slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Istri Mengakui Kesalahannya Setelah Mendengar Doa Suami Saat Salat Malam  

Aas Arbi by Aas Arbi
24-05-2018 17:11:17
in Sosial Budaya
Istri Mengakui Kesalahannya Setelah Mendengar Doa Suami Saat Salat Malam   
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

  Memang cinta tak bisa dipaksa, tapi percaya atau tidak, cinta juga bisa tumbuh karena terbiasa. Kisah kali ini berasal dari sebuah kampung di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Sebut saja namanya Nani (51). Wanita yang sempat merantau ke Arab Saudi menjadi TKI ini mengaku, awalnya sama sekali tidak mencintai sang suami, sebut saja Uned (49).

    Memiliki pengalaman pahit dengan suami pertama, Nani tak ingin salah pilih dalam menentukan pendamping hidup. Bukan hanya selektif dalam hal akhlak dan materi, ia pun mempertimbangkan soal penampilan. Apalah daya, Uned yang berasal dari keluarga tak punya dan tak dianugerahi wajah tampan, sempat ditolak mentah-mentah oleh Nani. Aih-aih, jahat amat sih Teh!

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

    “Ya waktu itu saya khilaf, Kang. Namanya juga trauma masa lalu, jadi enggak bisa sembarangan milih pasangan,” kata Nani kepada Radar Banten.

    Nani bercerita, ia yang waktu itu baru pulang dari Arab, memiliki banyak harta hasil tabungan lima tahun bekerja. Membangun rumah dan membeli kendaraan pribadi, membuatnya dibicarakan banyak lelaki. Tak ayal, seminggu sekali, ada saja tamu yang datang ke rumah bermaksud mengajak menikah. Waduh.

    “Saya tuh ke Arab karena frustasi dicerai suami, jadi pas pulang kan masih kosong tuh. Jadi wajar mereka pada ngejar-ngejar, soalnya waktu itu usia juga enggak tua-tua amat,” terang Nani.

    Silih berganti lelaki menawarkan diri, Nani tak kunjung mendapat kecocokan di hati. Sampai akhirnya lantaran malu pada orang-orang kampung, orangtua pun turun tangan mencarikan lelaki untuk sang putri. Dibawalah Uned menemui Nani. Namun bukannya senang, ia malah cemberut menunjukkan penolakan.

    Uned yang tampak kalem dengan pakaian islami lengkap dengan peci hitam, sadar akan situasi yang terjadi. Maka tak menunggu waktu lama, belum usai obrolan panjang bersama Nani dan keluarga, ia pamit mengundurkan diri. Ayah Nani pun semakin tak enak hati, meski sudah dicegah untuk tetap tinggal, namun Uned tegas ingin pergi. Ya ampun.

    “Ya pas pertama kali lihat, saya langsung ngerasa enggak sreg gitu. Maaf ya, Kang, soalnya dulu sebenarnya Kang Uned itu bukan kriteria lelaki idaman saya,” akunya.

    Apalah daya, sang ayah pun memarahi Nani. Tapi lagi-lagi, mungkin merasa tinggi hati, Nani selalu membantah apa yang dikatakan ayahnya. Sampai tiba di batas kesabaran, sang ayah membentak Nani. Anehnya, mungkin begitu cara Tuhan memberi hidayah, saat itu Nani langsung tertegun, lidahnya mendadak kelu. Tak sadar, air mata mengalir di pipinya. Waduh, memang diomongin bagaimana, Teh?

    “Jadi manusia itu jangan sombong, sekarang banyak uang besok bisa jatuh miskin. Kamu itu harus bersyukur bisa pulang sehat dari Arab dan punya uang, banyak TKI lain yang bernasib buruk. Sudah jangan cari yang macam-macam, Uned itu lelaki baik, lulusan pesantren. Dia bisa bawa kamu ke jalan yang benar,” begitu kata Nani meniru ucapan sang ayah.

    Seketika itu juga, ada rasa menyesal di relung hati Nani. Ia memohon ampun pada sang ayah. Namun oleh ayahnya, Nani diminta untuk meminta maaf langsung kepada Uned. Maka dengan penuh rasa bersalah, dua hari setelah peristiwa itu, Nani bersama sang ibu datang menghampiri Uned ke rumahnya.

    Uned tampak bersahaja. Ia menerima Nani dan ibunya bak tamu terhormat. Dengan senyum hangat, Uned mengaku, tak ada masalah. Nani tak perlu meminta maaf. Dengan kerendahan hatinya, di rumah yang amat sederhana, ia melayani sang tamu bagaikan raja.

    Entah mendapat hidayah atau memang tersentuh akan sikap lembut Uned, sepulangnya Nani bersama sang ibu, ia menyatakan kesediaannya menikah dengan Uned. Sang ayah pun tersenyum bahagia. Seolah tak ingin mengulur waktu, sebulan kemudian berlangsunglah pernikahan.

    Mengikat janji sehidup semati, Nani dan Uned resmi menjadi sepasang suami istri. Namun anehnya, Nani malah bersikap acuh tak acuh. Menerima dinikahi bukan berarti membuatnya patuh setulus hati. Di awal pernikahan, ia tampak malas-malasan dan terkesan tak mencintai.

    “Ya waktu itu saya enggak bisa langsung terima dia, butuh waktu gitu, Kang,” ungkap Nani.

