TANGERANG – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menyita 350 kilogram ganja kering dari Aceh, Jumat (13/10). Ganja sebanyak itu diangkut dua mobil, Toyota Ayla 40 kg dan truk seberat 310 kg.
Kasus ini terendus polisi, saat kendaraan melintas di jalan Tol Tangerang-Merak KM 35, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Polisi juga meringkus tiga pelakunya, yakni RJ dan G dan sopir truk.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengungkapkan, kasus itu terungkap berawal dari pengembangan kasus penyelundupan daun ganja seberat 200 kg. Setelah ditelusuri, polisi kemudian mendapatkan info adanya pengiriman lewat mobil Toyota Alya berwarna putih, Jumat (13/10) sekira pukul 04.00 WIB. Polisi pun berhasil menangkap pelaku RJ dan G setelah kendaraannya distop di Tol Tangerang KM 35. ”Kedua pelaku merupakan warga Jakarta dan Aceh,” ungkapnya.
Dari balik dinding mobil, polisi menyita 40 kg daun ganja kering yang terbungkus lakban. Polisi pun terus melakukan penyelidikan, dan mendapatkan info adanya pengiriman ganja lewat truk. Persis di Tol Tangerang KM 23, sebuah truk berwarna oranye dari Merak ke Jakarta distop sekira pukul 13.00 WIB. ”Namun, setelah kami cek ternyata muatannya kosong,” jelasnya.
Truk tersebut kemudian dibawa polisi ke Mapolda Metro Jaya. Setelah dilakukan pembongkaran, sebanyak 310 kg ganja ditemukan di ruang khusus di dalam truk itu. Pembongkaran berlangsung malam hari. ”Dan ternyata ganja disimpan di dinding dan di bawah bak truk,” kata Suwondo.
Saat ini semua barang bukti tersebut diamankan di Polda Metro Jaya. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. ”Kami masih kembangkan dari penangkapan ini,” tambah dia.
Suwondo menjelaskan, selisih waktu penangkapan dua kendaraan tersebut sekitar sembilan jam lamanya. Polisi terlebih dahulu menangkap dua pelaku di Toyota Ayla kemudian truk. ”Jadi begini, setelah kita tangkap mobil Ayla, kita mendapatkan info ada transaksi di tol yang sama. Setelah kami cek cctv PMJ kita menemukan adanya transaksi ganja dengan pengemudi mobil truk,” jelasnya.
Suwondo menerangkan, pengemudi truk membuat pelapis kayu di bawah truk untuk menyimpan di bak. ”Jadi truknya telah dimodifikasi, di bawahnya itu ada ruang kosong. Kemudian (ganja-red) itu dimasukin. Ke sana,” tandasnya.
Perwira berpangkat tiga melati ini enggan berkomentar saat disinggung tujuan ganja tersebut. ”Kita masih belum tahu, ini masih kita selidiki. Ini kan belum tahu, baru ditangkap,” tandasnya. (TOGAR/RBG)










