slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Anak Istri kok Dipulangkan Sementara, Kenapa Ya?  

Aas Arbi by Aas Arbi
02-07-2018 20:42:29
in Sosial Budaya
Anak Istri kok Dipulangkan Sementara, Kenapa Ya?    
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

  Semua berawal ketika Kupret (43) memutuskan menikah dengan Lala (40), keduanya bukan nama sebenarnya. Status sosial kedua keluarga yang jauh berbeda membuat hubungan mereka tak semulus sutra. Kupret berasal dari keluarga berada, sedangkan Lala hanya anak petani biasa di Rangkasbitung.

    Memang tabiatnya manusia, hanya karena urusan harta, keluarga Kupret tidak pernah menyetujui pernikahan mereka. Bahkan sebelum ditetapkan tanggal pernikahan, sempat terjadi keributan. Namun karena Kupret anak bungsu dari lima bersaudara yang punya sikap keras kepala, akhirnya meski terkesan terpaksa, pernikahan berlangsung juga.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

    “Dulu kata Kang Kupret, pas kakak dan saudara yang lain nikahan mah diadakan besar-besaran sampai ngundang orang-orang penting. Pas kita sih ya biasa saja, pokoknya sederhana banget,” curhat Lala kepada Radar Banten.

    Seperti diceritakan Lala, Kupret memang termasuk lelaki tampan dengan gaya elegan ala-ala orang kaya. Meski begitu, bergelimangnya harta tak membuat ia sombong apalagi pongah. Sikapnya yang mudah bergaul dan menerima teman tanpa embel-embel kekayaan membuat Kupret diterima dengan hangat oleh masyarakat.

    Entah mengapa, pribadinya berbeda dengan kakak-kakaknya yang cenderung acuh terhadap tetangga dan teman yang berbeda status sosial. Bahkan, setiap liburan sekolah, dengan kendaraan pribadi milik ayahnya, Kupret kerap mengajak teman sekampung jalan-jalan.

    Tapi ya namanya juga manusia, tentu Kupret tidak sempurna. Selain sikapnya yang keras kepala, Kupret juga hobi taruhan bola sampai berjuta-juta. Tak hanya itu, bahkan permainan game sepak bola pun bisa jadi lahan taruhannya bersama teman. Astaga.

    Lala bukan perempuan biasa. Meski terlahir dari keluarga sederhana, ia dianugerahi wajah cantik mempesona. Dengan sikapnya yang lembut dan ramah kepada setiap orang, Lala banyak diperebutkan pria. Jangan salah, katanya, setiap menjelang musim nikah, ada saja lelaki yang datang ke rumah. Widih, masa sih Teh?

    “Duh, Kang. Kenapa saya sama Kang Kupret menikah muda tuh karena ya masalah itu. Dia takut saya digaet lelaki lain,” curhatnya.

    Singkat cerita, di awal pernikahan, Kupret sempat bekerja di salah satu perusahaan ternama, walau masih sederhana, mereka hidup bahagia. Ya, saat itu sih keadaan masih aman. Keluarga Kupret tidak pernah mengusik rumah tangga mereka. Wajarlah ya, sikap Kupret yang keras dan selalu ingin menang sendiri membuat kakak dan saudara tak berdaya.

    “Waktu itu Kang Kupret memang tipe orang yang enggak mau mengalah. Semakin dilarang, dia semakin membantah. Apalagi kalau terkait kepentingan saya, pasti dia bela. Pokoknya saya merasa terlindungi begitu, Kang,” kenang Lala.

    Setahun menjalani bahtera rumah tangga, lahirlah anak pertama, membuat Kupret dan Lala semakin mesra. Hubungan mereka begitu harmonis. Bahkan, seminggu sekali mereka jalan-jalan bersama anak tercinta, memberi hiburan agar Lala tidak bosan di rumah.    

    Hingga suatu hari, cobaan datang menerjang. Kebahagiaan sirna saat Kupret dipecat dari tempatnya bekerja. Apa mau dikata, akhirnya ia menganggur dan mulai sulit mencari nafkah. Tiga bulan pasca pemecatan sih masih aman karena ada uang tabungan, tapi setelah empat bulan kemudian, mulailah ia merasa kesulitan.

    Beruntungnya, mungkin karena naluri orangtua, ibu dan ayahnya selalu memberi uang kepada Kupret. Tapi, tidak semudah membalik telapak tangan, mereka melakukan itu secara diam-diam. Soalnya, kakak dan saudara Kupret yang lain selalu menyindir dan menghina jika sang adik kedapatan minta uang. Sebagai istri, Lala hanya mampu menguatkan suami. Ya ampun, memang mereka pada ngomong apa Teh?

    “Kalau enggak menurut ke orangtua, jangan minta uang. Malu dong sama anak istri lo!” kata Lala meniru omongan kakak Kupret.

    Merasa dihina, Kupret tak bisa memendam amarah. Tak peduli ada ayah dan sang ibu, amukannya mengaum seolah ingin menerkam sang kakak. Beruntung masih ada saudara dan sang istri yang menenangkan. Kalau tidak, mungkin sudah terjadi perang saudara. Wih, seram juga nih Kang Kupret.

