PONTANG – Rohiyah (18), gadis berparas manis asal Kampung Sampang Kulon, Desa Wanayasa, Kecamatan Pontang, nyaris menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) di Provinsi Riau. Beruntung Rohiyah selamat setelah berhasil melarikan diri dari tempatnya bekerja dan melaporkannya kepada Dinas Sosial terdekat.
Minggu (17/12), Rohiyah dipulangkan ke kediamannya di Pontang oleh jajaran Pemkab Serang setelah menerima kedatangan korban dari petugas Dinsos Provinsi Riau di Bandara. Rohiyah diserahkan langsung kepada keluarganya oleh Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Oyon Suryono, dan Kepala Dinsos Kabupaten Serang Ahmad Saefudin beserta jajaran. Kedatangan Rohiyah disambut hangat dan tangis bahagia pihak keluarga.
Diceritakan Rohiyah, peristiwa bermula pada awal Desember, Rohiyah berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku asal Jogjakarta di media sosial. Rohiyah diiming-imingi pekerjaan ke luar daerah sebagai pelayan restoran di Riau dengan gaji cukup menggiurkan. Berbekal nomor ponsel kenalannya tersebut, pada 4 Desember Rohiyah yang merasa tertarik dengan tawaran itu memberanikan diri berangkat ke Riau sendirian melalui Bandara Soekarno-Hatta.
“Saya dikasih nomor WA (WhatsApp-red), terus pertemanan di Facebook langsung diblokir sama orang itu,” aku Rohiyah di kediamannya.
Setibanya di Riau, alih-alih akan dipekerjakan sebagai pelayan restoran, Rohiyah malah dipekerjakan di sebuah kafe yang menyediakan layanan jasa prostitusi. Setelah dua pekan di kafe itu, Rohiyah mulai menyadari kalau ada yang salah pada pekerjaannya. Beruntung, di kafe itu Rohiyah tidak sempat melayani tamu hidung belang. Rohiyah pun langsung kabur keluar dari kafe melalui jendela dan mendatangi pihak kepolisian setempat untuk melaporkan rencana jahat kenalannya tersebut.
“Kerjanya di kafe, tapi remang-remang gitu. Saya tertarik karena gajinya besar, Rp 2,5 juta,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana yang ikut mengantar Rohiyah ke pihak keluarga mengaku lega dengan selamatnya Rohiyah dari jeratan kejahatan. Pihaknya langsung menjemput Rohiyah di bandara, begitu mendapat informasi adanya warga Kabupaten Serang yang menjadi korban perdagangan orang di Riau.
“Kami perintahkan korban segera dijemput. Ini persoalan manusia,” ucapnya.
Agus memastikan, kasus perdagangan orang yang menimpa Rohiyah tidak melibatkan oknum warga Kabupaten Serang dengan motif lowongan pekerjaan tersebut. Menurut Agus, yang juga merangkap jabatan Asisten Daerah (Asda) I itu, tidak menutup kemungkinan masih ada kasus serupa di wilayah kecamatan lainnya.
Agus mengaku, pihaknya sudah membentuk Komunitas Tindak Pidana Perdagangan Orang di desa-desa. Setiap desa terdiri atas tujuh orang. Komunitas melibatkan masyarakat dan bertugas sebagai mitra Pemkab Serang melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Selain untuk melaporkan ketika ada kasus perdagangan orang, juga mencegah perekrutan TKI (tenaga kerja Indonesia-red) ilegal,” pungkasnya. (Rozak/RBG)










