SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang telah membangun Pasar Kragilan yang baru, di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan. Secara fisik bangunan pasar ini sudah siap digunakan, bahkan Maret 2018, Pemkab berencana merelokasi semua pedagang yang masih berjualan di pasar lama. Namun, para pedagang enggan untuk pindah dan akan tetap bertahan.
Seperti Ipung (32), pedagang buah pisang ini lebih memilih berjualan di tempatnya yang lama. Menurutnya lebih strategis dan banyak pelanggan. “Tahun lalu juga sudah diberi surat peringatan sampai dua kali. Isi suratnya disuruh pindah ke pasar baru. Tetap saja, kami tak mau pindah,” tuturnya sambil melayani pembeli, di pinggir Jalan Raya Jakarta Serang, Pasar Kragilan, Kabupaten Serang, Sabtu (20/1).
Menurutnya, pemerintah akan sia-sia membangun Pasar Kragilan yang baru, lantaran pedagang sudah tidak mau pindah bahkan menempati pasar tersebut. Selain itu, lokasi pasar yang disediakan Pemkab tidak strategis dijadikan tempat berdagang. “Kalau di sana, nanti pembeli harus naik ojek. Kalau di sini, yang naik angkot tinggal turun aja langsung nyampe pasar,” ucapnya.
Lagi pula, kata Ipung yang berjualan sejak 2004 silam ini, Pasar Kragilan yang lama sudah ada sejak lama sekali. “Sebelum saya lahir juga, ini pasar udah ada,” ungkapnya.
“Kata mantri pasarnya, tahun ini pindahnya, tapi lihat saja sih. Kami tidak akan pindah. Tetap di sini saja,” kukuhnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan sekitar Maret 2018, para pedagang akan direlokasi ke Pasar Kragilan di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
“Kami bikin tim dari Desa, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten. Ada yang belum selesai juga kami rapihkan dulu pasarnya,” tuturnya saat dihubungi melalui saluran telepon, Sabtu (20/1).
Menurutnya, merelokasi pedagang memang tidak mudah. Butuh persiapan lebih agar seluruh pedagang di pasar yang sering memicu kemacetan di Jalan Raya Jakarta Serang itu mau berpindah ke tempat baru.
“Masalah krusialnya kan macet. Orang-orangnya kami pindahkan ke yang baru. Memang memindahkan itu tidak semudah yang dibayangkan. Mungkin sudah enak banyak pelanggannya. Mereka (pedagang-red) juga sudah tahu kalau mau direlokasi. Pokoknya tahun ini kami relokasi,” ucapnya.
Kios yang akan ditempati para pedagang sekitar 70 unit. Kata Abdul, kios akan diberikan secara gratis bagi pedagang yang memang sudah lama menempati Pasar Kragilan. “Jadi yang mengisi itu, mereka berdagang Pasar Kragilan yang lama. Kalau pedagang yang musim-musiman atau yang masih baru enggak bisa dapat los,” tuturnya.
Dijelaskannya, pembangunan pasar telah dilakukan sejak 2013 dengan anggaran yang dikeluarkan secara bertahap. Sayang, ia tidak menyebut berapa angka detail yang dianggarkan tersebut. Tetapi ia menyebut angka hingga miliaran rupiah. Kemudian 2017, pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang melakukan tahap perbaikan dan membangun 20 los. “Kisaran perbaikan ini Rp 200 jutaan. Kemarin itu pemeliharaan, bangun drainase dan los,” ungkapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)









