PULOMERAK – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini menimpa Salyani (39), salah seorang pengendara sepeda motor dengan nomor polisi A 6129 GS. Warga Suralaya, Kecamatan Pulomerak, itu menghantam bagian belakang dump truk BH 8830 AU yang sedang mogok di depan PT Indonesia Power (IP) pada Senin (18/12) malam.
Kecelakaan terjadi saat Salyani berangkat dari rumahnya untuk bekerja. Hujan deras yang terjadi di wilayah Merak dan sekitarnya membuat jarak pandang sangat terbatas. Ditambah kondisi jalan gelap gulita, sehingga Salyani diduga tidak melihat jelas ada dump truk mogok di depannya.
Salah seorang saksi mata, Santawi (49) mengatakan, kecelakaan terjadi sekira pukul 21.30 WIB. Meski jarak pandang terbatas dan dalam kondisi gelap, korban mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Selain itu, korban juga menutup matanya dengan tangan kiri untuk menutupi curahan air hujan. “Ditambah dia enggak memakai helm,” jelas Santawi.
Begitu menabrak truk, korban terkapar dan langsung dibawa ke Klinik Rahmi di Suralaya. Namun, lantaran tidak sanggup menanganinya, klinik merujuknya ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis. “Kondisi korban saat ini kritis dan mengalami luka di bagian kepala,” jelas Santawi.
Menurutnya, mobil yang berhenti dikarenakan mengalami kerusakan di bagian radiator. Sayangnya, saat berhenti di tepi jalan, sopir tidak memasang tanda-tanda peringatan. Bahkan, sang sopir pun tidak ada di tempat. “Sopirnya masih dicari polisi,” kata Santawi yang juga sekuriti PT Indonesia Power UP Suralaya.
Sementara itu, anggota Satlantas Polres Cilegon Brigadir Angga Wibawa mengatakan, pihaknya kini sedang menyelidiki sebab-sebab kecelakaan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Jupiter Z yang dikemudikkan Salyani melaju dari arah Merak menuju Suralaya menghantam bagian belakang dump truk yang sedang berhenti. “Kasus ini sekarang ditangani oleh Polres Cilegon,” ucapnya.
Terkait dump truk yang berhenti di tepi jalan, polisi hingga kemarin belum mengetahui identitas pemiliknya. “Kami belum mengetahui identitas pengendara mobilnya,” katanya. (Adi Mulyadi/RBG)









