SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banten terus melakukan terobosan untuk menggali potensi atlet junior. Dalam waktu dekat, Pengprov ISSI Banten menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) ISSI Banten 2017 di Trek Ciuni, Gunung Batu, Cijantra, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Ketua Pengprov ISSI Banten Agus Prasetyo mengatakan, telah melakukan pertemuan dengan delapan pengurus cabang (Pengcab) ISSI kabupaten kota se-Banten membahas pelaksanaan Kejurda 2017. Dalam pertemuan tersebut ditetapkan pelaksanaan Kejurda ISSI Banten 2017 digelar pada pertengahan November nanti.
“Sebagai tuan rumah adalah Pengcab ISSI Kabupaten Tangerang dan venue yang digunakan, yakni Trek Ciuni, Gunung Batu, Cijantra, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Ada alasan tertentu kami menunjuk Pengcab ISSI Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah, di antaranya untuk persiapan Pekan Olahraga Provisi (Porprov) V Banten 2018. Kan Kabupaten Tangerang tuan rumah Porprov V, ya sekalian uji trek untuk porprov,” kata pria yang akrab disapa Yoyok kepada Radar Banten ketika ditemui di sekretariat KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (30/8).
Yoyok menambahkan, tujuan lain yang tidak kalah pentingnya pada pelaksanaan kejurda sebagai wadah menggali potensi atlet-atlet junior yang nantinya akan dipersiapkan untuk berbagai event nasional mewakili ISSI Banten.
“Kejurda nanti akan mempertandingkan tiga kelas, yaitu pra junior (usia 13-16 tahun), men junior (usia 17-18 tahun), dan men elite (usia 19 tahun ke atas). Sasaran utama kami tentunya di kelas pra junior yang juga digunakan sebagai ajang pemantauan atlet PON Remaja II,” imbuhnya.
Untuk menghadapi PON Remaja II tahun 2018 di Kalimantan Timur (Kaltim), Pengprov ISSI Banten telah menyiapkan empat atlet, yakni M Lutfi Adinata (Kota Tangerang Selatan), Faisal Rasyidin (Cilegon), Yuki Syaputra (Kota Serang), dan M Erlangga (Kabupaten Tangerang).
“Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan. Sebelum didaftarkan ke PON Remaja, semua masih bisa berubah karena kita menggunakan sistem promosi degradasi. Dalam perjalanan nanti kalau ada atlet yang lebih baik dari keempat atlet tersebut, bisa saja kita ganti. Kan kita mencari yang terbaik dari yang terbaik. Kita membawa nama Banten, bukan klub atau pengprov. Jadi, harus benar-benar atlet yang berkualitas dan berprestasi,” tegas Yoyok.
Sementara itu, Pelatih Sepeda Banten Unang Putra menyatakan, Banten memiliki banyak potensi atlet junior dan ajang kejurda merupakan wadah yang tepat untuk menemukan potensi tersebut.
“Kami berharap pengcab se-Banten menerjunkan atlet-atlet terbaik agar Banten nantinya memiliki banyak atlet sepeda berkualitas. Kejurda juga membuktikan ada atau tidak pembinaan oleh pengcab,” ucapnya. (ANDRE AP/RBG)










