SERANG – Sekda Banten Ranta Soeharta meminta kepada pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten agar mempertahankan prestasi juara umum pada MTQ Nasional ke-27 yang akan dilaksanakan di Sumatera Utara pada 2018.
Dalam kaitan itu, Ranta yang juga Ketua LPTQ Banten menyarankan kepada pengurus LPTQ agar MTQ Nasional ke-26 di Nusa Tenggara Barat tahun 2016 lalu di mana Banten menjadi juara umum agar dievaluasi kekurangannya. “Buat strateginya supaya menang kembali karena bagaimana pun tingkat persaingan sangat ketat. Oleh provinsi lain, Banten itu dianggap pesaing nomor satu,” ungkap Ranta saat membuka Rapat Kerja Daerah VII LPTQ Provinsi Banten di Tangerang, Jumat (13/10) malam.
Pada bagian lain, Ranta juga meminta kepada pengurus LPTQ Banten untuk fokus membuat program peningkatan kemampuan membaca Alquran sebagai tindak lanjut hasil survei melek huruf Alquran di Banten pada Ramadan lalu.
Apapun yang akan diprogramkan LPTQ, lanjut dia, Pemprov Banten mendukung, termasuk anggarannya.
Dukungan serupa dari Pemprov Banten, juga diberikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dalam rangka pembinaan umat.
Pada awal memberikan sambutan, Ranta menyampaikan bahwa dirinya dan Pemprov Banten memiliki komitmen tinggi di bidang keagamaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, LPTQ Provinsi Banten pada Ramadan atau Juli lalu melakukan survei Angka Melek Huruf Alquran untuk mengetahui tingkat pengetahuan umat Islam di Banten mengenali huruf Alquran dan kemampuan membaca kitab sucinya.
Survei dengan metode multistage random dilakukan terhadap 1.505 responden dari total penduduk muslim 10.891.952 jiwa.
Responden tersebar di 155 desa/kelurahan pada 50 kecamatan di delapan kabupaten dan kota se-Banten. Margin of error 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Hasil survei dan analisa LPTQ, 87,6% bisa membaca Alquran, namun tingkat kemampuan yang dimiliki masih sangat memperihatinkan yakni pada tingkat sedang dan rendah sebanyak 76,72%, dan masyarakat yang memiliki kemampuan lancar dan sangat lancar hanya sekitar 23,28%.
“Hasil survei ini sudah disampaikan kepada para kepala daerahnya masing-masing di Banten, termasuk Pandeglang yang paling rendah,” ungkap Ranta. (Aas Arbi)









