slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menanti Angpao di Hari Imlek

Redaksi by Redaksi
26-02-2018 10:27:45
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Rasanya Kita Yang Besarkan HTI

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan. Tapi, sesekali tetap muncul kegelisahan. Ancaman kanker di balik berat badan yang terus turun hanya berhasil membuat ketenangan itu terlihat di permukaan.

Tanpa izin dokter, saya memeriksakan darah ke laboratorium. Dua minggu lebih cepat dari “tunggu satu bulan lagi”. Toh, saya sudah tahu parameter apa saja di dalam darah yang bisa mengindikasikan kanker. Saking seringnya ke laboratorium.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Terutama yang terkait dengan kanker hati dan kanker paru.

Hari itu, petugas laboratorium terperangah. “Kok, banyak sekali yang diperiksa, Pak?” tanyanya. Saya teliti lagi daftar itu. Justru kurang! Sekalian saya mau periksa alergi. Kok, saya sering batuk-batuk kecil? Lalu saya hitung: 42 items yang saya minta.

Rupanya petugas itu terperangah bukan soal banyaknya item yang saya ajukan. Tapi, bagaimana cara mengemukakan kepada saya, berapa biayanya. Dengan ragu dan dengan suara ditahan, petugas itu bilang. “Pak…biayanya ini Rp15 juta sekian…”

Setelah saya bilang “Wow…mahal ya…” Dia lantas meneliti lagi daftar itu. Tentu saya mampu membayarnya. Tapi, pikiran saya melayang jauh. Begini mahalnya kesehatan. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Menyerah untuk meninggal? Dengan dalih berserah pada takdir? Di sinilah letak perlunya kebijakan negara di bidang kesehatan.

Banyak negara maju mengambil kebijakan menjamin kesehatan rakyatnya dibanding bagi-bagi program sosial yang nilainya juga triliunan rupiah. Orang miskin yang berhasil keluar dari garis kemiskinan lantaran kerja keras akan dengan mudah jatuh miskin lagi manakala salah satu anggota keluarganya jatuh sakit.

Apalagi kalau yang sakit adalah anggota keluarga yang menjadi tulang punggung. Saya ingat tahun 2013. Saat BPJS lahir. Saat itu negara baru mampu menyediakan anggaran Rp19 triliun per tahun. Saya usul agar dinaikkan menjadi Rp35 triliun. Setidaknya Rp25 triliun.

Secara pengelolaan, BPJS memang di bawah Kementerian BUMN saat itu sehingga saya merasa harus ikut menanganinya. Saya bersama direksi BPJS sudah menghitung. Dengan anggaran Rp19 triliun, pasien tidak akan puas. Jenis sakit yang bisa di-BPJS terbatas. Dokter juga tidak puas.

Honor dokter hanya Rp1.000 untuk satu pasien. Padahal ongkos parkir saat itu sudah Rp2.000. Harga diri dokter seperti jatuh di bawah tukang parkir. Waktu saya usulkan Rp35 triliun, saya juga beralasan begini: jangan tanggung-tanggung dalam membela orang miskin. Tapi juga jangan memanjakan dan membuat mereka malas.

Membuat mereka sehat pun harus disertai setelah sehat harus kerja keras.

Namun, anggaran negara memang terbatas. Akhirnya diputuskan tetap Rp19 triliun. Dengan harapan, tiap tahun harus dinaikkan. Sekalian dicoba dulu apakah harus ada sistem yang masih perlu dikoreksi. Terutama bagaimana mengatasi kasus seperti berikut ini. Ada orang mampu periksa ke dokter jantung yang mahal. Setelah hasil diagnosa mengharuskannya operasi jantung dia tidak langsung operasi. Dia masuk BPJS dulu. Dengan iuran yang kurang dari Rp30 ribu.

Dengan BPJS itu dia bisa operasi jantung gratis. Setelah operasi dia minta dirawat di ruang VIP. Katanya: akan bayar sendiri. Kejadian seperti itu benar-benar ada. Mungkin sekarang peluang penyalahgunaan seperti itu sudah diatasi. Atau belum. Saya tidak mengikuti lagi perkembangannya.

Sekarang, anggaran BPJS mungkin juga sudah jauh meningkat. Sesuai dengan bertambah besarnya APBN.

Tapi, tiap tahun juga akan terjadi ‘rebutan’ anggaran. Antarkementerian. Termasuk Kementerian Keuangan yang harus menyerap anggaran luar biasa besar untuk bayar utang dan cicilan. Yang tidak bisa ditawar.

Di sinilah letak perlunya ‘kebijakan yang harus memihak’. Memihak yang miskin. Dengan cara yang benar. Bukan kebijakan yang mengeluarkan anggaran besar tapi hasilnya ternyata hanya memelihara dan melestarikan kemiskinan.

Kepada petugas laboratorium, saya juga mengatakan apakah biaya yang Rp15 juta itu tidak bisa dikurangi. Dia memeriksa daftar lebih teliti. “Beberapa item ini ada diskonnya, Pak,” katanya. Setelah hitung-hitung jatuhnya Rp13 juta sekian.

Saya lihat lagi daftar apa saja yang harus diperiksa dari darah saya. Bisakah dikurangi. Ternyata tidak ada lagi. Lalu, saya hitung berapa items yang harus diperiksa. Ternyata 42 items. Wowwww… banyak sekali. Tapi biarlah.

“Pengambilan darahnya nanti seperti donor darah Pak…,” ujar petugas itu sambil senyum. “Sudah biasa..” jawab saya. Memang itu bukanlah pengambilan darah yang terbanyak. Sudah sering seperti itu. Baik saat operasi ganti hati dulu atau operasi aorta akibat dissection kali ini.

“Hasilnya tidak bisa hari ini semua, Pak…” kata petugas. Ada yang baru jadi di tanggal 13 Februari dan ada yang baru jadi di malam Tahun Baru Imlek 15 Februari. Itu, terutama yang terkait dengan indikasi munculnya kembali kanker, yang labnya perlu waktu sampai empat hari.

Hasil yang hari itu juga bisa keluar adalah darah lengkap dan sebangsanya. SGOT bagus (19), SGPT bagus (19), kolesterol bagus (151). Trigliserida sip (4,8). Gula darah baik (99). Asamurat normal (5,2). Kreatinina enggak masalah (0,91). Urine ok.

Tapi, bukan itu yang saya tunggu. Angpao yang paling berharga yang saya tunggu di Hari Raya Imlek ini adalah kabar baik dari laboratorium tentang indikasi munculnya kembali kanker, yang semoga tidak. (*)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemprov Petakan Potensi Energi di Banten

Next Post

Penataan Kawasan Daerah, Pemkab Serang Gandeng Arsitek Unpar

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Penataan Kawasan Daerah, Pemkab Serang Gandeng Arsitek Unpar

Penataan Kawasan Daerah, Pemkab Serang Gandeng Arsitek Unpar

Sengketa Gugatan Agus-Samsul Dimusyawarahkan

Cinta Pertama Bikin Rusuh dan Rumah Tangga Medi Berantakan

Cinta Pertama Bikin Rusuh dan Rumah Tangga Medi Berantakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak