang ia yakini akan menjadi salah satu gateway di dunia ini dapat dilirik oleh investor dalam waktu dekat dan tak hanya didominasi oleh orang dewasa, PayTren ini pun dimungkinkan akan membidik mitra kerjanya yaitu kalangan anak-anak berusia minimal 10 tahun. Yang mana anak-anak juga dapat memiliki penghasilan sendiri sekita Rp 100ribu per bulan, serta ia berharap dengan adanya aplikasi ini juga sebagai pilihan mengatasi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.
“Sebenarnya kita sudah dilirik oleh investor dari luar negeri, mereka ingin PayTren dapat menggaet 10 juta pengguna dengan nilai 10 juta US, namun kita lebih menargetkan pengguna 1 miliar,” ujarnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)








