SUKARESMI – Banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang sejak Selasa (30/1) lalu, mulai mendapat perhatian. Khususnya dari Bupati Irna Narulita. Kemarin (1/2), orang nomor satu di Pandeglang itu meninjau lokasi banjir dan langsung memberikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Panimbang.
Kedatangan Irna bersama Asda Bidang Pemerintahan dan Hukum Kabupaten Pandeglang Agus Priyadi Mustika, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Tati Suwagiharti, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Didi Mulyadi, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dadi Supriadi langsung disambut para korban banjir. Sambil menanyakan kesehatan para pengusi, Irna memberikan bantuan berupa makanan cepat saji dan obat-obatan.
Di hadapan warga, Irna mengaku telah melakukan koordinasi dengan semua pihak agar bantuan untuk para korban banjir terus berdatangan. “Hari ini yang bisa kami (Pemkab-red) berikan adalah makanan cepat saji dan obat-obatan. Karena kami tidak mau ada masyarakat korban bencana banjir yang kelaparan atau diserang penyakit. Makanya, semua puskesmas telah diinstruksikan untuk tetap waspada,” katanya, kemarin.
Ditanya soal anggaran kebencaraan, Irna mengaku Pemkab telah mengalokasikan anggaran kebencanaan sebesar Rp5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Anggaran kebencanaan sudah kita siapkan dan bisa dicairkan kapan pun. Kalau proses pencairannya dipersulit, langsung sampaikan kepada Ibu (Irna menyebut namanya-red). Dana itu harus bisa dipergunakan demi kepentingan masyarakat. Kita juga akan melihat kondisi kerusakan rumah warga akibat banjir dan akan kita berikan dana untuk memperbaiki kerusakan itu,” katanya.
Irna mengaku, banjir yang kerap melanda Kabupaten Pandeglang akibat meluapnya sungai Ciliman dan Cilemer. Persoalan itu telah disampaikan kepada pemerintah pusat, selaku pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan normalisasi aliran sungai. “Mudah-mudahan ada tindak lanjut yang dilakukan, karena pengajuan normalisasi itu bukan hanya sekali dua kali kami ajukan,” katanya.
Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang Tati Suwagiharti mengklaim, instansinya telah memberikan bantuan beras sebanyak satu kuintal untuk membantu masyarakat yang terkena bencana banjir. “Kemarin juga kami sudah kirimkan sebanyak lima kuintal beras untuk Desa Idaman, Kecamatan Panita. Saat ini kami juga berupaya mengajukkan bantuan kepada provinsi,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Dadi Supriadi juga mengklaim, instansinya telah memberikan bantuan berupa makanan cepat saji dan alat evakuasi. “Bantuan sudah kita berikan, dan kondisi banjir juga sudah mulai surut. Bantuan yang kita berikan mudah-mudahan bisa membantu masyarakat,” katanya.
Dihubungi terpisah, Camat Patia Subro Mulisi mengatakan, mulai Kamis (1/2) pagi, banjir yang melanda wilayahnya mulai surut. Ketinggian air kini tinggal 20 sentimeter. Akan tetapi, kata dia, masyarakat kini mulai diserang penyakit pascabanjir, seperti gatal-gatal dan diare. “Alhamdulillah sudah mulai surut, terutama di wilayah Desa Idaman, Ciawi, dan Desa Rahayu,” katanya seraya mengakui bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat masih kurang.
Diberitakan sebelumnya, bencana banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang saat ini berlangsung, mulai berdampak. Para korban banjir sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian layak pakai, juga perahu karet untuk evakuasi. (Adib F/RBG)










