“Waktu itu tuh saya bingung. Enggak tahu harus berbuat apa, ya udah deh akhirnya semua tahu kalau saya hamil,” aku Muna (34) bukan nama sebenarnya kepada Radar Banten.
Meski sempat emosi dan menghardik, sang ayah yang merasa paling terpukul atas apa yang dialami putrinya itu, akhirnya bersikap hangat dan bijak. Dengan berbicara lembut pada Muna, ia ingin anaknya menceritakan semua peristiwa yang terjadi secara jelas.
Semua berawal ketika Muna tak bisa menutupi kekagumannya pada sosok Riko (51) nama samaran, yang tak lain atasannya di tempat kerja di salah satu kantor swasta di Kota Serang. Postur tubuh atletis dengan penampilan menawan, membuat banyak wanita mabuk kepayang.
“Duh, Kang. Kalau di kantor lagi ada dia tuh, kita cewek-cewek jadi semangat kerja, apalagi pas tahu statusnya duda,” ungkap Muna.
Sering curi-curi pandang, baik Muna maupun Riko diam-diam menyimpan rasa. Parahnya, meski status Muna masih perawan, tapi ia sudah memiliki kekasih, sebut saja Judi (34) yang mewanti-wanti ingin menikahi. Aih-aih, selingkuh lagi nih ceritanya.
Lantaran Judi yang mengulur-ulur waktu pernikahan karena ingin mengejar pendidikan, Muna keburu kepincut lelaki lain. Terlebih, ia banyak digunjingkan orang karena tak juga mengakhiri masa lajang.
Sampai di suatu sore, ketika rekan sekerja yang lain sudah pulang, Muna masih sibuk dengan berkas-berkas yang harus ia kerjakan. Lantaran waktu yang tidak memungkinkan, ia memutuskan membawa pulang semua berkas.
Parahnya, lantaran ada urusan keluarga, besoknya ia tak bisa masuk kerja. Sedangkan berkas yang ia bawa dibutuhkan Riko hari itu juga. Jadilah ketika jam makan siang, Riko menelepon sambil marah-marah.
Setelah puas memarahi, entah niat hati ingin modus atau memang serius, sang atasan mengajak janjian ketemuan untuk mengambil berkas. Jadilah mereka bertemu di salah satu kafe ternama di Kota Serang.
Memasang wajah penuh amarah, Riko lekas mengambil berkas sambil terus mengomeli Muna. Tapi anehnya, tak lama setelah pelayan datang mengantarkan pesanan, sikapnya mereda dan mulai bertanya hal-hal di luar urusan pekerjaan.
Hmmm, ketahuan banget nih modusnya. Haha.
Seolah tak menolak obrolan sang atasan, Muna pun menanggapi setiap pertanyaan Riko. Lama-kelamaan, mereka justru asyik dan lupa pada masalah yang terjadi. Tak terasa, keduanya larut dalam canda tawa sampai malam tiba. Weleh-weleh.
Riko pun mengantar Muna sampai jalan depan rumah. Sejak saat itu, hubungan keduanya seolah tak ada jarak. Mereka sering teleponan bahkan sering jalan berdua. Pandai menempatkan keadaan, ketika di kantor bersikap profesional, ketika di luar baik Muna atau Riko tak saling canggung. Mereka pasangan bahagia.
Sampai suatu ketika, merasa sudah saling percaya satu sama lain, Muna menyatakan kejujuran kalau ia sudah punya pasangan. Hebatnya, mungkin karena faktor pengalaman, Riko seolah tak mengalami hambatan dalam menjalin hubungan. Ia justru membuat Muna semakin nyaman.
Dan tragedi itu pun terjadi. Riko mengajak Muna berlibur ke pantai. Mengaku hanya seharian bersenang-senang, kenyataannya malah sampai dua hari dan menyewa penginapan.
Aih-aih, di penginapan itu ngapain saja Teh?