    Pekerjaan Uned yang hanya mengajar agama di pesantren, membuat Nani semakin tak bersemangat menjalani hari. Bayang lelaki tampan dan pekerja kantoran, tak ayal menjadikannya semakin mengesampingkan sosok suami. Terlebih dengan sikap pendiamnya, Uned semakin tak dianggap.

    Hingga dua bulan setelah pernikahan, Nani penasaran dengan tingkah suami yang kerap bangun di sepertiga malam. Bagai harimau yang tengah mengintai mangsa, Nani diam-diam memperhatikan gerak-gerik Uned. Melangkah menuju kamar mandi, kemudian masuk ke ruang pojok rumah, Uned melaksanakan salat sunah.

    Sampai akhir rakaat, Uned mengangkat kedua tangannya. Tak disangka, sang suami berdoa untuk istri dan keluarga sambil menitikkan airmata. Saat itu juga, untuk kedua kalinya, Nani merasa tersayat hati menyaksikan bagaimana mulianya akhlak suami.

    “Waktu itu saya ngerasa jadi istri paling berdosa, Kang. Dia yang saya benci, ternyata selalu mendoakan saya dan keluarga,” curhatnya.

    Keesokan harinya, Nani mencium punggung tangan Uned, ia menangis tersedu sedan memohon ampun pada sang suami. Uned pun memeluk erat Nani dan mencium keningnya. Berjalan dua tahun usia pernikahan, lahirlah anak pertama, membuat hubungan Nani dan Uned semakin mesra.

    Merasa perlu ada peningkatan perekonomian, dengan uang sisa tabungan, Nani membeli sawah untuk digarap Uned. Dengan kerja keras dan keuletan, mereka pun kini menjadi keluarga sejahtera, Nani dan Uned hidup bahagia.

    Subhanallah, semoga Teh Nani dan Kang Uned langgeng terus sampai mati. Amin. (daru-zetizen/zee/RBG)

 

   

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hikmah Ramadan : Tidak Melewati Kerongkongan

Next Post

Trump Kecele Lagi

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Problem Bule Baca Disway

Trump Kecele Lagi

Atlet Basket Kabupaten Serang Adakan Latihan Khusus saat Ramadan 

Atlet Basket Kabupaten Serang Adakan Latihan Khusus saat Ramadan 

Perpani Kabupaten Serang Bentuk Tim Melalui Tes Skor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Tiga Kecamatan di Kota Serang Waspada Penyakit Zoonosis

Minggu, 26 Juli 2026 15:01

RSUD Banten Ingatkan Gejala Stroke, Kelumpuhan Mendadak Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit

Minggu, 26 Juli 2026 13:15
Dirut RSUD Banten dr. Danang saat mendampingi Sekda Banten Deden Apriandhi meninjau lokasi perawatan pasien di RSUD Banten (Biro Adpim Setda Banten)

RSUD Banten Perkuat Layanan Stroke, Pasien BPJS Bisa Dapat Penanganan Komprehensif

Minggu, 26 Juli 2026 12:02
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel, Syamsul Heriyanto.

Kasus Kekerasan Anak Tinggi, PDIP DPRD Tangsel Dorong Pembentukan KPAD

Minggu, 26 Juli 2026 11:55
Ilustrasi mayat. Foto : iStock

Geger, Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Lorong Rumah Kawasan Ciputat Timur Tangsel

Minggu, 26 Juli 2026 11:24
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat memimpin langsung pengamanan GIGSGOK Festival 2026, Sabtu 25 Juli 2026 malam.

Gara-gara Rebutan Antrean Sate Taichan, Nyawa Anggota TNI Prada Arif Budi Sampurna Melayang

Minggu, 26 Juli 2026 10:56

Tiga Kecamatan di Kota Serang Waspada Penyakit Zoonosis

Minggu, 26 Juli 2026 15:01

RSUD Banten Ingatkan Gejala Stroke, Kelumpuhan Mendadak Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit

Minggu, 26 Juli 2026 13:15
Dirut RSUD Banten dr. Danang saat mendampingi Sekda Banten Deden Apriandhi meninjau lokasi perawatan pasien di RSUD Banten (Biro Adpim Setda Banten)

RSUD Banten Perkuat Layanan Stroke, Pasien BPJS Bisa Dapat Penanganan Komprehensif

Minggu, 26 Juli 2026 12:02
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel, Syamsul Heriyanto.

Kasus Kekerasan Anak Tinggi, PDIP DPRD Tangsel Dorong Pembentukan KPAD

Minggu, 26 Juli 2026 11:55
Ilustrasi mayat. Foto : iStock

Geger, Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Lorong Rumah Kawasan Ciputat Timur Tangsel

Minggu, 26 Juli 2026 11:24
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat memimpin langsung pengamanan GIGSGOK Festival 2026, Sabtu 25 Juli 2026 malam.

Gara-gara Rebutan Antrean Sate Taichan, Nyawa Anggota TNI Prada Arif Budi Sampurna Melayang

Minggu, 26 Juli 2026 10:56

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Tiga Kecamatan di Kota Serang Waspada Penyakit Zoonosis

by Nahrul Muhilmi
Minggu, 26 Juli 2026 15:01

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga kecamatan di Kota Serang masuk kategori waspada sedang terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis, khususnya yang berkaitan...

RSUD Banten Ingatkan Gejala Stroke, Kelumpuhan Mendadak Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit

by Yusuf Permana
Minggu, 26 Juli 2026 13:15

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala stroke yang muncul secara tiba-tiba. Kecepatan membawa pasien ke rumah sakit menjadi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak