• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Orangtua Meninggal, Dua Anak TKI Terancam Putus Sekolah

Redaksi by Redaksi
Senin, 21 Agustus 2017 12:58
in Berita Utama, Featured, Umum
0
Orangtua Meninggal, Dua Anak TKI Terancam Putus Sekolah

Masai menunjukkan foto Jasimin dan keluarga di rumah duka, Kampung Waringin, Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Minggu (20/8). FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

MANCAK – Jasimin (42), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, meninggal di Malaysia. Jasimin meninggal akibat sakit di tempat dia bekerja pada Rabu (16/8). Dua anak Jasimin pun terancam putus sekolah karena Jasimin satu-satunya tulang punggung keluarga.

Pantauan Radar Banten, Minggu (20/8), suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga Jasimin di Kampung Waringin, Desa/Kecamatan Mancak. Beberapa kursi tertumpuk di depan halaman rumah. Saat ditemui wartawan, pihak keluarga Jasimin tampak murung seolah canggung untuk menceritakan tentang kepergian Jasimin.

Masai, istri Jasimin, mengungkapkan bahwa suaminya meninggal dunia lantaran terserang penyakit masuk angin duduk. Pihak keluarga menerima kabar Jasimin meninggal pada Rabu (16/8) dari sanak keluarga yang juga bekerja di Malaysia. “Di sana (Malaysia-red) juga ada adik suami saya yang kerja cuma tempat kerjanya beda,” ujar Masai kepada Radar Banten.

Diceritakan Masai, suaminya itu berangkat ke Malaysia sekira sepuluh bulan lalu. Ia berangkat melalui perusahaan jasa tenaga kerja PT Mitra Muda Reksa Mandiri. Jasimin bekerja sebagai kuli bangunan pada salah satu proyek di Malaysia. “Pas dengar kabar meninggal, saya langsung kaget campur sedih,” ujar Masai.

Jenazah Jasimin pun, kata Masai, dipulangkan ke rumah duka pada Jumat (18/8) malam diantar pihak perusahaan jasa pengiriman TKI yang memberangkatkan suaminya. Jasimin meninggalkan dua orang anak yang masih usia sekolah. Setelah kepergian suaminya, Masai mengaku kebingungan cara membiayai sekolah kedua anaknya. Soalnya, Jasimin satu-satunya tulang punggung keluarga. “Dua-duanya masih sekolah. Yang satu baru masuk SMA. Satunya lagi kelas II SD. Anak saya yang SMA menangis saja, sekolahnya bagaimana katanya,” ujar Masai.

Selama suaminya bekerja di Malaysia, Masai mengaku, selalu berkomunikasi melalui sambungan telepon seluler dan tak pernah menyangka akan pergi secepat itu. Soalnya, sepengetahuan Masai, suaminya itu tidak mempunyai riwayat penyakit apa pun. “Kalau gaji rutin kasih. Tiap bulannya kirim uang ke kita,” terangnya.

Camat Mancak Marfudin menegaskan, tidak ada persoalan pada status pekerjaan Jasimin di Malaysia. Jasimin adalah TKI legal yang berangkat melalui PT Mitra Muda Reksa Mandiri. Pihak perusahaan juga, kata Camat, mau memberikan santunan kepada pihak keluarga. “Ini lagi diurus,” ucapnya.

Marfudin memastikan, kematian Jasimin bukan akibat mendapat penyiksaan di tempatnya bekerja. “Meninggalnya karena sakit. Kalau ilegal, pasti susah dipulangkan jenazahnya,” tukasnya.

Disinggung soal kedua anaknya yang masih usia sekolah, Marfudin berjanji untuk mengajukan bantuan pendidikan untuk kedua anak Jasimin kepada pihak perusahaan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang. “Pasti kita upayakan,” tandasnya. (Rozak/RBG)

Tags: TKI
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Realisasi Pajak di Bapenda Ciledug Rp297 Miliar

Next Post

Dindikbud Kabupaten Serang Akan Perbaiki 193 Gedung SMP

Next Post
Dindikbud Kabupaten Serang Akan Perbaiki 193 Gedung SMP

Dindikbud Kabupaten Serang Akan Perbaiki 193 Gedung SMP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemulasan Golok Ciomas, Tradisi Turun Temurun yang Berlangsung Selama 7 Generasi

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 25 Agustus 2026 17:48
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Tradisi pemulasan golok Ciomas merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap memasuki tanggal 12 Robiul Awal atau bulan...

Operator Mekanik PT Platinum City Star Didakwa Melakukan Penggelapan Komponen Mesin

by Fahmi
Selasa, 25 Agustus 2026 17:45
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warsilo pria yang bekerja sebagai operator mekanik PT Platinum City Star (PCS) didakwa melakukan penggelapan sparepart tempatnya...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.