slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Meliuk-Liuk Di Sumba

Aas Arbi by Aas Arbi
01-07-2018 08:39:16
in Catatan Dahlan Iskan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dahlan Iskan

Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya.

”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya.

”Kok sendirian?,” tanyanya lagi.

”Saya kan sudah besar… hahha …,” jawab saya sekenanya.

Singkatnya: ”Pakai saja mobil saya. Ada sopirnya,” katanya.

”Gak apa-apa?,” tanya saya basa-basi.

Dalam hati sih saya berhoreee… gak perlu cari sewaan mobil. Yang juga tidak tahu di mana ada sewaan itu.

”Pak Dahlan pakai saja… berapa hari pun silakan…,” katanya. ”Toh saya ke Kupang… mobil ini nganggur … justru saya minta maaf tidak bisa menemani,” tambahnya.

”Tapi … bolehkah saya sopirinya sendiri saja? Tidak perlu sopir?,” tanya saya.

Herry terheran-heran. Tapi rupanya ia tahu kebiasaan saya di Sumba. Waktu jadi menteri pun saya sering membawa mobil sendiri.

Pernah tabrakan di tikungan dekat peternakan. Pernah juga bannya kempes di tengah sabana. Saat kembali dari ladang penari langitnya Ricky Elson. Di Sumba Timur. Tidak ada ban serep. Mobil saya paksa meneruskan perjalanan. Dengan ban kempes. Sampai peleknya tidak bisa dipakai lagi.

”Hati-hati ya pak… ini Sumba. Jalannya berliku-liku. Mobil ini pakai kopling. Pak Dahlan kan biasa mobil matic,” pesan Herry.

Herry adalah pengusaha muda. Teman jarak jauh Bobby Liono yang ketemu saya di bandara Ngurah Rai itu. Yang awalnya benci bapaknya itu.
Saya catat nomor HP Herry. Takut ada masalah ban kempes  dengan mobil itu. Saya berjanji akan mengembalikan mobil itu di lapangan parkir bandara yang sama. Kapan-kapan.

Wow…mobilnya ada bak belakangnya. Double cabin. Mobil off road. Cocok untuk medan Sumba. Cat luarnya doreng. Seperti mobil tentara. Cocok untuk Sumba Barat. Yang sering rusuh. Yang kantor bupatinya pun dibakar habis. Yang laki-lakinya selalu menyandang pedang panjang di pinggang mereka.

Yang banyak bangunan beton nan megah penyimpan mayat di halaman warga.

Sepuluh menit pertama saya harus berlatih: membiasakan kombinasi persneleng-rem-gas.  Sudah begitu lama tidak mengemudikan mobil seperti ini.

Saat meninggalkan kota Tambulaka (ibukota kabupaten Sumba Barat Daya) saya masih tertatih-tatih. Apalagi jalan sempit itu padat. Banyak konvoi kampanye hari terakhir Pilkada.

Tapi setelah lepas kota Waikabubak (ibukota kabupaten Sumba Barat) sudah mulai terbiasa. Justru asyik. Bisa main gigi rendah dengan lincah. Di setiap tikungan. Dan tikungannya ribuan. Pendek-pendek. Tajam-tajam. Naik-turun.

Di Amerika tidak ada lagi jenis tikungan seperti ini. Di Yellow Stone pun. Di Rocky Mountain sekali pun. Sumba memang istimewa.

Saya memang pengagum alam Sumba. Terutama di bulan Juni seperti ini. Atau di bulan Juli. Terakhir Agustus. Sejuk dan nyaman. Damai dan ngeri. Indah dalam kegersangan.

Tidak ayal bila raja penyair Indonesia yang juga presiden Malioboro, yang gurunya para penyair, gurunya Emha, gurunya Linus, Si Umbu Landu Paranggi begitu emosional dengan tempat kelahirannya. Dan lahirlah sajak-sajak  tentang Sumba yang legendaris. Yang dibaca siapa saja.

Sekaliber ‘ayatullah sastra Indonesia’ Taufik Ismail langsung teringat Sumba. Saat berada di Uzbekistan nan jauh. Dan lahirlah sajaknya: “Berikan Daku Sumba”.

BERIKAN DAKU SUMBA
Oleh: Taufik Ismail

Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu.
Aneh, aku jadi ingat pada Umbu

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana.

Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga .

Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput.
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala.
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut.
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana.

Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari.
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda.
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari.
Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba.

Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda.
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua.
Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh .

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka.
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh.
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda.
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.

*

Begitu hebat Taufik mengenang Umbu. Umbu sendiri memang dikenal sebagai penyair misterius. Semesterius alam Sumba. Kini umurnya 74 tahun. Tidak di Jogja lagi. Ia tinggal di Bali. Sambil mengasuh rubrik sastra di Bali Pos.

Saat saya di Sumba Cak Nun mengirimi saya: foto-foto terbaru Umbu. Bersama komunitasnya di Bali. Dalam acara maiyahan. (Lihat foto-foto kiriman Emha yang saya sertakan di sini).

Simaklah salah satu sajak Umbu berjudul Sabana berikut ini. Yang saya ambil dari “Suara Pancaran Sastra”, himpunan esai dan kritik, Korrie Layun Rampan, Yayasan Arus Jakarta 1984:

SABANA

memburu fajar
yang mengusir bayang-bayangku
menghadang senja
yang memanggil petualang

sabana sunyi
di sini hidupku
sebuah gitar tua
seorang lelaki berkuda

sabana tandus
mainkan laguku
harum napas bunda
seorang gembala berpacu

lapar dan dahaga
kemarau yang kurindu
dibakar matahari
hela jiwaku risau
karena kumau lebih cinta
hunjam aku ke bibir cakrawala

*

Saya ingin: lebih banyak lagi orang datang ke Sumba. Mencari inspirasi. Memperkaya jiwa. Mengasah nurani. Melupakan dunia. Nirpeduli birkin. Abaikan Bijan. Termasuk Nihi Sumba. (dis)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ronaldo Ikuti Jejak Messi Angkat Koper di Rusia

Next Post

Megadeth Bakal Manggung di JogjaRockarta Festival

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post

Megadeth Bakal Manggung di JogjaRockarta Festival

Polairud Banten Butuh Tambahan Alutsista

MK Tolak Ojek jadi Angkutan Umum   

MK Tolak Ojek jadi Angkutan Umum  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

Minggu, 28 Juni 2026 18:01
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

Minggu, 28 Juni 2026 17:40
DPC PDI Perjuangan Kota Serang mengukuhkan 493 pengurus ranting dalam rangka memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.

PDI Perjuangan Kota Serang Perkuat Struktur Partai Hingga Tingkat Kelurahan

Minggu, 28 Juni 2026 17:23
Kepala Dinas Pendidikan Lebak Doddy Irawan

Dindik Imbau Orang Tua dan Guru Awasi Siswa Selama Libur Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 16:45
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Owner Mutiara Carita Cottage, Boedi Mranata melepasliarkan tukik atau anakan penyu hijau di tepi Pantai Mutiara Carita Cottages, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 28 Juni 2026.

Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Mutiara Carita

Minggu, 28 Juni 2026 16:27
Maesyal saat menghadiri Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Baitul Falah, Perum Griya Artha Rajeg, Kecamatan Rajeg, Sabtu 27 Juni 2026.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 16:01
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

Minggu, 28 Juni 2026 18:01
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

Minggu, 28 Juni 2026 17:40
DPC PDI Perjuangan Kota Serang mengukuhkan 493 pengurus ranting dalam rangka memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.

PDI Perjuangan Kota Serang Perkuat Struktur Partai Hingga Tingkat Kelurahan

Minggu, 28 Juni 2026 17:23
Kepala Dinas Pendidikan Lebak Doddy Irawan

Dindik Imbau Orang Tua dan Guru Awasi Siswa Selama Libur Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 16:45
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Owner Mutiara Carita Cottage, Boedi Mranata melepasliarkan tukik atau anakan penyu hijau di tepi Pantai Mutiara Carita Cottages, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 28 Juni 2026.

Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Mutiara Carita

Minggu, 28 Juni 2026 16:27
Maesyal saat menghadiri Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Baitul Falah, Perum Griya Artha Rajeg, Kecamatan Rajeg, Sabtu 27 Juni 2026.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 16:01

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

by Nurandi
Minggu, 28 Juni 2026 18:01

RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua produk yoghurt sebagai makanan atau minuman...

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

by Purnama Irawan
Minggu, 28 Juni 2026 17:40

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berlayar bersama dengan nelayan mengarungi perairan laut Selat Sunda dalam acara Ruwat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak