SERANG – Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Serang telah menyiapkan 10 atlet pelajar terbaik yang akan diterjunkan pada multi event pelajar Banten, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IX Banten 2018. Pada popda yang akan digulirkan di Kabupaten Tangerang pada Mei mendatang, Pengcab PJSI Kabupaten Serang enggan sesumbar dalam urusan target.
Sekretaris Umum Pengcab PJSI Kabupaten Serang Hadi Kurniawan mengatakan, Popda IX merupakan ajang kedua untuk keikutsertaan atlet judo pelajar Kabupaten Serang pada pesta olahraga terbesar pelajar Banten. “Kita kan masih dalam proses pembinaan karena baru terbentuk dua tahun. Atlet kami dibina mulai dari nol dan mereka masih butuh banyak ilmu lagi untuk mencapai prestasi. Berlahan dan bertahap kita berusaha menuju persaingan prestasi,” kata pria yang akrab disapa Bejong kepada Radar Banten, Selasa (23/1) sore.
Bejong menambahkan, dengan pembinaan yang baru dirintis, terlalu muluk untuk membicarakan target. Meski demikian, bila melihat semangat dan antusiasme atlet, pihaknya optimistis akan ada prestasi yang diraih di popda nanti. “Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin. Berusaha dan bekerja keras intinya, Insyaallah hasil terbaik akan dicapai. Kalau daerah lain punya atlet unggulan, kami juga punya meski belum sehebat daerah lain,” imbuhnya.
Meski tidak ditarget secara khusus namun, pihaknya merasa peluang untuk meraih medali tetap terbuka. “Satu kelas kami berani mematok target medali karena kualitas atletnya sudah menjanjikan. Mudah-mudahan prestasi terbaik bisa diraih nanti dan kami juga berharap ada kejutan dari kelas lain,” tutut Bejong.
Pelatih Judo Pelajar Kabupaten Serang, Herdian Sukmawan menyatakan, atlet pelajar Kabupaten Serang memiliki prospek gemilang untuk masa yang akan datang. Itu terlihat dari keseriusan dan semangat atlet dalam menjalani latihan. “Kalau dari sisi semangat, sangat luar biasa. Keinginan atlet untuk menjadi hebat sangat besar. Mereka rela tidak pulang kerumah setelah jam sekolah selesai dan memilih langsung datang ke tempat latihan. Ini sudah merupakan poin bagi kami tim pelatih. Kalau dibina berkelanjutan, saya yakin mereka akan menjadi atlet judo profesional,” ucapnya.
Berbicara peluang di popda, Herdian enggan jemawa. Ia menilai kualitas atletnya masih jauh dari atlet kota kabupaten lain. “Tapi itu tadi, tidak ada yang tidak mungkin. Tapi kami tidak menarget khusus anak-anak. Popda kali ini hanya dijadikan pengalaman dan menambah jam terbang atlet. Tapi kami yakin ada medali yang bisa dibawa pulang,” tandasnya. (Andre AP/RBG)