    Enam bulan menganggur, Kupret tak bisa berbuat apa-apa. Kebiasaan di masa muda yang selalu mengandalkan orangtua terbawa hingga dewasa. Dalam kondisi stres luar biasa, ia mulai mencari pelarian atas derita hidupnya. Sering ikut perjudian bersama teman-teman, uang dan harta benda pun habis-habisan. Parahnya, seolah memanfaatkan banyaknya teman, ia malah terus mencari peruntungan lewat perjudian dengan cara berutang. Hampir semua teman yang terlihat mapan, dipinjaminya uang. Dengan jumlah nominal yang lumayan, lama-kelamaan, utang menumpuk, memperparah keadaan. Akibatnya, hampir setiap hari Kupret didatangi orang tak dikenal. Ketika ditanya, orang itu mengaku, disuruh salah satu teman Kupret untuk menagih utang. Katanya, mereka tak enak kalau meminta langsung. Apalah daya, pusing dan serba tak nyaman menjalani keseharian, Kupret banyak mengurung diri di kamar. Ya ampun, ngeri juga ya!

    “Duh, Kang. Sumpah deritanya punya utang itu menyiksa banget. Mending yang menagih itu pakai cara baik-baik, waktu itu pernah ada yang sampai ngacung-ngacungkan golok,” tutur Lala.

    Dan, peristiwa memilukan itu terjadi, mungkin takut keadaan akan semakin buruk, Kupret meminta Lala mengemasi pakaian dan membawa perlengkapan anaknya yang saat itu masih berusia delapan bulan. Tapi anehnya, menyuruh sang istri bersiap-siap, ia sendiri justru tidak menyiapkan diri. Berpakaian seadanya dengan wajah kusam, Kupret tampak tergesa-gesa. Ketika ditanya, ia justru diam tak menjawab.

Dengan motor pemberian orangtua, Kupret beserta istri dan anaknya melesat membelah malam di perkampungan. Sekira satu jam perjalanan, ternyata, mereka menuju kediaman orangtua Lela. Di depan pintu rumah, sebelum mengetuk dan memanggil orangtua, Kupret berkata lirih, “Untuk sementara waktu kita pisah dulu. Nanti kalau semua utang sudah terbayar dan saya sudah ada pekerjaan, saya jemput kamu dan anak kita lagi,” begitu kata Kupret seperti diceritakan Lala.

    Hebatnya, tidak kurang dari lima bulan, Kupret sudah berhasil melunasi sebagian utangnya. Ia juga diberi modal membuka usaha baju distro oleh orangtua. Kupret pun menjemput sang istri dan buah hati. Mereka hidup bersama lagi.

    Ya ampun, semoga Kang Kupret tidak terjerumus ke dunia perjudian lagi. Sabar dan sehat selalu ya Teh Lala! (daru-zetizen/zee/ira)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Brasil vs Meksiko: Misteri Laga Kelima

Next Post

Brasil Melaju ke Babak Perempat Final

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Brasil Melaju ke Babak Perempat Final

Brasil Melaju ke Babak Perempat Final

Pria dengan Pegangan Tangan Kuat Jadi Incaran Wanita

Pria dengan Pegangan Tangan Kuat Jadi Incaran Wanita

Penahanan Mafia Tanah di Kragilan Berlanjut

Kamis, Camat Kragilan Diperiksa Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Perusahaan Pengemplang Pajak

DJP Banten Tindak 3 Perusahaan Pengemplang Pajak Rp583,2 M, Empat WNA China Tersangka

Rabu, 13 Mei 2026 21:37
isbat nikah kabupaten tangerang

Wabup Intan Ingin Camat dan PKK Percepat Pendataan Peserta Isbat Nikah Terpadu

Rabu, 13 Mei 2026 21:28
untirta gandeng bpjs kesehatan

Untirta Siap Perluas Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 21:22
tambang ilegal Gunung Pinang

Dugaan Residivisme Tambang Ilegal dan Perusakan Police Line di Gunung Pinang Jadi Sorotan Publik

Rabu, 13 Mei 2026 21:12
pajak kabupaten serang

Bupati Serang Beri Apresiasi untuk WP yang Patuh Bayar Pajak

Rabu, 13 Mei 2026 21:03
Thailand Open 2026

Hasil Thailand Open 2026, Ginting Langsung Kandas

Rabu, 13 Mei 2026 20:44
Perusahaan Pengemplang Pajak

DJP Banten Tindak 3 Perusahaan Pengemplang Pajak Rp583,2 M, Empat WNA China Tersangka

Rabu, 13 Mei 2026 21:37
isbat nikah kabupaten tangerang

Wabup Intan Ingin Camat dan PKK Percepat Pendataan Peserta Isbat Nikah Terpadu

Rabu, 13 Mei 2026 21:28
untirta gandeng bpjs kesehatan

Untirta Siap Perluas Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 21:22
tambang ilegal Gunung Pinang

Dugaan Residivisme Tambang Ilegal dan Perusakan Police Line di Gunung Pinang Jadi Sorotan Publik

Rabu, 13 Mei 2026 21:12
pajak kabupaten serang

Bupati Serang Beri Apresiasi untuk WP yang Patuh Bayar Pajak

Rabu, 13 Mei 2026 21:03
Thailand Open 2026

Hasil Thailand Open 2026, Ginting Langsung Kandas

Rabu, 13 Mei 2026 20:44

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Perusahaan Pengemplang Pajak

DJP Banten Tindak 3 Perusahaan Pengemplang Pajak Rp583,2 M, Empat WNA China Tersangka

by Fahmi
Rabu, 13 Mei 2026 21:37

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Banten menindak tiga perusahaan yang mengemplang pajak di...

isbat nikah kabupaten tangerang

Wabup Intan Ingin Camat dan PKK Percepat Pendataan Peserta Isbat Nikah Terpadu

by Mulyadi
Rabu, 13 Mei 2026 21:28

TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menginstruksikan kepada seluruh jajaran camat dan Tim Penggerak PKK untuk mempercepat proses pendataan program...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak