SERANG – Dalam situs Wikipedia, musang adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pemangsa (bangsa karnivora) dari suku Viverridae. Hewan ini kebanyakan merupakan hewan malam (nokturnal) dan pemanjat yang baik. Memiliki karakter seperti penjabaran situs tersebut, tak heran jika selama ini musang dianggap hewan liar yang kerap memakan hasil bumi masyarakat dan menjadi target pavorit para pemburu.
Di bawah tangan-tangan pecinta musang yang tergabung dalam koumintas Jawara Musang Lovers Banten (Jamulba), musang tak lagi menjadi hewan liar, berubah menjadi peliharaan yang manja dan menggemaskan.
“Sebenarnya musang memang jenis hewan liar, namun jika dirawat dengan baik mereka dapat menjadi salah satu sahabat manusia,” kata Pembina Jamulba Kota Serang Khotib kepada Radar Banten Online, Minggu (28/5).
Komunitas asal Kota Serang dengan jumlah anggota kurang lebih 100 orang ini memiliki wadah resmi yang menaunginya. Tingkat nasional, komunitas serupa adalah Perkumpulan Pecinta Pelestari Musang Indonesia di Cibubur. Selain itu, ada juga Musang Lovers Indonesia.
Selain kumpul, komunitas yang sering berkumpul di pusat keramaian di Kota Serang ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberdayaan musang.
“Kenapa musang ? Alasannya berawal dari banyaknya pemburuan yang merajalela hanya untuk kepentingan pribadi (konsumsi), maka dari itu kami berinisiatif untuk mengembangkan populasinya dan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar mengurangi pemburuan terhadap musang,” paparnya.
Ia menambahkan, di Banten memiliki banyak jenis musang diantaranya Musang Pandan, Musang Rase, Musang Akar, Musang Bulan, Musang Zebra, Tenggalung, Musang Bali, Musang Lombok, Binturong, Prionodon Linsang, dan Musang Air.
“Namun kalau yang kami rawat hanya beberapa jenis saja, alasannya dikarenakan beberapa jenis dari musang tersebut sudah termasuk dilindungi dalam Undang-Undang, karena populasinya yang hampir punah. Maka dari itu kami hanya mempopulerkan yang tidak dilindungi saja seperti musang pandan, musang bulan, musang akar, musang lombok, dan musang bali,” katanya.
Kendati demikian, ia berharap dengan hadirnya Jamulba tersebut, musang dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia Internasional. “Harapan kami agar tetap menjaga populasinya dan mengembangbiakkannya agar kelak disuatu saat bisa diliat sampai anak cucu kami nanti,” harapnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)











