SERANG – Infaq berkontribusi terhadap pembangunan yang bebas bunga dan riba. Bila bersama-sama sadar memberikan sedikit hasil yang diperoleh, bukan tidak mungkin pembangunan di Indonesia akan jauh lebih berkembang.
“Potensi infaq luar biasa. Kita mengetahui umat Islam mampu membangun masjid, pesantren dan luar biasa jika digerakan bersama,” ujar Direktur PascaSarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor Didin Hafidhudin saat mengisi kuliah tujuh menit pada acara Hari Koperasi ke-70 di Pasar dan Showroom Emping, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Selasa (22/8).
Bahkan, kata dia, Perguruan Tinggi besar Al-Azhar bermula dari dana wakaf dan infaq yang mampu memberikan beasiswa untuk 5.000 mahasiswa setiap tahun.
Ia mengatakan pesantren-pesantren, dan masjid dibangun melalui infaq dan sodaqoh, dampaknya pun bagi masyarakat sangat luar biasa.
“Yang berinfaq akan terus berkembang hartanya. Tidak akan berkurang malah bertambah,” katanya.
Di koperasi pun, kata dia, infaq harus disegerakan karena tidak terikat. “Kalau digerakan saya yakin akan menjadi alternatif asal saling bangun membangun dengan kejujuran, kedisiplinan sehingga mampu menumbuhkan pembangunan di Indonesia,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)