“Ya itu mah enggak usah diceritainlah, Kang. Pokoknya malam itu saya sama dia lupa waktu saking bahagianya main berdua. Soalnya susah cari waktu buat jalan bareng, Kang,” kata Muna.
Menginjak usia empat bulan kehamilan, ia tak bisa lagi menyimpan kebohongan. Orangtua dan keluarga syok mendengar pengakuannya. Apalah daya, sang ayah yang sudah merasa cocok dengan Judi yang dibayangkan akan menjadi menantu idaman, hanya bisa pasrah menerima keadaan.
“Ya begitulah, kang. Saya sih waktu itu enggak peduli orang mau ngomong apa. Tapi, ya walau sama duda, siapa tahu hidup saya akan bahagia. Berharap sajalah” katanya.
Muna termasuk wanita cantik. Paras ayu ala-ala gadis kampung lengkap dengan lekuk tubuh seksinya, membuat ia dijuluki wanita kembang desa. Ibarat kata, dari sekian banyak wanita cantik di kampung, Muna termasuk yang diperhitungkan.
Sedangkan Judi, seperti diceritakan Muna, ia sebenarnya bukan lelaki spesial. Nama dan tingkah lakunya jarang terdengar orang-orang. Ya dia anak baik-baiklah. Namun Muna mengaku, Judi terkadang bersikap tegas dan mampu membuatnya nyaman. Judi terlahir dari keluarga tak punya. Ayah ibunya hanya pedagang biasa di pasar.
Singkat cerita, hari pernikahan Muna dan sang duda terjadi juga. Meski melangsungkan pernikahan secara sederhana, hanya mengundang sanak saudara dan tetangga, Muna terlihat cantik dengan gaun pengantinnya. Tak jauh berbeda dengan Muna, sang calon suami terlihat tampan. Meski usia tak lagi muda, ia tampak gagah.
Parahnya, lantaran tak tega dan rasa takut kalau Judi marah, Muna tidak mengabari rencana pernikahan dengan Riko. Ia pura-pura lupa alias diam-diam saja. Meski beberapa teman dekat selalu mengingatkan, Muna tetap menganggap masalahnya dengan Judi sebuah masa lalu yang ingin dilupakan.
Wah, jahat banget sih Teh?
“Ya habis gimana ya, Kang. Enggak tega gitu. Terus dianya juga waktu itu lagi di luar kota. Jadi ya sudahlah,” tukasnya.
Di awal pernikahan, Riko menjadi suami yang penuh perhatian. Dengan harta melimpah dan kekuasaan, ia meminta Muna tak lagi bekerja. Bagai permasuri seorang raja, sang istri diperlakukan penuh manja. Muna sendiri mengaku menikmati hidup barunya. Pokoknya, mereka pasangan bahagia.
Sampai di suatu siang, ketika Muna beres-beres rumah barunya bersama sang suami, ia menerima telepon dari rumah orangtua. Bagai tersambar petir di siang bolong, ia mendapat kabar kalau Judi mengamuk di depan rumah mencari dirinya.
Muna pun panik. Bingung akan apa yang harus dilakukan, ia hanya bolak-balik di dalam rumah. Sampai hal itu membuat sang suami resah, diceritakanlah kejadian yang sebenarnya.
Riko pun mengambil tindakan. Ia menyarankan Muna diam di rumah dan mengunci setiap pintu. Bagai kesatria yang hendak perang, Riko dengan gagah mendatangi rumah orangtua Muna seorang diri.
Wih, terus gimana tuh Teh?
“Jelasnya sih saya enggak tahu, Kang. Tapi kata suami saya sih Kang Judi memang enggak terima. Untung waktu itu banyak orang, jadi walaupun sempat mau main hajar-hajaran, enggak sampai ribut beneran,” kata Muna. Oalah, ngeri amat sih.
Ya sudah, mungkin ini sudah jalan takdir-Nya Teh Muna berjodoh dengan Kang Riko. Semoga langgeng dan jadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Amin. (daru-zetizen/zee/ags/RBG)









