“Dengan percetakan sawah baru ini kita harap dapat membantu perekonomian petani juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, karena lebak adalah salah satu pemasok kebutuhan pangan di Jabodetabek,” ujarnya kepada Radar Banten Online, Minggu (3/12).
Mencetak sawah baru di Kecamatan Cirinten tersebut, kata Dede, adalah hasil survey dan pengkajian terlebih dahulu dengan melibatkan Kementerian Pertanian.
“Dipilihnya Kecamatan Cirinten, karena di daerah tersebut terdapat pasokan air yang cukup dengan insfratruktur irigasi,” katanya. Kendati demikian, kata dia, persyaratan sawah baru tersebut tidak diperbolehkan alih fungsi menjadi lahan permukiman karena untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dede menambahkan, seluruh lahan dengan luas 125 hektar tersebut adalah lahan milik warga Kecamatan Cirinten semua. Dan selain itu, lahan ini tidak boleh dialihkan fungsikan.
Dalam pengerjaannya, lanjut Dede, Distanbun Lebak menyalurkan benih secara bertahap, artinya jikalau benih padi tersebut sudah dibutuhkan atau berkurang, baru akan dikirimkan kembali. Jadi diperkirakan satu petak sawah bisa menghabiskan 25 kilo benih. Sehingga bisa ditotalkan benih akan habis sebanyak 3.125 ton.
“Benih yang kita pakai adalah benih Mekongga. Kita pakai benih ini, karena benih ini bisa tahan terhadap serangan hama wereng coklat biotipe 2 dan 3 serta tahan terhadap penyakit bakteri daun atau yang dikenal dengan nama strain IV,” katanya.
Lebih lanjut kata Dede, jikalau 125 hektar ini panen, bisa diperkirakan hasilnya akan mencapai 4-6 ton. Oleh sebab itu, diharapkan dengan percetakan sawah batu ini dapat meningkatkan perekonomian khususnya para petani setempat dan menunjang ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Babinsa Koramil 0301 Rangkasbitung UG. Amas yang juga ikut menggarap lahan seluas 125 hektar itu mengatakan, bahwa pengerjaan sudah hampir selesai. Karena dalam satu hari dikerjakan oleh seratus tentara atau satu Koramil ditugaskan untuk mengerjakan seribu hektar dengan dibantu petani setempat.
“Pengerjaan sawah baru tersebut sudah hampir selesai. Seminggu lalu ketika saya ikut menggarap itu hanya sekitar 10 hektar lagi. Dan ditargetkan akhir Desember ini sudah harus beres,” tegasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).











