CILEGON – Lewat film pendek yang berjudul ‘Keris Pendok Emas’, Lembedang Production merajai Festifal Film Pendek Geger Cilegon 1888 yang digelar oleh Helldy Agustian selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Cilegon, Rabu (29/11).
Keris Pendok Emas menyingkirkan puluhan film pendek lainnya yang mengangkat tema yang sama yakni tentang sejarah Geger Cilegon yang berbuntut warga Cilegon, Serang, dan Pontang menyerang penjajah belanda yang pada masa itu juga banyak dibekingi sebagian para jawara pribumi yang telah membelot demi kepentingan.
“Film ini bercerita tentang Ki Wasyid yang saat itu sedang difitnah oleh kelompok penjajah. Ki Wasyid di fitnah mencuri keris pendok emas milik kampung Weri (saat ini Weri masuk wilayah Kecamatan Citangkil). Refrensinya dari buku-buku, tapi ini hanya penggalan cerita yang tidak utuh,” ujar Suherman alias Mad Ireng, Produeser film Keris Pendok Emas.
Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Cilegon, Helldy Agustian mengaku festival yang berlangsung dalam rangka memperingati hari ulang tahun Ormas Pemuda Pancasila ke-58. Tujuan dari festifal film yang mengangkat kisah Geger Cilegon agar masyarakat Cilegon mengetahui sejarah para pahlawan Kota Cilegon.
“Kita ingin menumbuhkembangkan sejarah tentang Geger Cilegon ini kepada masyarakat Kota Cilegon. Khususnya kepada guru-guru, kreatifast warga Cilegon ternyata diluar prediksi saya. Saat ini saya sedang membangun museum mini khusus untuk Geger Cilegon, mudah-mudahan ada pembelajaran dari situ,” katanya.
Ditempat yang sama, Soni Pujisasono, Ketua Dewan Juri mengatakan penilaian kepada juara 1, 2, dan 3 dari belasan film yang telah lulus seleksi diambil dari judul yang dapat merangkum penyajian jalan cerita sampai film tersebut dapat disambut baik oleh para penontonnya. “Karena ini festival film pendek kita tidak menilai film tersebut dalam konteks teknis sinematografi,” ujarnya.
Sebelum dinilai oleh juri, film-film yang telah lulus seleksi ini diputar di bioskop 21 Ramayana Cilegon dan ditonton oleh puluhan tamu undangan. Panitia memboking satu studio. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










