RADARBANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar sumber produksi narkotika. Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BNN Provinsi Aceh bersama Polres Nagan Raya memusnahkan sekitar 30.000 batang tanaman ganja siap panen.
Tanaman ganja tersebut ditemukan di dua titik lahan dengan luas total sekitar 12 hektare di kawasan pegunungan Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Penindakan dilakukan pada Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2026.
Operasi tersebut dipimpin Kepala BNN Provinsi Aceh Dedy Tabrani dengan melibatkan 35 personel gabungan BNNP Aceh dan Polres Nagan Raya.
“Untuk mencapai lokasi, petugas harus menempuh medan pegunungan yang cukup berat hingga ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol (Humpro) BNN Didik Hariyanto melalui siaran pers yang diterima Senin, 17 Agustus 2026.
Dua lokasi lahan ganja tersebut berada di Dusun Alue Jring, Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.
Tanaman ganja yang ditemukan memiliki tinggi sekitar 1,5 hingga 3,5 meter dengan jarak tanam sekitar 80 sentimeter. Tanaman tersebut diperkirakan telah berusia empat bulan dan siap dipanen.
“Kondisinya pun sudah siap dipanen,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung mencabut seluruh tanaman ganja hingga ke akarnya. Tanaman tersebut kemudian dimusnahkan di lokasi dengan cara dibakar sesuai prosedur.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman tidak kembali dimanfaatkan dan mencegah hasil produksi masuk ke jaringan peredaran gelap narkotika,” kata mantan Kabid Humas Polda Banten tersebut.
BNN menegaskan, pemusnahan lahan ganja merupakan bagian dari strategi pemberantasan narkotika dari hulu. Dengan menyasar lokasi produksi, pasokan narkotika diharapkan dapat ditekan sebelum beredar lebih luas di tengah masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi pengingat bahwa menjaga bangsa bukan hanya dilakukan melalui seremoni perayaan kemerdekaan. Pemberantasan narkotika menjadi salah satu bentuk nyata dalam melindungi masyarakat dan masa depan generasi muda.
“BNN menyatakan akan terus memperkuat upaya pemberantasan narkotika hingga ke pelosok wilayah. Sinergi bersama kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika,” tuturnya.
Melalui semangat War on Drugs for Humanity, BNN mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari ancaman narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
Reporter: Fahmi -Editor: Aas Arbi

