• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Dahlan Iskan

Bangkit Setelah Gagal di Dolly

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 11 April 2018 09:02
in Catatan Dahlan Iskan
0
Banyak Dalih, Susah Maju
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh Dahlan Iskan

Saya sudah terkesan sejak mengenalnya. Tiga tahun lalu. Sejak dia menjabat ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

Namanya agak sulit dieja: Dalu Nuzulul Kirom. Fakultasnya sulit dipelajari: Teknik Elektro.

Aktivitas sosialnya sulit dimengerti: merehabilitasi bekas kompleks pelacuran terbesar: Gang Dolly. Surabaya. Terutama membenahi aspek ekonominya. Agar para pelacur tidak kembali ke profesi tertuanya.

Saya sudah membayangkan betapa sulit melaksanakannya. Masih mahasiswa tapi berani masuk ke persoalan yang begitu rumit.

Tapi saya menangkap ada api di dadanya: anak ini militan. Penuh ide.

Badannya memang kurus dan kulitnya agak gelap. Tapi jalan pikirannya terang benderang.

Mungkin karena dia dilahirkan di malam 17 bulan puasa. Malam peringatan turunnya kitab suci Alquran. Nama Dalu Nuzulul Kirom berarti malam turunnya kemuliaan.
Dalu pun menguraikan rencana-rencana mulianya. Penuh gejolak. Sesak idealisme. Seperti mau meledak.

Dia lantas minta saran saya. Saya merenung sejenak. Perlukah anak muda penuh ide seperti Dalu diberi saran? Tidakkah nasehat hanya akan merusak idealismenya?

“Lakukan saja apa yang ada di pikiran Anda. Saran terbaik akan datang dari lapangan,” kata saya.

“Tapi saya ingin ketemu Anda lagi. Enam bulan lagi. Ingin mendengar hasilnya,” sambung saya. Saat itu.

Enam bulan kemudian saya kena perkara. Tidak bisa menemui Dalu. Juga tidak bisa menemui aktivis mahasiswa lain sekelas Dalu. Di bidang lain.

Bulan lalu Dalu menghubungi saya. Ingin bertemu. Saya pikir dia akan menceritakan perkembangan Gang Dolly. Setelah dua tahun tidak ketemu.

Tapi rasanya tidak. Tahun lalu saya muter Gang Dolly. Mengunjungi taman-taman baca Alquran di kompleks pelacuran itu. Yang dibuka oleh aktivis pemuda di sana.

Tapi bukan Dalu. Nama Dalu tidak berkibar lagi di Dolly.

Kami pun sepakat bertemu di rumah saya. Senin kemarin. Pukul 07:00. Kebetulan hari Senin pagi adalah satu-satunya hari libur bagi saya: libur senam.

Saya kaget. Dalu membawa rombongan enam orang. Salah satunya wanita berjilbab. Mereka adalah para junior Dalu di ITS, Unair dan UIN Sunan Ampel.

Status mereka baru lulus kuliah. Ada akuntansi, dokter hewan, teknik kimia dan fakultas dakwah. Umur mereka antara 22 dan 23 tahun. Hanya Dalu yang 28 tahun.

Dua tahun saya tidak ketemu Dalu. Tampilannya tidak berubah. Kurus, gelap, menggebu-gebu dan penuh idealisme.

“Apa kabar Dolly?,” tanya saya.

“Itulah Pak, mengapa saya ingin ketemu,” jawabnya.

Dalu lantas menceritakan ruwetnya birokrasi di Dolly. Kehadiran orang seperti Dalu bisa saja dianggap pesaing. Bukan partner.

Saya sudah menyangka. Tapi biarlah aktivis-idealis seperti Dalu mengalaminya sendiri. Mumpung masih belia.
Benturan itu akan memperkaya jiwanya. Sekalian ujian. Apakah idealismenya karbitan.

Dalu ternyata segera bangkit. Itulah baiknya kejatuhan terjadi di saat anak masih muda. Mudah bangkit. Gampang “move on”.

Setelah dua tahun tidak bertemu ternyata Dalu bukan karbit. Dalu dan teman-teman mudanya itu sudah banting setir. Membuat start-up company.

Bidang garapnya masih sarat idealisme. Tapi sudah lebih memiliki roh. Sudah memiliki fondasi. Untuk kelak bisa berkembang. Ke samping maupun ke atas.

Inilah jenis start-up yang berpijak ke bumi lokal tapi siap menjunjung langit nasional. (bersambung)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Vape Bisa Tingkatkan Risiko Pneumonia

Next Post

Bobol Rumah di Pipitan, Maling Gasak Motor dan Ponsel

Next Post
Niat Mencuri Malah Tergoda Bodi Seksi ART, Lupa Pakai Celana

Bobol Rumah di Pipitan, Maling Gasak Motor dan Ponsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Perempuan mengalami kelelahan mata setelah menggunakan laptop dalam waktu lama

Terlalu Lama Menatap Layar Picu Digital Eye Strain, Ini Cara Mencegahnya

by Agung S Pambudi
Kamis, 27 Agustus 2026 21:31
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Penggunaan ponsel, komputer, tablet, hingga televisi dalam waktu lama dapat memicu digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat...

48 Pedagang Pasar Lama Bakal Direlokasi ke Pasar Kepandean

48 Pedagang Pasar Lama Bakal Direlokasi ke Pasar Kepandean

by Nahrul Muhilmi
Kamis, 27 Agustus 2026 20:38
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan relokasi 48 pedagang yang saat ini beraktivitas di kawasan Pasar Lama ke...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.